x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Travel Religi   Kuliner

8 Jajanan Betawi yang Legendaris, Sudah Cobain?


Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Betawi, pasti kamu sudah tidak asing lagi dengan kata Betawi, baik daerahnya, keseniannya, ataupun jajanan Betawi yang khas.

Suku betawi adalah salah satu suku bangsa di Indonesia yang secara umum bertempat tinggal di Jakarta atau bisa dibilang sebagai suku asli dari Jakarta.

Betawi kaya akan kebudayaannya, seperti kesenian dan tariannya yang unik dan mengagumkan tentunya.

Selain menyimpan banyak kebudayaan, ternyata Betawi menyimpan banyak jajanan atau camilan khas yang beraneka ragam.

Jajanan khas Betawi banyak terpengaruh dari kuliner khas Tionghoa, Arab, dan Belanda. Hal tersebut disebabkan karena banyaknya pendatang dari negara-negara tersebut saat era penjajahan dulu.

Kuliner Betawi yang marak pada era 90-an ini sering diperjualbelikan oleh pedagang asongan maupun pedagang kaki lima di Jakarta maupun sekitarnya.

Sayangnya, jajanan yang dulu menjamur di Jakarta ini sudah jarang ditemukan dan hanya diperjualbelikan di tempat tertentu. Meskipun begitu, jajanan ini masih menjadi favorit seluruh kalangan masyarakat Betawi.

Apa saja kuliner Betawi tersebut? Simak langsung ulasan berikut ini, ya.

Kerak Telor. Salah satu makanan khas Betawi adalah kerak telor yang begitu identik dengan kota Jakarta. Kerak telor bisa dikatakan sebagai fast food-nya warga Jakarta.

Tidak perlu waktu lama untuk menyajikannya, hanya membutuhkan waktu 15 menit maka kamu sudah bisa menyantap kerak telor yang lezat ini.

Kuliner kebanggaan warga Jakarta ini sering dijajakan saat adanya Pekan Raya Jakarta. Terbuat dari beras ketan putih, telur ayam atau bebek, ebi yang disangrai kering lalu ditambahkan bawang goreng.

Setelah itu diberi bumbu yang sudah dihaluskan, berupa kelapa sangrai, cabai merah, kencur, jahe, merica butiran, garam, dan gula pasir.

Kue Talam. Kue ini banyak kita temui di pasar-pasar tradisional. Warnanya yang unik, menjadikan kue ini mudah dikenali jika disandingkan dengan kue-kue tradisional lainnya.

Kue talam terbuat dari bahan utama ubi jalar, tepung kanji, dan tepung beras. Untuk menambah nuansa rasa pada kue, tambahan santan menjadikan kue ini menjadi lebih nikmat.

Kue Dongkal. Kue dongkal sudah sangat jarang ditemui. Dongkal terbuat dari tepung yang berasal dari beras yang ditumbuk hingga halus.

Tepung ini kemudian diisi dengan gula aren. Lalu, adonan yang sudah jadi tersebut dibentuk seperti tumpeng dan dikukus dengan dilapisi daun pisang.

Kue Geplak. Sama seperti kue dongkal, kue geplak adalah makanan khas Betawi yang kini mulai langka.

Kue geplak memiliki rasa manis yang dominan, teksturnya lembut, dan sering digunakan untuk serah-serahan dalam acara adat pernikahan masyarakat betawi.

Kue Ape. Kue yang satu ini masih tetap eksis. Kue ape berbentuk tipis serta bagian tengahnya sedikit basah dan tebal. Kue ini pada umumnya berwarna hijau, pinggiran dari kue ini memiliki tekstur yang garing dan renyah.

Rasanya begitu manis dengan aroma pandan yang melengkapinya.


Baca Juga:


Kembang Goyang. Saat hari raya Idul Fitri, kue ini menjadi suguhan khas warga Betawi ketika menyambut tamu yang datang bersilaturahmi.

Nama ‘kembang goyang’ berasal dari bentuknya yang menyerupai kelopak kembang dan proses membuatnya digoyang-goyang hingga adonan terlepas dari cetakan.

Putu Mayang. Putu Mayang kerap disantap sebagai makanan pengganjal perut. Putu mayang memiliki ciri khas, yakni cita rasa manis dengan tekstur yang kenyal dan penampilan cantik yang berwarna-warni.

Jajanan Betawi yang satu ini, terbuat dari bahan baku utama berupa tepung beras, santan kelapa, dan gula merah. Sayangnya, putu mayang kini agak sulit ditemukan di Kota Jakarta. Apakah karena telah tergerus dengan kue kekinian?

Selendayang Mayang. Di hari-hari biasa, jajanan tradisional khas Betawi yang ini juga sudah sulit ditemukan selain di lokasi acara kesenian Betawi. Rasa es ini manis, kenyal, dan segar, cocok diminum saat hari panas atau setelah beraktivitas.

Inilah beberapa warisan kuliner Betawi yang masih eksis sampai sekarang dan yang sudah mulai langka. Mana yang paling ingin kamu coba, Sobat?

Dayana Cinthya



Buat Tulisan
Filosofi Ondel-Ondel, Kesenian Betawi yang Menjadi Simbol Budaya Betawi
Previous
Filosofi Ondel-Ondel, Kesenian Betawi yang Menjadi Simbol Budaya Betawi
Model Celana yang Lagi Hits dan Wajib Dimiliki Para Hijabers
Next
Model Celana yang Lagi Hits dan Wajib Dimiliki Para Hijabers
Related Articles
Back to
top