x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

5 Hal yang Membatalkan Puasa Ini Penting Kamu Ketahui dan Wajib Diganti


Hal-yang-membatalkan-puasa

(sumber: kiblat.com)

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadan. Tentu, berpuasa merupakan amalan utama dalam bulan spesial ini.

Berpuasa di bulan Ramadan, berarti kita harus menahan diri untuk tidak makan dan minum, menahan emosi dan hawa nafsu. Tapi, sudah tahu belum apa saja hal yang membatalkan puasa?

Hal-Hal yang Membatalkan Puasa Seseorang

Lima hal yang membatalkan puasa berikut ini merupakan pokok penting agar puasa kita lancar hingga menjelang berbuka. Apa saja ya? Simak yuk!

Puasa

(sumber shutterstock)

1. Makan dan minum dengan sengaja

Kategori makan dan minum sebagai pembatal puasa adalah memasukkan zat makanan ke dalam perut (lambung) dan dapat menguatkan tubuh (mengenyangkan) secara sadar atau sengaja. Syaikh Islam Ibnu Taimiyah berkata,

“Orang yang berpuasa dilarang makan dan minum karena keduanya dapat menguatkan tubuh. Padahal maksud meninggalkan makan dan minum di mana kedua aktivitas ini yang mengalirkan darah di dalam tubuh, di mana darah ini adalah tempat mengalirnya setan, dan bukanlah disebabkan karena melakukan injeksi atau bercelak.” Nah, bagaimana kalau seseorang lupa kalau ia puasa dan memakan sesuatu? Jika seseorang yang berpuasa lupa, keliru, atau dipaksa untuk makan, maka puasanya tidak batal. Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Apabila seseorang makan dan minum dalam keadaan lupa, hendaklah dia tetap menyempurnakan puasanya karena Allah telah memberi dia makan dan minum.” [HR. Bukhari no. 1933 dan Muslim no. 1155].

2. Muntah dengan sengaja

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah bersabda,

"Barangsiapa yang muntah menguasainya (muntah tidak sengaja) sedangkan dia dalam keadaan puasa, maka tidak ada qadha’ baginya. Namun, apabila dia muntah (dengan sengaja), maka wajib baginya membayar qadha’.” [HR. Abu Daud no. 2380, Ibnu Majah no. 1676 dan Tirmidzi no. 720]

3. Haid dan Nifas


Baca Juga:


Salah satu hal yang membatalkan puasa selanjutnya secara mutlak adalah haid dan nifas. Dari Abu Sa’id Al Khudri, ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya mengenai sebab kekurangan agama wanita, beliau berkata,

“Bukankah wanita jika haidh tidak shalat dan tidak puasa?” (HR. Bukhari no. 304 dan Muslim no. 79). Syaikh Musthofa Al Bugho berkata,

Jika seorang wanita mendapati haidh dan nifas, puasanya tidak sah. Jika ia mendapati haidh atau nifas di satu waktu dari siang, puasanya batal. Dan ia wajib mengqadha’ puasa pada hari tersebut.”

Penyebab-batalnya-puasa

 (sumber: hello sehat)

4. Bersetubuh atau berhubungan intim

Melakukan hubungan suami-istri merupakan pembatalan puasa. Menyetubuhi di sini termasuk pembatal meskipun tidak keluar mani, lho.

“Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam masjid” (QS. Al Baqarah: 187). ‘Tubasyiruhunna dalam ayat ini bermakna menyetubuhi.

5. Keluar mani karena bercumbu

‘Mubasyarah atau bercumbu adalah bersentuhan dengan pasangan, seperti ciuman tanpa ada pembatas, atau bisa pula dengan -maaf- mengeluarkan mani lewat tangan (onani).

Sedangkan jika keluar mani tanpa bersentuhan, seperti keluarnya karena mimpi basah atau karena imajinasi lewat pikiran, maka hal ini tidak membatalkan puasa.

Maka dari itu, diharamkan mencium pasangan saat puasa Ramadan bagi yang tinggi syahwatnya, karena hal ini dapat mengantarkan pada rusaknya puasa.

Sedangkan bagi yang syahwatnya tidak bergejolak, maka tetap lebih utama jika ia tidak mencium pasangannya.

Itulah beberapa hal yang membatalkan puasa yang wajib kita ketahui, Moslem Fellas. Bagi yang batal puasanya karena makan dan minum atau muntah dengan sengaja, mengalami masa haid dan nifas, dan keluar mani karena bercumbu, maka kewajibannya adalah meng-qadha' (mengganti) puasa saja di hari setelah bulan Ramadan usai.  

Sedangkan yang batal puasa karena jima' (bersetubuh) di siang bulan Ramadan, maka ia punya kewajiban qadha' dan wajib menunaikan kafarah yang dibebankan pada laki-laki, Moslem Fellas.

Kafarah atau tebusannya adalah memerdekakan satu orang budak, atau serata dengan berpuasa 2 bulan berturut-turut. Jika tidak mampu, maka memberi makan kepada 60 orang miskin. Selamat berpuasa!

Nadya Maysyarah



Buat Tulisan
Cara Memasak Telur Balado Sebagai Pelengkap Menu Makan Keluarga
Previous
Cara Memasak Telur Balado Sebagai Pelengkap Menu Makan Keluarga
Cara Membuat Kue Apem Kukus Enak dan Lembut
Next
Cara Membuat Kue Apem Kukus Enak dan Lembut
Related Articles
Back to
top