x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Adakah Hukum Karma Dalam Islam?


Hukum-karma-dalam-Islam

Sumber: unsplash

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Sampai saat ini masih banyak orang yang mempercayai karma. Tak jarang orang menjadikan hukum ini hukum tertinggi dan ‘dibawa’ ke manapun ia pergi. Lalu, apa sih sebenarnya hukum karma? Dan adakah hukum karma dalam Islam?

Apa itu Hukum Karma?

Ada beberapa poin dari penjelasan mengenai apa itu hukum karma berdasarkan berbagai sumber,

  1. Merupakan hukum sebab-akibat, ada aksi dan ada reaksi. Jika berbuat baik, maka akan mendapat balasan baik, jika berbuat buruk maka akan mendapatkan balasan buruk juga.
  2. Menebak hal ghaib, semisal menebak bahwa seseorang mendapatkan hal buruk ini karena perbuatan buruknya yang pernah dilakukan sebelumnya.
  3. Adanya keyakinanan rienkarnasi kembali ke dunia setelah kematian, sebagai akibat perbuatannya yang lalu pada kehidupan sebelumnya

Dalam Al-Muasu’ah Al-Muyassarah dijelaskan,

Karma menurut ajaran hindus adalah “hukum balasan” yaitu aturan ilahi yang berdasarkan keadilan murni. Keadilan ini terjadi bisa jadi pada kehidupan saat ini atau di kehidupan yang akan datang. Balasan kehidupan ini akan terjadi pada kehidupan selanjutnya. Bumi adalah tempat ujian sebagaimana juga sebagai tempat balasan kebaikan dan keburukan.”

Hukum Karma Dalam Islam

Agama Islam tidak membenarkan ajaran karma dengan pengertian di atas, Moslem Fellas. Dari poin di atas, berikut beberapa kesimpulan yang menunjukkan kesesatan keyakinan hukum karma dalam Islam.

Adakah-hukum-karma-dalam-Islam

Sumber: unsplash

1. Keyakinan yang tidak benar

Hukum karma dalam Islam merupakan keyakinan dan aqidah palsu, buatan manusia, sama sekali tidak dibangun berdasarkan dalil wahyu ilahi yang makshum dari kesalahan.


Baca Juga:


Keyakinan ini murni turunan dari aqidah sesat agama berhala yang mana Islam tidak menuhankan benda atau makhluk apapun.

2. Melenceng dari ajaran agama Islam

Banyak orang meyakini bahwa hukum karma dianggap aturan yang berlaku bagi semua makhluk, semua makhluk pun harus tunduk pada aturan ini. Karma dianggap bisa mengatur takdir dan memberikan balasan terhadap semua amal makhluk.

Padahal hal ini melenceng dari ajaran agama Islam, Moslem Fellas. Sebab hanya Allah-lah al-Muhaimin (Yang Mutlak mengatur), Dia yang mengatur segala urusan dan Dia-lah yang menghisab perbuatan manusia. Itulah sebabnya hukum karma dalam Islam merupakan keyakinan yang salah.

3. Penyelewengan aturan Allah

Kepercayaan terhadap karma merupakan bagian dari aqidah yang batil, bisa mengantarkan manusia pada tingkatan ‘bebas’ selamanya.

Itulah tujuan hidup tertinggi menurut segelintir orang. Di sisi lain, karma merupakan balasan bagi setiap perbuatan yang dilakukan oleh manusia.

Oleh karena itu, orang tidak bisa lepas dari hukum ini, selama karma masih ada, begitulah yang diucap mereka yang memercayai hukum karma.

Itulah penjelasan hukum karma dalam Islam. Cukuplah kita serahkan urusan kita kepada Allah, Allah Sang Maha Mengetahui apa yang tidak kit ketahui.

“Siapa yang beramal kebaikan seberat telur semut, Dia mengetahuinya, dan siapa yang mengamalkan keburukan seberat telur semut, Dia mengetahuinya.” (QS. Az-Zalzalah: 7- 8)

Ingat, selalu berbuat baik karena Allah, ya, Moslem Fellas.

Nadya Maysyarah



Buat Tulisan
Inilah Pengaruh Gaya Makan Cepat Atau Lambat Pada Tubuh
Previous
Inilah Pengaruh Gaya Makan Cepat Atau Lambat Pada Tubuh
Mengenal Self Love: Sebuah Aksi Mencintai Diri Tanpa Berbangga Diri
Next
Mengenal Self Love: Sebuah Aksi Mencintai Diri Tanpa Berbangga Diri
Related Articles
Back to
top