x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI
Ternyata Begini Hukum Menahan Kentut saat Solat

kentut saat solat

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Mengetahui segala macam adab serta tata cara solat adalah kewajiban bagi setiap muslim.

Sebab, solat merupakan perintah wajib yang harus dilakukan pada 5 waktu.

Solat menjadi tiang agama yang bisa diibaratkan sebagai pondasi keimanan seseorang.

Ada 2 kemungkinan saat kita melaksanakan solat, sah atau tidak sah.

Keduanya bisa saja terjadi karena adanya beberapa faktor.

Seperti, saat kita menahan kentut saat solat apakah tak masalah bila kita tetap melanjutkan solat atau harus dibatalkan?

Bagaimanakah Hukum Menahan Kentut saat Solat?

Hukum menahan kentut saat solat dianggap makruh oleh ulama kebanyakan. Artinya memang boleh dikerjakan tetapi akan lebih baik jika ditinggalkan.

Sama halnya dengan pendapat salah satu ulama, yakni Ustadz Abdul Somad yang menyatakan bahwa “Menahan kentut saat solat hukumnya adalah makruh. Jika memang ingin kentut atau buang angin lebih baik solatnya ditunda toh bisa wudhu kembali dan solat dengan tenang.”

Hukum Menahan kentut saat solat Moslem Lifestyle

Dengan begitu, saat solat kita akan merasakan lebih khusyuk dan tidak akan terganggu karena ingin kentut.

Selain karena akan mengganggu kekhusyukan, kentut juga merupakan sesuatu yang akan membatalkan solat.  

Daripada harus mengulang solat saat tidak bisa menahan sehingga batal pada saat rakaat terakhir.


Baca Juga:


Maka sebaiknya dilakukan ketika sudah mulai terasa ingin kentut sehingga tidak akan mengganggu saat solat.

Karena tujuan sebenarnya dari solat adalah mendapatkan kekhusyukan untuk menaati segala perintah Allah.

Jadi, bisa dikatakan yang menjadi alasan hukum menahan kentut adalah makruh. Karena menahan kentut dapat menghilangkan kekhusyukan seseorang saat solat.

Bahkan dalam sebuah riwayat,

hukum menahan kentut

Tidak ada shalat di hadapan makanan, begitu juga tidak shalat sedang ia menahan air kencing dan air besar’. Dalam hadits-hadits ini mengandung kemakruhan shalat ketika makanan dihidangkan dimana orang yang sedang shalat itu ingin memakannya. Hal ini dikarenakan akan membuat hatinya kacau dan hilangnya kesempurnaan kekhusu’an. Kemakruhan ini juga ketika menahan kencing dan buang air besar. Dan di-ilhaq-kan dengan hal tersebut adalah hal sama yang mengganggu hati dan menghilangkan kesempurnaan kekhusu’an. Hukum kemakruhan ini menurut mayoritas ulama dari kalangan kami (madzhab syafii) dan lainnya. Demikian itu ketika waktu shalatnya masih longgar.”(Muhyiddin Syaraf an-Nawawi, al-Minhaj Syarh Muslim bin al-Hajjaj, Bairut-Dar Ihya` at-Turats al-‘Arabi, cet ke-2, 1393 H, juz, 5, h. 46)

Di samping itu, ada hal-hal lain yang lebih baik tidak dilakukan ketika solat, yaitu:

  1. Tidak melakukan solat ketika hendak menahan hadas: Maksudnya adalah hadas besar maupun kecil atau menahan kencing dan buang air ketika hendak melakukan solat. Jika keinginan ini sudah ada sebelum dimulainya solat sebaiknya dilakukan segera.
  2. Jika tidak terlalu kebelet boleh ditahan: Rasa kebelet maksudnya adanya perasaan ingin buang air besar dan buang air kecil yang tidak tetahankan. Namun, jika perasaan ingin buang hadas tersebut masih bisa ditahan dan tidak akan mengganggu solat maka diperbolehkan.

Begitulah kiranya hukum menahan kentut saat solat yang ada berdasarkan berbagai pendapat ulama.

Karena hal ini juga bisa dibilang adab dalam melaksanakan solat tentu Allah tidak akan memberikan kesulitan bagi hambaNya untuk melakukan.

Jadi, jika hal ini sering dialami saat solat, sudah seharusnya kita mengambil keputusan yang menurut diri kita terbaik. 

Annisa Nurul Haqiqie



Buat Tulisan
4 Cara Mengolah Daun Kenikir yang Tepat agar Mendapatkan Manfaatnya
Previous
4 Cara Mengolah Daun Kenikir yang Tepat agar Mendapatkan Manfaatnya
Bagaimana Hukum Berzikir Memakai Jari dalam Islam?
Next
Bagaimana Hukum Berzikir Memakai Jari dalam Islam?
Related Articles
Back to
top