x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Penyebab Infeksi Jamur Vagina yang Harus Diwaspadai


Infeksi-jamur-vagina

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Infeksi jamur vagina merupakan salah satu infeksi yang umum menyerang wanita satu atau dua kali dalam hidupnya. Meski tidak serius, infeksi ini dapat membuat aktivitas kamu terganggu, lho.

Masalah pada organ intim berpeluang untuk mendatangkan penyakit dan memengaruhi kehidupan sosial, seperti kehilangan rasa percaya diri dan stres.

Sekilas vagina hanya tampak seperti organ kecil yang mudah dirawat. Namun, bila dilihat lebih jauh, vagina berhubungan langsung dengan leher rahim dan rahim.

Vagina adalah organ yang lebih kompleks atau rumit dibandingkan kelihatannya. Oleh karena itu, dibutuhkan perawatan yang tepat.

Apa penyebab munculnya infeksi jamur pada vagina?

Lactobacillus acidophilus adalah bakteri baik yang mendiami vagina, bertugas untuk menghasilkan asam yang bertugas dalam menjaga keseimbangan populasi bakteri dan jamur lainnya yang ada di sana.

Keseimbangan populasi ini bisa terganggu oleh banyak hal sehingga dapat menyebabkan infeksi.

Infeksi jamur vagina umumnya disebabkan oleh pertumbuhan jamur Candida albicans yang terlewat batas.

Menjamurnya pertumbuhan jamur ini menyebabkan vagina gatal, terasa panas, sakit saat buang air kecil atau berhubungan seks, dan mengeluarkan keputihan berbau.

Sobat, pertumbuhan jamur ini dapat diperparah akibat berbagai kondisi, seperti :

  1. Pakai celana dalam terlalu ketat

Dilansir dari Prevention, seorang asisten dosen dari Departemen Kebinanan dan Kandungan di NYU Langone Medical Center, Tanareh Shirazian, MD, menyatakan bahwa celana dalam ketat dapat membuat area vagina menjadi lembap sehingga memicu pertumbuhan jamur secara berlebihan.

Ia juga merekomendasikan para perempuan untuk setidaknya dua kali seminggu tidur tanpa celana dalam untuk membiarkan kulit lebih bebas bernapas.

Sebaiknya, pilih kain pakaian dalam yang berbahan katun yang dapat menyerap keringat dan ganti pakaian lembap kamu sesegera mungkin usai beraktivitas.

  1. Perubahan hormon

Ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron saat hamil, menyusui, atau menggunakan pil KB dapat memicu infeksi jamur vagina.

Kadar estrogen yang tinggi dapat membuat vagina menghasilkan lebih banyak glikogen atau simpanan glukosa dalam otot, sehingga jamur tumbuh subur di vagina.

  1. Minum antibiotik

Penisilin, erythromycin, tetrasiklin, dan amoxicillin adalah jenis antibiotik yang digunakan untuk mengobati dan mencegah infeksi dengan membunuh dan menghambat pertumbuhan bakteri.

Namun, kandungan antibiotik ini bisa mengganggu pH alami vagina yang biasanya sedikit asam, dengan membunuh bakteri sehat.

Hal ini mengakibatkan pertumbuhan ragi meningkat dan bisa menyebabkan infeksi jamur pada vagina.

antibiotik

  1. Memiliki diabetes yang tidak terkontrol

Jika diabetes tidak terkontrol, kadar gula darah tubuh bisa melonjak tinggi yang bisa menyebabkan pertumbuhan jamur lebih di daerah vagina karena jaringan lunak di dalam vagina beserta cairan vagina mengandung banyak glukosa.


Baca Juga:


Jamur yang hidup di vagina bisa menyebabkan mereka tumbuh semakin subur dan menjadi infeksi.

Karenanya, penting sekali untuk menjaga kadar gula darah tetap dalam batas normal. Hal ini juga berlaku bagi wanita yang tidak memiliki diabetes sekali pun.

Diabetes

  1. Sistem imun yang lemah

Kondisi yang dapat menyebabkan melemahnya sistem imun di antaranya HIV/AIDS, diabetes, sedang menjalani kemoterapi, baru pulih dari menerima cangkok organ, atau sedang rawat inap di rumah sakit.

Memiliki sistem imun yang lemah atau terganggu dapat mengakibatkan suatu kondisi tertentu dapat membuat tubuh kepayahan untuk melawan infeksi.

  1. Sedang masa kehamilan

Kadar esterogen yang lebih tinggi selama kehamilan membuat vagina menghasilkan lebih banyak glikogen yang membuat jamur lebih mudah untuk tumbuh subur.

Selain ibu hamil, ibu menyusui juga rentan terkena infeksi Candida atas alasan yang sama.

Kehamilan

Sobat, satu hal yang paling mendasar untuk mengurangi risiko kamu terkena infeksi jamur vagina adalah dengan memelihara kebersihan vagina dengan baik. Semoga bermanfaat, ya!

Dayana Cinthya



Buat Tulisan
Apakah Obat Kumur untuk Kesehatan Mulut Baik Dipakai secara Rutin?
Previous
Apakah Obat Kumur untuk Kesehatan Mulut Baik Dipakai secara Rutin?
Cara Membuat Cinnamon Roll dengan Frosting Cream Cheese
Next
Cara Membuat Cinnamon Roll dengan Frosting Cream Cheese
Related Articles
Back to
top