x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Hukum Pasutri Bermesraan Di Depan Umum, Boleh Tidak ya?


Hukum pasutri bermestraan di depan umum

Sumber: imglade.com

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Dalam hubungan rumah tangga, kemesraan antara suami dan istri adalah sebuah keharusan, bahkan hal ini termasuk ke dalam teladan Rasulullah,

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik bagi keluarganya. Dan aku orang yang paling baik bagi keluargaku.” (HR. Tirmidzi). Namun perlu diingat, bermesraan di depan umum juga bisa menjatuhkan suami istri ke dalam perbuatan yang dicela oleh agama, lho. Berkata al imam al Maawardi: “Kemuliaan seseorang adalah dengan tidak menunjukkan di depan umum perilaku yang menjadi ranah privasi.” (Adab ad Dunya wa ad Din). Lalu, bagaimanakah sebenarnya hukum pasutri bermesraan di depan umum? Mari kita simak bahasannya.

Hukum Pasutri Bermesraan Di Depan Umum, Bolehkah?

Sejatinya, hukum pasutri bermesraan di depan umum juga diatur dalam beberapa aspek di Islam. Berikut yang penting untuk diketahui:

1. Bergandengan tangan

Pasangan suami istri yang berpegangan tangan karena kebutuhan seperti ketika menyeberang jalan, ketika melintas di daerah yang ramai, seperti ketika melakukan haji agar tidak menjadi terpisah satu sama lain, maka hukumnya boleh.

Namun jika tanpa tujuan seperti itu, semisal hanya untuk menunjukkan keintiman, ulama berbeda pendapat, sebagian membolehkan sedangkan sebagiannya lagi memakruhkan bahkan ada yang mengharamkan, lho, Moslem Fellas.

Dasar dari pendapat ini adalah karena perilaku tersebut menafikkan sifat malu yang merupakan fitrah manusia dan merupakan bagian dari keimanan. "Rasa malu itu merupakan bagian dari keimanan." (Muttafaq'Alaih).

Sedangkan sebagian ulama lagi mengembalikan kepada adat masyarakat setempat, bila bergandengan tangan pasangan sudah lazim dan tidak dipandang sebagai bentuk keintiman oleh penduduk setempat maka hukumnya boleh, sedangkan jika tidak demikian maka hukumnya tidak diperbolehkan, Moslem Fellas.

Hukum bermesraan di depan umum

Sumber: imglade.com

2. Mencium

Mayoritas ulama mengharamkan aktivitas mencium pasangan di depan umum, karena sudah pasti ini bentuk keintiman yang tidak selayaknya dilakukan di depan orang banyak.


Baca Juga:


Imam Nawawi rahimahullah berkata,

“Bentuk menjaga muru’ah adalah beretika sesuai dengan kondisi waktu dan tempatnya. Karenanya, mencium istri atau budak wanita di hadapan orang termasuk perilaku yang bisa menjatuhkan muru’ah.”

Sedangkan Imam Al Bulqini menjelaskan, bahwa yang dimaksud dengan mencium istri di hadapan orang lain adalah hal-hal yang dapat menimbulkan rasa malu jika diperlihatkan pada orang lain. Maka mencium istri di hadapan keluarga atau di hadapan istri-istri yang lain adalah tidak terbilang meninggalkan kewibawaan (muru’ah), sama halnya mencium kening.

Mencium

Sumber: Pinterest

3. Memeluk Istri

Memeluk istri atau suami di depan umum tidak diperbolehkan menurut mayoritas ulama. Kecuali dengan tujuan tertentu, seperti melindungi atau tujuan semisal. Imam Ahmad berkata:

“Yang menjadi pendapat kami adalah agar dia menyembunyikan semua itu (mencium istri).”

Sebagian orang yang mengumbar kemesraan dengan pasangannya berdalih dengan hadits-hadits Nabi shalallahu’alaihi wassalam ketika bermesraan dengan istrinya, seperti saat nonton bareng dengan Aisyah dan lomba lari, juga ketika Nabi memberikan lututnya kepada Shafiyah untuk dipijak saat naik ke atas unta.

Padahal jika kita melihat kepada makna hadits yang sebenarnya, kita akan dapati bahwa yang dilakukan oleh Rasulullah sangat berbeda dengan kemesraan pasutri di khalayak ramai hari ini.

Jika kita perhatikan, semua yang dilakukan oleh Nabi kepada istri-istrinya merupakan bentuk romantisme beliau dengan tujuan dan kebutuhan.

Itulah hukum pasutri bermesraan di depan umum. Jika kita ingin bermesraan dengan suami atau istri maka lakukan di tempat yang tertutup.

Hindari mengumbar kemesraan yang justru bisa mengurangi nilai kemesraan itu sendiri, apalagi menjatuhkan diri kepada dosa, Moslem Fellas. Wallahu a’lam bishawab.

Nadya Maysyarah



Buat Tulisan
Waspada! Ini Gejala Cacar Monyet dan Pertolongan Pertama yang Harus Dilakukan
Previous
Waspada! Ini Gejala Cacar Monyet dan Pertolongan Pertama yang Harus Dilakukan
Ingin Mengadopsi Anak? Ketahui Hukum Anak Angkat dalam Islam Ini
Next
Ingin Mengadopsi Anak? Ketahui Hukum Anak Angkat dalam Islam Ini
Related Articles
Back to
top