x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Inspiring People   Figure

Makna Hari Perempuan Internasional, Menjadi Tangguh Dalam Hidup Penuh Gemuruh


Perempuan mana tidak ikut merintih jika ada seorang perempuan yang terancam keselamatannya? Disakiti oleh orang yang paling dicintainya, mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari lingkungan sekitar, padahal ia hanya ingin hidup aman dan bahagia selayaknya manusia. Sesungguhnya kaum perempuan itu kuat dan tidak layak untuk ditempatkan pada posisi lebih rendah dari siapapun, hanya karena ia seorang perempuan.

Dunia memperingati Hari Perempuan Internasional bersama-sama untuk mengangkat isu ketidaksetaraan ini sekaligus pada saat yang sama merayakan berbagai pencapaian perempuan yang telah mampu mendobrak berbagai hambatan terkait dengan ketidaksetaraan gender.

 

Kilas Sejarah Hari Perempuan Internasional

Clara Zetkin, pemimpin dari kaum perempuan kantor Partai Sosialis Demokrat Jerman mengangkat ide tentang Hari Perempuan Internasional pada tahun 1910. Dalam idenya tersebut tertuang saran agar setiap negara perlu merayakan hari itu setiap tahun guna mendorong tuntutan-tuntutan mereka. Pada saat itu terutama mengenai hak-hak perempuan untuk memberikan suara, pembayaran upah yang lebih baik, dan jam kerja karyawan yang lebih manusiawi.


 Baca Juga:


Ada lebih dari 100 perempuan dari 17 negara di satu konferensi menyepakati saran Zetkin sehingga terbentuklah Hari Perempuan Internasional. Hari Perempuan Internasional pertama kali dirayakan di Jerman, Austria, Denmark, dan Swiss pada tanggal 19 Maret 2011. Sampai dua tahun kemudian, 2013, diputuskan mengubah tanggal peringatan Hari Perempuan Internasional menjadi 8 Maret, dan sejak itu diperingati di tanggal yang sama hingga kini.

Kisah Inspiratif Malala Yousafzai, Muslimah Muda nan Tangguh

Sebagai perempuan, pernahkah kamu berpikir mengapa kamu harus tangguh di segala situasi? Mengapa bertahan demi kebaikan bersama jauh lebih bisa membawa kebaikan pula bagi hidupmu?

 

Malala Yousafzai, seorang aktivis muda Pakistan yang pernah menjadi sasaran tembak bagian kepalanya oleh Taliban. Malala nyaris tewas akibat ditembak kepalanya oleh milisi Taliban saat dalam perjalanan ke sekolah di Lembah Swat di Pakistan, tempat asalnya.

Malala telah mendapat hadiah status kewarganegaraan kehormatan dari Kanada, sekaligus menjadi perempuan penerima termuda Hadiah Nobel Perdamaian, yakni saat usianya 17 tahun.

Aktivis HAM ini merupakan orang keenam yang secara resmi diberikan status kewarganegaraan oleh Kanada. Upacara pemberian hadiah kewarganegaraan tersebut digelar di Ottawa, pada April 2017. Malala yang kini statusnya masih mahasiswi menjadi tamu parlemen Kanada (House of Commons) bersama ayahnya, Ziauddin Yousafzai, dan ibunya, Toor Pekai Yousafzai.

Selama ini memang Malala aktif menyerukan perlawanan terhadap terorisme global. Perempuan tangguh ini kerap mengirim pesan kuat terhadap kelompok teroris yang bertindak mengatasnamakan Islam. Tak jarang keberanian itu telah membuatnya menerima banyak ancaman pembunuhan. Sejak serangan itu, Malala tinggal di Birmingham karena mendapatkan pertolongan nyawa dari Negara Inggris.

Cerita tersebut mungkin bisa menginspirasi kita sebagai kaum perempuan juga bisa menyerukan suara, demi kebaikan hidup bersama. Hanya perlu diingat, memaknai Hari Perempuan Internasional tidak harus selalu dengan turun medan perang. Lakukanlah mulai dari hal kecil yang bermakna besar, karena kaum perempuan juga tangguh dalam hidup yang penuh gemuruh.

Fifi Jacob



Buat Tulisan
Jarang Orang Tahu, Ini Dia Keunikan Dari Motif Kain Batik Kudus
Previous
Jarang Orang Tahu, Ini Dia Keunikan Dari Motif Kain Batik Kudus
3 Tips Sederhana Melahirkan Normal Tanpa Jahitan
Next
3 Tips Sederhana Melahirkan Normal Tanpa Jahitan
Related Articles
Back to
top