x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Huru-Hara Kehidupan Dunia Maya


Bagai candu yang tak mengenal batas waktu merasuki hati dan pikiran. Semacam memberikan kesempatan bagi burung dalam sangkar untuk bebas berkicau. Suara-suara yang selama ini hanya bisa diteriakan dalam hati, kini bisa bebas tersampaikan. Hingga perang nurani yang membuat merasa dirinya paling benar sendiri.

Media sosial menjadi primadona bagi penggunanya, mengikat setiap individu bersedia tetap menatap kaku layar gadget. Seperti makan sayur tanpa garam, menjalani hari tanpa sosial media pun rasanya ada yang kurang. Sekarang bangun tidur bukannya baca doa tapi malah cari handphone yang ada di samping bantal. Atau mau tidur bukannya shalat isya dulu tapi malah kepo sama timeline mantan. Gak pernah bisa kebayangkan kalau hidup tanpa internet, apalagi kalau sudah ketergantungan berat!

Rela bikin media sosial buat tempat bikin dosa, mulai dari cari makan dengan cara menipu, ikutan nyebarin berita yang belum tentu bener, pamer ibadah sampe bikin cerpen alih-alih dakwah padahal isinya profokasi. Astagfirullah haladzim.. Na’udzubillahi Mindzalik.

Sobat, nikmat yang dikaruniakan oleh Allah SWT akan mendatangkan manfaat bila dilakukan untuk kebaikan namun dapat menjadi bencana bila dilakukan untuk keburukan. Bukankah sebagai manusia yang diberi akal kita bisa lebih bijak dalam menggunakan media sosial? Menggunakannya untuk berbagi informasi yang baik agar tidak menimbulkan fitnah bagi orang lain. Bukan malah menjadi tempat yang penuh dengan caci maki dan adu domba.

Mungkin menggunakan media sosial untuk tetap mengikuti perkembangan zaman diperbolehkan, tapi tetap dalam batas kewajaran. Akan ada dampak buruk yang akan terjadi jika kita terus menghabiskan waktu di media sosial salah satunya adalah dampak bagi kesehatan jasmani maupun rohani, lho!

Daripada membuang waktu dan berdiam diri terhanyut oleh kebiasaan, penting bagi kita untuk mengalihkan pemikiran ke dalam kegiatan yang lebih positif dan lebih sehat agar dapat menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat. Jadi gak perlu terlalu muluk-muluk, teriak sana sini biar dikira keren cukup bersyukur aja dan menikmati hidup, Insyaallah itu cukup.

Semoga Allah selalu melimpahkan rahmatnya kepada kita semua..

Annisa Nurul Haqiqie



Buat Tulisan
DIA Suka Saat Kita Berdoa, Doa Menjadi Aktifitas Pelepas Rindu
Previous
DIA Suka Saat Kita Berdoa, Doa Menjadi Aktifitas Pelepas Rindu
Ketika Pergaulan Membawa Pengaruh Syaitan agar Lupa dengan Al Qur’an
Next
Ketika Pergaulan Membawa Pengaruh Syaitan agar Lupa dengan Al Qur’an
Back to
top