x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Hukum Masturbasi dalam Islam serta Dampaknya Bagi Fisik dan Psikis


Hukum masturbasi dalam Islam

Sumber: Unsplash

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Masturbasi merupakan tindakah pemuas syahwat dengan merangsang alat kelamin sendiri. Menurut penelitian yang dilakukan ahli seksologi, masturbasi jauh lebih banyak dilakukan oleh kaum lelaki, dibandingkan pada perempuan.

Dilansir dari laman Rumaysho, masturbasi sendiri dikenal dengan istilah istimna', atau mengeluarkan air mani tanpa melalui senggama atau jima’, baik dilakukan dengan cara yang haram melalui tangan, atau dengan cara yang mubah melalui tangan pasangannya.

Dalam bahasa sehari-hari, masturbasi pada laki-laki dikenal dengan ‘onani’, sedangkan pada perempuan dikenal dengan istilah ‘masturbasi’, dan keduanya sama-sama dilakukan sendiri. Lalu, bagaimanakah hukum masturbasi dalam Islam? Simak yuk pembahasannya!

Hukum Masturbasi dalam Islam dan Dampaknya Bagi Kesehatan

Masturbasi atau onani adalah perbuatan yang tidak baik, tercela, dan termasuk dosa besar karena syara'. Rasulullah pun pernah memperingatkan akan dampaknya pada penyakit-penyakit tubuh.

Allah ta'ala berfirman:

“Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al Ma’arij: 29-31)

Dalam ayat di atas, orang yang melampaui batas dimaksudkan pada orang yang zholim dan berlebih-lebihan.

Allah mengharamkan seorang yang bercumbu selain pada suami atau istrinya, Moslem Fellas. Maka, hukum masturbasi dalam Islam ataupun onani adalah haram. Lalu, apa dampak negatif dari masturbasi?

Mengutip dari Islami.co, perbuatan masturbasi akan berdampak bahaya pada kesehatan badan dan akal pikiran, sepeti tubuhnya kurus, kedua matanya cekung dan membiru, wajahnya pucat, dan sebagainya.

Apa saja hukum dalam Islam

Sumber: Unsplash

“Adapun kerusakan yang menimpa pada fisik, ulama mengatakan: 'barangsiapa yang melakukan terus menerus (masturbasi/onani) tubuhnya akan mengalami kurus (lemah), kaki bagian betisnya kendor, kedua matanya cekung serta membiru, aura wajahnya pucat, kedua tangannya lemah, tulangnya mengecil, badannya gemetar ketika diajukan pertanyaan kepadanya serta kepalanya akan menunduk, dan menyebabkan lemahnya organ produksi (seks). Sementara kerusakan pada akal (psikis) akan menyebabkan seseorang cenderung berpikiran lemah/rendah, berwatak keras, ceroboh, sering marah hanya dengan masalah sepele, keras kepala, dan tidak memiliki pendirian yang tetap pada perilakunya, menjadikan jauh dari temannya, dan suka menyendiri. Menurut pendapat, bahwa melakukan satu kali onani sama dengan 12 kali dari jimak (bersetubuh).” (Hikmah at Tasyri’ wa Falsafatuhu, juz 2 halaman 191-192).

Selain itu, berikut ini beberapa dampak negatif yang juga dapat dirasakan ketika seseorang melakukan masturbasi ataupun onani:

  • Onani dan masturbasi berlebihan dapat menyebabkan kebodohan, karena selalu membayangkan hal-hal porno dan orientasi pikiran selalu negatif;
  • Sulit menikmati hubungan seks yang sebenarnya dengan istri atau suami;
  • Selalu merasa bersalah. Terlalu sering onani menimbulkan rasa minder dan tidak percaya diri di lingkungan sosial;
  • Bagi perempuan muda yang sering masturbasi, maka bisa merobek lapisan hymen keperawanannya.
  • Menjadi lebih sering melamun dan memikirkan hal negatif, baik sendiri maupun di tempat ramai.

Baca Juga:


Dengan penjelasan di atas, maka hukum masturbasi dalam Islam diharamkan karena menimbulkan dampak negatif baik menurut syara' maupun kesehatan fisik dan psikis. Nah, bagaimanakah cara mengendalikan hawa nafsu tersebut?

Islam mengajarkan untuk mengendalikan hawa nafsu dengan berpuasa, Moslem Fellas. Nabi Muhammad menyatakan sunnah kepada para pemuda yang sudah sanggup berumah tangga agar menikah.

“Wahai para pemuda, barangsiapa yang memiliki baa-ah (kemampuan untuk menikah), maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagai obat pengekang baginya.” (HR. Bukhari no. 5065 dan Muslim no. 1400).

Bagi mereka yang belum sanggup untuk melakukan ibadah menikah karena berbagai sebab, disarankan mendekatkan diri kepada Allah dengan berpuasa dan menjalankan ibadah-ibadah sunnah lainnya. Jagalah diri kita mulai sekarang, Moslem Fellas!

Nadya Maysyarah



Buat Tulisan
Sudah Tahu 5 Fakta Tentang Jerman tentang Muslim Ini?
Previous
Sudah Tahu 5 Fakta Tentang Jerman tentang Muslim Ini?
Suka Dandan? Ini Hukum Makeup dalam Islam
Next
Suka Dandan? Ini Hukum Makeup dalam Islam
Related Articles
Back to
top