x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Sejatinya Hewan pun Berdzikir Dengan Cara yang Tidak Kita Tahu


Durasi Baca: Hanya 1,5 Menit

Sadar atau tidak, dalam bergulirnya siang dan malam dan segala kesibukan manusia, serta panas terik dan dinginnya malam terdapat sebuah hikmah dan pesan dari Allah.

Di balik nyanyian merdu burung di tengah pelosok hutan, adzan yang berkumandang memanggil kita shalat yang tak hentinya di seluruh bumi, hingga sinergisnya siang dan malam bergantian adalah tanda memuji kebesaran dan patuh pada perintah pada Sang Pemilik Kehidupan.

Sesungguhnya semua makhluk di muka bumi dan di seantero langit, tak terkecuali hewan pun berdzikir memuji Allah SWT. Dalam Alquran telah disebutkan,

“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (Qs. Al-Israa’: 44)

Mengapa kita tidak bertasbih, sementara makhluk lain melakukannya?

Alam semesta ini memang begitu besar, sudah bisa kita imani sendiri bagaimana Allah SWT selaku pencipta yang tentu jauh lebih besar.

Gunung dan burung bertasbih dengan melaksanakan tanggung jawab mereka, demi proses alam berjalan dengan lancar dan teratur. Alam bertasbih pula dengan terus patuh pada aturan yang ditetapkan oleh Allah. Dalam surah al-Anbiyaa, ayat 79, Allah berfirman,

“…telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud.”


Baca juga:


Terlebih, hewan yang tak jarang kita anggap remeh sekalipun senantiasa tulus untuk memuji-Nya, misalnya seperti semut dan katak juga tak lupa berzikir kepada Allah. Rasulullah SAW pernah bersabda, suara katak itu tasbih tengah memuji Allah. (HR. al-Nasai). Terdapat pula dalam hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar,

“Janganlah kamu membunuh katak karena bunyi menguaknya adalah tasbih.” Selain itu, hadist dari Anas bin Malik, “Janganlah engkau membunuh katak, sebab ia pernah melintas di atas api Ibrahim serta membawa air di dalam mulutnya dan menyemburkannya ke atas api tersebut.”

Dari segala ciptaan Allah yang terkecil seperti inti atom, hingga yang sangat besar seperti matahari dan bintang-bintang lain yang lebih besar di galaksi ini semuanya membuktikan dan bertasbih memuji-Nya. Hewan pun berdzikir dari yang golongan kecil, yakni para semut. Diriwayatkan Abu Hurairah ra,

"Dari Rasulullah SAW, sesungguhnya pernah seekor semut menggigit salah seorang Nabi lalu Nabi tersebut menyuruh agar membakar sarang semut tersebut. Namun, Allah menurunkan wahyu kepadanya, Apakah hanya gara-gara seekor semut menggigitmu, lantas kamu akan binasakan satu umat yang senantiasa membaca tasbih.”

Manusia sejatinya diciptakan dalam bentuk terbaik dan dimuliakan dengan akal pikiran, karunia Allah selanjutnya ialah diturunkannya beragam rizki agar manusia mampu bertahan hidup di bumi ini. Allah berfirman,

“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS. Al Mukminun: 115)

Bila katak, semut, burung, dan segala yang ada di alam semesta ini patuh dan tuduk pada Allah, itulah alasan nyata kita harus beribadah kepada Dzat Maha Pemberi. Begitulah Allah kerap menyinggung nalar kita untuk berpikir. Semoga Allah selalu menuntun kita kepada petunjuk dan keridhaan-Nya. Aaamiin.

Danur K Atsari



Buat Tulisan
6 Fakta Unik Soal Rendang, Si Pemenang Kuliner Terlezat di Dunia
Previous
6 Fakta Unik Soal Rendang, Si Pemenang Kuliner Terlezat di Dunia
Keistimewaan Buah Langsat untuk Memiliki Wajah Cerah Alami
Next
Keistimewaan Buah Langsat untuk Memiliki Wajah Cerah Alami
Related Articles
Back to
top