x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Hari AIDS Sedunia, Berani Bantu Kurangi Beban Penderita


Dikucilkan, dihindari, hingga diasingkan. Begitulah kurang lebih sikap masyarakat terhadap ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) sampai saat ini. Bahkan tak hanya dari masyarakat sekitar, namun juga keluarga sendiri.

Melihat fenomena tersebut, bagaimana tidak justru jadi banyak orang akan menutupi dirinya saat divonis terinfeksi HIV? Bagi penderita diagnosis AIDS saja ibaratnya hukuman mati, ditambah masalah utama bagai lembah tak berdasar karena tak ada orang yang bersedia membantu. Hanya karena sebagian besar orang sudah menelan mentah-mentah soal AIDS yaitu penyakit yang ditularkan akibat perilaku menyimpang penderitanya alias “salah sendiri”.

Pentingnya uluran tangan untuk penderita AIDS

Sebenarnya penyakit AIDS yang disebabkan oleh infeksi virus HIV, telah dikenal publik sejak tahun 1981. Saat itu, asal usul HIV terletak di Afrika, namun Amerika Serikatlah yang pertama kali menyadarkan publik bahwa ada penyakit baru yang menyerang sistem kekebalan tubuh penderitanya dengan proses penyebaran sangat cepat. Rekomendasi tentang peringatan pertama Hari AIDS Sedunia diselenggarakan pada 1 Desember 1988, setelah selesai periode pemilihan umum di AS.

Adanya pembedaan perlakuan sejatinya menjadi masalah besar yang dihadapi para pengidap HIV/AIDS. Dalam jangka panjang orang-orang yang mengidap HIV mengalami berbagai masalah, seperti sulit mendapat pekerjaan atau untuk bepergian atau dalam bersosialisasi. Maka menggalakkan penyuluhan soal HIV/AIDS pada masyarakat merupakan hal yang penting untuk menghapus stigma ini.


 

Baca Juga:


Memaknai Hari AIDS Sedunia perlu dilakukan untuk meningkatkan kepedulian kita juga terhadap sesama manusia, terutama para ODHA. Diskriminasi biasanya timbul akibat minimnya pengetahuan mengenai penyakit ini, serta rasa ketakutan yang berlebihan akan tertular.

Hal ini semakin diperburuk dengan kenyataan bahwa penyakit ini dianggap sangat mematikan dan belum ditemukan obatnya sampai saat ini. Lantas, fakta apa yang seharusnya kita ketahui bersama soal HIV/AIDS? Berikut beberapa di antaranya.

  • Ada lebih dari 35 juta warga dunia positif HIV. Sepertiga di antaranya hidup di Afrika Sub-Sahara. Afrika Selatan merupakan negara yang paling parah terjangkit HIV, dengan perbandingan satu dari enam orang mengidap HIV.
  • HIV/AIDS tidak dapat disembuhkan, tapi dapat dikendalikan. Obat-obatan tipe anti-retroviral (ARV) mencegah virus berlipat ganda di dalam tubuh penderita. Penerapan terapi anti-retroviral mencakup tiga atau lebih obat yang harus diminum pasien selama hidupnya. Dengan demikian laju kematian dari HIV bisa dikurangi sebesar 80 persen.
  • Perempuan lebih berisiko dibandingkan laki-laki. Pada hubungan seks antar heteroseksual, virus AIDS lebih mudah ditularkan dari lelaki ke perempuan ketimbang sebaliknya. Tetapi jika seorang laki-laki sudah disunat, risiko penularan ke perempuan berkurang hingga 60 persen

  • Keluarga aman tinggal serumah dengan penderita AIDS. Caranya adalah memastikan bahwa tidak seorang pun melakukan kontak dengan darah penderita, atau sekresi vaginal. Walaupun virus dapat dideteksi melalui liur, feses, urin, mukosa, pernafasan, atau sekresi tubuh lainnya, AIDS tidak menular hanya dengan menyentuh cairan tubuh ini.
  • Masa inkubasi penyakit terbilang lama. Diperlukan enam minggu bagi seseorang yang terjangkit untuk mengembangkan antibodi, dan tes HIV tidak efektif pada periode ini. Penderita juga mengalami yang disebut infeksi HIV awal, yang gejalanya sangat mirip flu biasa. Beberapa pekan setelah terinfeksi, sistem imunitas tubuh untuk pertama kalinya mulai bereaksi terhadap virus.

 Penanganan HIV/AIDS bukan semata urusan membangun infrastruktur dan memperkuat layanan kesehatan. Sisi lainnya adalah penguatan dari sisi sosial, komunitas untuk saling membantu para penderita untuk mendapatkan perawatan sekaligus memberikan sosialisasi pencegahan. Semoga dengan adanya Hari AIDS Sedunia turut membuka wawasan kita terhadap penyakit yang satu ini.

Danur K Atsari



Buat Tulisan
Memperingati Maulid Nabi Dalam Pandangan Islam
Previous
Memperingati Maulid Nabi Dalam Pandangan Islam
3 Cara Menghilangkan Kantung Mata yang Mengganggu Penampilan
Next
3 Cara Menghilangkan Kantung Mata yang Mengganggu Penampilan
Related Articles
Back to
top