x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Ini Hukum Membaca Zodiak Dalam Islam, Tidak Boleh Disepelekan!


Hukum-Membaca-Zodiak-Dalam-Islam

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Setiap muslim wajib beriman pada takdir Allah (Qada dan Qadar), menyadari bahwa segala sesuatu yang terjadi merupakan kehendak Allah.

Namun, sebagian dari kita justru penasaran akan kehidupan masa depan hingga akhirnya memutuskan untuk membaca ramalan zodiak yang banyak beredar.

Tak sedikit bahkan yang memercayai ramalan tersebut. Lalu, bagaimana hukum membaca zodiak dalam Islam yang sebenarnya?

Hukum Membaca Zodiak Dalam Islam, Ketahui Asalnya!

Sebelum membahas hukum membaca zodiak dalam Islam lebih lanjut, ketahui dulu kalau zodiak lahir dari ilmu astronomi.

Astronomi sendiri merupakan cabang ilmu alam yang melibatkan pengamatan benda-benda langit (seperti bintang, planet, komet, nebula, gugus bintang, atau galaksi) serta fenomena-fenomena alam yang terjadi di luar atmosfer bumi.

Tentu ilmu ini termasuk ilmu pengetahuan alam, yang hukum asalnya adalah mubah. Ilmu ini mengamati pergerakan bintang, bulan, matahari dan benda langit lainnya.

Namun, ilmu astronomi justru disalahgunakan sebagai landasan meramal masa depan sehingga sangat kental dengan unsur mistis, dan ditunggangi dengan ideologi.

Ilmu astrologi yang tersebar di masyarakat pun akhirnya menggunakan pendekatan ideologi dan mitos daerah masing-masing.

Inilah yang melahirkan adanya astrologi barat, astrologi tiongkok, astrologi weda (Jyotish), primbon, dan masih banyak yang lainnya. Semua hal ini tidak lepas dari mitos paganisme.

Penentuan Zodiak yang Umum

Seseorang akan menyandang tanda zodiaknya berdasarkan kedudukan matahari di dalam zodiak sesuatu tanggal dan bulan kelahirannya.

Misalnya, orang yang lahir awal November akan berzodiak Scorpio, karena pada tanggal tersebut Matahari berada di wilayah rasi bintang Scorpio.

Kedudukan Matahari dibedakan antara waktu tropikal dan waktu sideral yang menyebabkan terdapat dua macam zodiak, yakni zodiak tropikal dan zodiak sideral. Nah, sebagian besar astrologer Barat menggunakan zodiak tropikal.

Di bola langit terdapat garis khayal yang disebut dengan lingkaran ekliptika, yang mana keduabelas zodiak dari rasi bintang tersebut berada di wilayah langit yang memotong lingkaran ekliptika tersebut. Jadi dapat disimpulkan zodiak adalah semua rasi bintang yang berada di sepanjang lingkaran ekliptika.

Bagaimanakah-hukum-membaca-zodiak-dalam-Islam

Dalil Hukum Membaca Zodiak

Zodiak atau ramalan bintang yang beredar biasanya berisi tentang ramalan keadaan asmara, keuangan, kesuksesan seseorang di masa akan datang (seminggu atau sebulan ke depan).

Hukum membaca ramalan bintang dengan hukum mendatangi tukang ramal yang mengklaim mengetahui perkara yang ghoib dinilai sama hukumnya karena sama-sama mempertanyakan hal ghoib di masa akan datang, dan hukumnya tentu saja haram, Moslem Fellas.


Baca Juga:


Syaikh Sholih Alu Syaikh mengatakan,

“Jika seseorang membaca halaman suatu koran yang berisi zodiak yang sesuai dengan tanggal kelahirannya atau zodiak yang ia cocoki, maka ini layaknya seperti mendatangi dukun. Akibatnya cuma sekedar membaca semacam ini adalah tidak diterima shalatnya selama empat puluh hari. Sedangkan apabila seseorang sampai membenarkan ramalan dalam zodiak tersebut, maka ia berarti telah kufur terhadap Al Qur’an yang telah diturunkan pada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Hanya Iseng Membaca = Shalat Tidak Diterima Selama 40 Hari

Saat seseorang hanya sekedar membaca zodiak atau ramalan bintang, walaupun tidak mempercayai ramalan tersebut atau tidak membenarkannya alias iseng-iseng, maka itu tetap haram. Dampaknya adalah shalatnya tidak diterima selama 40 hari, lho, Moslem Fellas.

“Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal, maka shalatnya selama 40 hari tidak diterima.” [HR. Muslim no. 2230].

Maksud dari tidak diterimanya shalat selama 40 hari ini dijelaskan oleh Imam Nawawi,

“Adapun maksud tidak diterima shalatnya adalah orang tersebut tidak mendapatkan pahala shalat. Namun shalat yang ia lakukan tetap dianggap dapat menggugurkan kewajiban shalatnya dan ia tidak butuh untuk mengulangi shalatnya.”

Percaya dan Meyakini Ramalan = Kufur

Saat seseorang membenarkan atau meyakini isi ramalan tersebut, maka orang tersebut dianggap telah mengkufuri Al Qur’an yang menyatakan hanya di sisi Allah pengetahuan ilmu ghoib.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu ia membenarkannya, maka ia berarti telah kufur pada Al Qur’an yang telah diturunkan pada Muhammad.”[HR. Ahmad, no. 9532].

Kufur

Berbeda jika seseorang membaca ramalan untuk membantah dan membongkar kedustaannya, nah hal itu justru wajib. Hukum-hukum ini juga berlaku untuk ramalan lain selain dengan ramalan bintang, lho. Itulah hukum membaca zodiak dalam Islam, ya. Serahkan segalanya kepada Allah, Sang Punya Kehidupan. Sudahi membaca, apalagi memercayai zodiak, dosanya seram! Naudzubillah.

Nadya Maysyarah



Buat Tulisan
Resep Pempek Kapal Selam Asli Palembang Wajib Coba
Previous
Resep Pempek Kapal Selam Asli Palembang Wajib Coba
Minta Ditraktir Sama Dengan Mengemis? Ini Hukum Meminta-minta dalam Islam
Next
Minta Ditraktir Sama Dengan Mengemis? Ini Hukum Meminta-minta dalam Islam
Related Articles
Back to
top