x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Hukum Bunga Bank Menurut Islam Wajib Diketahui


Hukum-Bunga-Bank-Menurut-Islam

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Di zaman modern ini, peran bank memang menjadi sangat penting bagi masyarakat.

Mulai dari menyimpan, meminjam, hingga melakukan transaksi-transaksi keuangan secara cepat, semua hal tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan jasa bank sebagai perantara.

Lantas, bagaimana hukum bunga bank menurut Islam?

Hukum Bunga Bank Menurut Islam, Para Nasabah Harus Tahu

Apa sih Bunga Bank Itu?

Sebelum berbicara soal hukum bunga bank menurut Islam, kurang rasanya jika tidak menyinggung soal bunga.

Adapun bunga bank merupakan imbalan jasa atas pinjaman uang atau harga dari penggunaan uang.

Dengan kata lain, bunga merupakan kompensasi yang diberikan dari sang peminjam uang (nasabah) kepada pemberi pinjaman (bank) atas ketersediaannya meminjamkan uang.

Inilah-hukum-bunga-bank-menurut-Islam

Jenis Suku Bunga Bank

Nah, bunga bank punya 2 jenis, ada suku bunga kredit dan suku bunga simpanan. Suku bunga kredit merupakan sumber pendapatan bagi bank, sedangkan suku bunga simpanan merupakan beban pengeluaran untuk bank sendiri.

Oleh sebab itu, mayoritas bank akan menagihkan suku bunga kredit lebih tinggi daripada suku bunga pinjaman.


Baca Juga:


Hukum Bunga Bank Dalam Islam

Dalam bahasa Arab bunga bank itu disebut dengan fawaid.

Fawaid merupakan bentuk plural dari kata ‘faedah’ artinya suatu manfaat. Namun, tidak seindah sebutannya, nyatanya bunga ini adalah bonus yang diberikan oleh pihak perbankan pada simpanan dari nasabah, yang aslinya diambil dari keuntungan dari utang-piutang yang dilakukan oleh pihak bank, lho.

Dalam Islam, keuntungan sekecil apapun yang diambil dari utang piutang tetap tidak diperkenankan, dan hal ini merupakan riba.

Berdasarkan Al Qur’an, hadits dan ijma’ (kesepakatan) ulama, riba termasuk hal yang dilarang dan hukumnya haram.

Para ulama sepakat akan keharaman dari pengambilan keuntungan bersyarat yang diambil dari utang piutang. Tentu yang dilakukan pihak bank walaupun mereka namakan itu pinjaman, tetapi nyatanya itu bukanlah pinjaman.

Bagaimanakah-hukum-bunga-dalam-bank

Allah Melarang Riba

Al-Qur’an juga secara gamblang melarang riba atau bunga bank. Hal ini tertulis dalam Alquran yang artinya,

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut).” (QS. Al Baqarah: 278)

“Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan).” (QS. Al Baqarah: 275)

Jika hukum bunga bank menurut Islam itu termasuk riba, artinya haram, maka haram juga untuk dimanfaatkan.

Bagi yang dalam keadaan darurat menggunakan bank untuk penyimpanan uang, maka bunga bank tersebut haram dimanfaatkan.

Para ulama juga mengatakan bahwa bunga bank tersebut tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi, tapi disalurkan untuk kepentingan sosial seperti pembangunan jalan, dan semacamnya.  Wallahu’alam bishawab.



Buat Tulisan
Kesalahan-kesalahan Dalam Membaca Al-Qur’an Harus Tahu!
Previous
Kesalahan-kesalahan Dalam Membaca Al-Qur’an Harus Tahu!
5 Tempat Instagramable di Bandung Wajib Kunjung
Next
5 Tempat Instagramable di Bandung Wajib Kunjung
Related Articles
Back to
top