x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

9 Istilah Selama Pandemi COVID-19, Mulai dari ODP, PDP hingga Herd Immunity


istilah-selama-pandemi-COVID-19

Sumber: https://www.sehatq.com/

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Di tengah pandemi COVID-19, kamu tentu telah menonton dan membaca banyak tulisan dari media yang menyebutkan ragam istilah yang mungkin asing di telinga kita.

Beberapanya mungkin belum kamu ketahui artinya. Istilah seperti social distancing, physical distancing, lockdown, local transmission, dan lain sebagainya, terdengar asing.

Untuk memahami ragam istilah yang berkaitan dengan berita saat kasus corona kamu perlu mengetahui istilah-istilah ini, Moslem Fellas.

Istilah Selama Pandemi COVID-19

Nah, agar kamu tidak ketinggalan informasi dan tidak bingung lagi dalam membaca atau menonton berita saat pandemi, berikut ini penjelasan tentang istilah selama pandemi COVID-19. Simak yuk!

1. Social Distancing & Physical Distancing

Social distancing adalah salah satu istilah yang banyak digunakan dan mungkin sudah sering kita dengar akhir-akhir ini. Secara terjemahan, kata ini memiliki arti "menjaga jarak secara sosial".

Mengutip CIDRAP University of Minnesota, social distancing adalah tindakan untuk menghentikan atau memperlambat penyebaran penyakit yang sangat menular, tidak hanya COVID-19 saja, lho, ya.

Namun, sejak Jum’at (20/3), Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) secara resmi menganjurkan mengganti penggunaan frasa "social distancing" menjadi "physical distancing". Alasan penggunaan frasa ini adalah, untuk mengklarifikasi bahwa ada perintah untuk berdiam diri di rumah demi mencegah virus corona, tapi, bukan berarti kita memutus kontak dengan teman atau keluarga secara sosial.

Dengan penggunaan frasa physical distancing, diharapkan imbauan yang dikeluarkan WHO lebih jelas, yakni menjaga jarak fisik untuk memastikan penyakit tidak menyebar dan meminimalisir penyebaran. Jadi, kita harusnya menjaga jarak fisik, bukan menjaga jarak sosial.

2. Lockdown

Beberapa kali menjadi trending di sosial media, lockdown juga istilah yang banyak digunakan selama pandemi corona.

Dalam konteks kesehatan masyarakat, lockdown adalah "karantina massal", di mana penduduk 'dipaksa' atau disarankan tinggal di rumah atau menetap di suatu mukim guna mencegah hal-hal yang berbahaya dan dalam kasus ini yakni untuk membatasi penyebaran virus.

Orang-orang hanya bisa meninggalkan rumah untuk menghadiri pekerjaan yang benar-benar penting (urgent), membeli makanan atau obat-obatan, atau pergi ke rumah sakit.

Di negara yang sudah lockdown, semua toko-toko ditutup kecuali, tempat makan, apotek dan faskes, agen koran, pom bensin, toko perangkat keras, bank, dan laundry.

Lockdown

3. Wabah, Epidemi, dan Pandemi

Menjadi istilah selama pandemi COVID-19 yang sering muncul, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, berikut pengertian tentang wabah, epidemi, dan pandemi:

Wabah adalah penyakit menular yang berjangkit dengan cepat, menyerang sejumlah besar orang di daerah yang luas (seperti wabah cacar, disentri, kolera dan lainnya).


Baca Juga:


Epidemi adalah penyakit menular yang berjangkit dengan cepat di daerah yang luas dan menimbulkan banyak korban.

Pandemi adalah wabah yang berjangkit serempak di mana-mana, meliputi daerah geografi yang luas.

4. ODP, PDP, Suspect

Terkait pasien COVID-19, ini dia penjelasan tentang ODP, PDP, dan Suspect yang ternyata masih banyak tidak diketahui orang.

ODP (Orang Dalam Pemantauan): Orang yang masuk kategori ini bila ia sempat bepergian ke negara lain yang merupakan pusat penyebaran virus corona.

PDP (Pasien Dalam Pengawasan): Orang yang masuk kategori ini sudah dirawat oleh tenaga kesehatan (menjadi pasien) dan alami gejala seperti demam, batuk, pilek, dan sesak napas.

Suspect: Orang yang diduga kuat terjangkit COVID-19, dengan menunjukkan gejala virus corona dan pernah melakukan kontak dekat dengan pasien positif corona.

5. Work From Home

Kita pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah ini. Soalnya work from home sudah wara-wiri di media masa. Berdasarkan pengertian dari Cambridge Dictionary, istilah work from home, atau dalam bahasa Indonesia yakni bekerja di rumah, adalah karyawan yang bekerja di rumah mereka sendiri, bukan di kantor.

6. Herd Immunity

Sebenarnya, istilah herd immunity sebelumnya lebih umum dikaitkan dengan imunisasi. Tetapi, akhir-akhir ini juga banyak dibicarakan sebagai istilah selama pandemi COVID-19. Herd immunity sendiri diterjemahkan sebagai "kekebalan kawanan".

Dalam European Journal of Epidemiology, kekebalan kawanan ini memiliki arti "pengurangan infeksi atau penyakit pada kelompok yang tidak diimunisasi, sebagai dampak dari imunisasi sebagian populasi", Moslem Fellas.

7. Imported Case

Imported case berarti seseorang terinfeksi virus ketika sedang ada di luar negeri (negara yang telah dilaporkan ada kasus virus COVID-19). Orang tersebut kemudian baru diketahui sakit dan positif setelah kembali ke negara asalnya.

8. Local Transmission

Istilah local transmission, atau transmisi lokal, merupakan istilah selama pandemi corona di mana seseorang tertular lalu positif virus COVID-19 di wilayah di mana ada kasus positif ditemukan.

9. Self-Quarantined

Melansir John Hopkins University, self-quarantined atau karantina sendiri (mandiri) dilakukan pada orang-orang yang telah terpapar virus corona dan yang berisiko positif COVID-19.

Pakar kesehatan merekomendasikan bahwa karantina sendiri ini berlangsung selama 14 hari (2 weeks). Durasi ini diklaim cukup untuk mengetahui apakah orang tersebut akan menjadi sakit dan menular ke orang lain.

Langkah-langkah karantina mandiri meliputi:

  • Sering melakukan praktik kebersihan standar dan mencuci tangan
  • Tidak berbagi barang, seperti handuk dan peralatan makan
  • Tinggal di rumah
  • Tidak memiliki pengunjung
  • Jaga jarak setidaknya 2 meter dari orang lain di rumah

Setelah masa karantina berakhir, jika seseorang tidak memiliki gejala, ikuti instruksi dokter tentang cara kembali melakukan rutinitas normal.

Itulah istilah selama pandemi COVID-19 yang wajib kamu ketahui.

Nadya Maysyarah



Buat Tulisan
5 Cara Mengusir Kepanikan Akibat Coronavirus. Ubah Cemas Jadi Energi Positif
Previous
5 Cara Mengusir Kepanikan Akibat Coronavirus. Ubah Cemas Jadi Energi Positif
Benarkah COVID-19 Bisa Menular Lewat Udara dan Benda Mati?
Next
Benarkah COVID-19 Bisa Menular Lewat Udara dan Benda Mati?
Related Articles
Back to
top