x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

5 Hal yang Tidak Boleh Dikatakan Pada Orang Depresi


Hal-yang-Tidak-Boleh-Dikatakan-Pada-Orang-Depresi

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Masalah depresi masih dianggap tabu oleh masyarakat Indonesia, padahal depresi merupakan gangguan mental yang sangat serius dan tidak boleh disepelekan.

Bagi sebagian orang yang belum paham akan kesehatan mental satu ini akan menganggap bahwa depresi tidak berbeda dengan perasaan sedih yang memang akan menghampiri semua orang, tapi hal ini salah besar.

Pengidap depresi memang akan merasa sangat sedih, lesu dan tidak termotivasi, tapi kasusnya berbeda dari rasa sedih biasanya.

Depresi dapat berlangsung selama dua minggu atau lebih, dan penderitanya akan merasa putus asa dan merasa tidak pantas.

Jangan sampai ternyata kamu masih juga berkata tentang hal yang tidak boleh dikatakan pada orang depresi.

Hal yang Tidak Boleh Dikatakan Pada Orang Depresi, Catat Sekarang!

Oleh sebab itulah masih banyak yang belum mengetahui cara penanganan atau menghadapi mereka yang menghadapi depresi.

Padahal untuk memberi bantuan kepada penderita depresi memiliki cara tertentu.

Kata-kata bak pedang bermata dua yang dapat membantu atau justru melukai, jadi sebaiknya hindari hal yang tidak boleh dikatakan pada orang depresi berikut.

1. Hindari Membandingkan

Saat temanmu bercerita tentang masalah hidup yang sedang menimpanya dan bagaimana beratnya ia melalui itu semua, sebaiknya jangan sampai kamu mematahkan hatinya dengan kalimat, ”Masalahmu belum ada apa-apanya. Masih banyak orang lain yang hidupnya jauh lebih enggak enak”

Depresi

2. Hindari Memojokkannya

“Kamu hanya mencari perhatian”. Perkataan tersebut bagaikan pisau tajam yang menghujam jantungnya. Pahamilah posisinya yang saat ini sedang tertimpa kehidupan yang berat.


Baca Juga:


Tidak semua orang pandai menyembunyikan masalahnya di balik tawa ceria, tidak semua orang pandai menyembunyikan kesulitannya di balik senyum sumringah. Saat mereka berusaha jujur dengan keadaan, cobalah tempatkan dirimu di posisinya.

3. Hindari Mengacuhkannya

Seseorang yang mengalami depresi akan cenderung menutup diri dalam bersosialisasi. Mereka lebih sering mengisolasi diri dari kerabat dan teman.

Maka dari itu, jika mereka mulai terbuka dan menceritakan masalah yang sedang menimpa hidup mereka, dengarkanlah dengan baik.

Luangkan waktumu sebentar untuk mendengarkan mereka, hanya dengan bantuan kecil ini cukup membuat mereka merasa lebih baik. Hindari perkataan seperti, “Perasaan kamu aja tuh, positive thinking aja” atau “Ayo dong, berhenti mengeluh”

Mengapa-seseorang-bisa-depresi

4. Hindari Menghakimi

“Kamu kurang bersyukur, mungkin kamu kurang berdo’a”. Kata-kata seperti itu adalah salah satu hal paling menghakimi yang bisa kamu katakan kepada seseorang yang sedang berjuang melawan depresi.

Gejala mereka mungkin tidak terlihat oleh secara jelas di luar, tetapi itu tidak berarti perjuangan yang mereka hadapi secara internal tidak nyata.

Cobalah memahami keseriusan kondisi mereka, meskipun hal tersebut tidak menimpamu, namun cobalah untuk mengerti perasaan mereka.

Jangan sampai perkataan kamu yang menghakimi tersebut malah justru menyakiti mereka

5. Hindari Menasihati Berlebihan

Memberi nasihat atau saran kepada mereka yang mengalami depresi mungkin akan sangat bermanfaat dan membantu mereka.

Namun, jangan sampai nasihat kita justru membuat mereka merasa tidak nyaman. Ada saatnya bagi kita untuk tetap mendengarkan empatik dan menghindari menawarkan nasihat sampai diminta.

Dorong perubahan positif dengan memberi nasihat secukupnya, hindari nasihat yang menjurus pada komentar pedas.

Jadi hindari hal yang tidak boleh dikatakan pada orang depresi tersebut, ya.

Sobat Moslem, kalau kamu mengalami depresi, tidak tahu hendak ke mana dan merasa ingin mengakhiri hidup, atau mengenal seseorang dengan tendensi tersebut, segera hubungi psikolog atau psikiater. Berikut adalah beberapa hotline yang dapat kamu hubungi ketahui:

-      Halo Kementerian Kesehatan: 1500-567

-      International Wellbeing Center: 0812-905-29034 (SMS/WhatsApp)

-      E-counseling Yayasan Pulih: pulihcounseling@gmail.com

-      No. Telepon Pencegahan Bunuh Diri, Jakarta: 021-7256526, 021-7257826, 021-7221810



Buat Tulisan
5 Bentuk Dukungan untuk Orang yang Mengalami Depresi
Previous
5 Bentuk Dukungan untuk Orang yang Mengalami Depresi
5 Oleh-oleh Khas Dubai yang Wajib Dibawa Pulang
Next
5 Oleh-oleh Khas Dubai yang Wajib Dibawa Pulang
Related Articles
Back to
top