x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Inspiring People   Figure

Sejarah Imam Masjidil Haram Pertama dari indonesia


Durasi Baca: 1 Menit 5 Detik

Memang suatu yang sangat membanggakan menjadi seorang Imam di negeri dimana Rasulullah dilahirkan. Terlebih, jika Imam Masjidil Haram tersebut berasal dari Indonesia. Mungkin, selama ini kita hanya mengetahui hanya orang arab saja yang dapat menjadi Imam besar di Masjidil haram.

Namun, ternyata ada warga Indonesia yang pernah menjadi Imam Masjidil Haram. Ia adalah putra Minang Kabau yang berasal dari Sumatera Barat yang ditunjuk sebagai imam, khatib, sekaligus guru besar di sana.

Memiliki nama lengkap Syaikh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi Rahimahullah, ia menjadi imam besar di Masjidil Haram sekaligus mufti bermahzab Syafi'i yakni ulama yang memiliki wewenang untuk memberikan fatwa pada umat di akhir abad ke-19. Lahir pada 26 Juni 1860 di Sumatera Barat Syaikh Khatib dan pergi ke Kota Makkah di saat usianya masih sangat belia, yaitu pada umur 9 tahun.

Berguru dengan ulama terkemuka dan menjadi guru

Saat di Makkah, pria berdarah kota Gadang tersebut berguru dengan beberapa ulama terkemuka. Saking fasihnya dalam melafalkan Al-Quran, Syaikh Khatib menjadi tiang tengah dalam mahzab Syafi'i ini. Bahkan, muridnya pun sangat banyak hingga ratusan ribu orang datang kepadanya setiap hari untuk meminta diajarkan fiqih Syafi'i.

Ada dua murid yang sudah pasti pernah kita dengar namnaya, Mereka adalah Kyai Haji Hasyim Asy'ari yang mendirikan organisasi Nahdatul Ulama, dan Kyai Haji Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah.


 Baca Juga:


Bukan hanya menguasai ilmu fiqih, Syaikh Khatib juga menguasai aljabar, sejarah, ilmu falak, berhitung, juga geometri.  Saat masih kecil Syaikh Khatib mempelajari agama dari sang ayah, Syaikh Abdul Lathif. Bakatnya terlihat sejak kecil, beliau sudah khatam dan hafal beberapa juz dalam Alquran.

Putra Minang Kabau yang menjadi Imam masjidil haram ini akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 13 Maret 1916. Meskipun begitu, hingga saat ini namanya tetap dikenal terutama di kalangan santri dan penerusnya.

Wah, pastinya sebagai bangsa Indonesia kita turut bangga dengan nama besarnya. Terlebih, beliau masih aktif berbahasa minang semasa hidupnya meskipun sudah lama tinggal di Makkah. Luar biasa ya Sobat?

Fifi Jacob



Buat Tulisan
Makna Gaun Pengantin Muslimah dalam Islam
Previous
Makna Gaun Pengantin Muslimah dalam Islam
Dulu Kumuh, Rumah Kampung di Malang Ini Kini Jadi Tempat Wisata
Next
Dulu Kumuh, Rumah Kampung di Malang Ini Kini Jadi Tempat Wisata
Related Articles
Back to
top