x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

6 Amalan yang Bisa Dilakukan Wanita Haid dan Nifas


Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Haid dan nifas adalah pembahasan yang paling sering dipertanyakan oleh kaum wanita. Hal ini merupakan fitrah seorang wanita dan ketentuan yang telah ditetapkan.

Haid adalah darah yang keluar dari rahim seorang wanita pada waktu-waktu tertentu. Di mana keluarnya darah itu merupakan sunatullah yang telah ditetapkan oleh Allah SWT kepada seorang wanita.

Sedangkan nifas adalah darah yang keluar dari rahim wanita setelah seorang wanita melahirkan.

Darah ini tentu saja paling mudah untuk dikenali karena penyebabnya sudah pasti, yaitu karena adanya proses persalinan.

Saat masa haid dan nifas, seorang perempuan dilarang melaksanakan ibadah-ibadah. Sangat rugi, jika waktu 4-14 hari wanita yang sedang haid dan setelah melahirkan hanya digunakan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat, apalagi jika tidak terlalu sibuk untuk mengurus anak paska melahirkan.

Meski terlihat terbatas karena tidak bisa melakukan ibadah secara umum, seperti shalat, puasa membaca Al-quran, dan beberapa hal lainnya, masih ada beberapa hal yang bisa membuat wanita haid mendapatkan pahala.

Lalu, apa saja yang bisa dilakukan jika wanita mengalami haid dan nifas? Berikut ada beberapa hal yang bisa Muslimah kerjakan saat haid dan nifas.

Mendengarkan Al-quran. Meskipun tidak diperkenankan membaca Al-quran, perempuan yang haid dan nifas tetap diperbolehkan untuk mendengarkannya.

Dengan demikian, hatinya akan tetap terpaut pada ayat-ayat Al-quran dan senantiasa mendapat rahmat dari Allah SWT.

Sebagaimana firman Allah SWT,

Dan apabila dibacakan Alquran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.” (Qs. Al-Araf : 204).

Membaca Tafsir Al-quran. Ketika haid dan nifas, coba untuk memahami dan mengkaji isi Al-quran melalui terjemahannya.

Jadi selain mendengarkan ayat suci Alquran, membaca tafsir adalah salah satu hal yang baik dilakukan untuk wanita haid dan nifas.

Bersedekah. Allah SWT memerintahkan hambanya untuk bersedekah. Sedekah dapat mensucikan harta dan menjadi tabungan di akhirat kelak.

Pahala sedekah bahkan bisa terus mengalir meskipun sudah meninggal jika sedekah tersebut terus menerus bermanfaat bagi generasi selanjutnya.

Rasulullah SAW bersabda

Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau doa anak yang sholeh.” (HR Muslim).


Baca Juga:


Berzikir. Perempuan yang haid tetap diperbolehkan berzikir dan bershalawat. Dengan demikian, meskipun masa haid berlangsung lama dan masa nifas, ia tetap banyak mengingat Allah SWT.

Ada banyak jenis zikir yang boleh menjadi amalan ketika haid dan nifas. Ia berupa ucapan tasbih, tahmid, takbir, tahlil, dan sebagainya.

Paling mudah, biasakan diri dengan zikir fatimah yaitu Subhanallah (33kali), Alhamdulillah (33kali), dan Allahuakbar (34kali) yang selalu dibacakan ketika selepas solat.

Istighfar. Ambil sedikit waktu untuk mengingat semua kekurangan diri serta kekurangan ibadah kita selama ini.

Kebanyakan memohon taubat serta keampunan dari Allah SWT melalui istighfar, dengan menyebut astaghfirullahalaziim.

Terdapat banyak kelebihan istighfar bagi seorang hamba. Dari Ibni Abbas ra, Rasulullah SAW bersabda,

Barangsiapa yang sentiasa beristighfar, maka Allah akan memberikan kegembiraan dari setiap kesedihannya, dan kelapangan bagi setiap kesempitannya, dan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah dan Ahmad).

Memberi Makan Orang yang Berbuka Puasa. Meskipun tidak boleh berpuasa, perempuan yang haid dan nifas bisa mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa, yakni dengan memberi makan orang yang berbuka puasa.

Hal ini sebagaimana hadis yang diriwayatkan Imam Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda, 

Barangsiapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala dari orang yang berpuasa itu sedikitpun.”

Jadi, tidak ada alasan bagi wanita muslimah yang sedang haid atau nifas tidak beribadah. Semoga bermanfaat!



Buat Tulisan
5 Tempat Kesenian di Jakarta Ini Banyak Dikunjungi Para Wisatawan, Lho!
Previous
5 Tempat Kesenian di Jakarta Ini Banyak Dikunjungi Para Wisatawan, Lho!
Ini Alasan 6 Makanan yang Dilarang Di Negara Tertentu
Next
Ini Alasan 6 Makanan yang Dilarang Di Negara Tertentu
Related Articles
Back to
top