x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Ternyata Ada Lho Hadits Tentang Penyakit Menular, Pahami yuk!


Hadits-tentang-penyakit-menular

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Dunia masih digemparkan dengan munculnya coronavirus yang pertama kali mewabah di Wuhan, China. Hal yang semakin membuat masyarakat khawatir adalah penularan virus ini yang begitu cepat terjadi.

Ternyata, Islam sebagai agama yang sempurna membahas tentang penyakit menular, lho.

Lalu, bagaimanakah pandangan Islam mengenai penyakit menular ini? Berikut hadits tentang penyakit menular yang bisa kita petik hikmahnya.

Hadits Tentang Penyakit Menular

Terdapat beberapa hadits yang menafikan dengan adanya penyakit menular. Para ulama berbeda pandangan dalam memahami hadits-hadits mengenai penyakit menular. Berikut pembahasannya secara singkat.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Tidak ada penyakit menular, tidak ada dampak dari thiyarah (anggapan sial), tidak ada kesialan karena burung hammah, tidak ada kesialan para bulan Shafar” (HR. Bukhari no. 5757, Muslim no.2220).

Dan juga hadits dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

 “Orang yang sakit tidak bisa menularkan penyakit pada orang yang sehat” (HR. Bukhari no. 5771, Muslim no. 2221).

Dua hadits tentang penyakit menular di atas zahirnya menunjukkan tidak ada penularan penyakit. Sedangkan dalam hadits yang lain, dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda:

Adakah-hadits-tentang-penyakit-menular

Sumber: unsplash

“Tidak ada penyakit menular, tidak ada dampak dari thiyarah, tidak ada kesialan karena burung hammah, tidak ada kesialan para bulan Shafar. Dan larilah dari penyakit kusta sebagaimana engkau lari dari singa (HR. Bukhari no.5707).

Poin para ulama dalam mengkompromikan hadits tentang penyakit menular

1. Penyakit tidak dapat menular dengan sendirinya

Menurut beberapa ulama, penyakit tidak dapat menular dengan sendirinya. Namun Allah ta’ala jadikan penularan penyakit itu ada sebab-sebabnya, di antaranya adalah bercampurnya dan bergaulnya orang yang terjangkit virus atau yang sedang sakit dengan orang yang sehat.


Baca Juga:


Sehingga orang yang sehat pun tertular. Ada pula sebab-sebab lain yang menyebabkan penularan penyakit tersebut, seperti kontak fisik, udara, pandangan, dan lainnya. Sehingga ungkapan, “si A tertular penyakit dari si B” merupakan hal yang bisa terjadi. Ini pendapat yang dikuatkan oleh Ibnu Shalah.

2. Membantah adanya penyakit menular secara mutlak

Sebagian ulama membantah adanya penyakit menular dimaknai secara umum dan mutlak.

Hal ini berrti tidak ada penularan penyakit sama sekali. Adapun perintah untuk lari dari penyakit kusta, ini sebagai bentuk sadd adz dzari’ah atau menutup celah keburukan.

Sebab bisa jadi ketika tidak menjauh dari penyakit menular tersebut, kemudian qaddarallah orang lain terkena penyakit yang sama, lalu timbul keyakinan bahwa ada penyakit menular.

Sehingga dalam hadits tersebut, untuk mencegah timbulnya keyakinan ini, diperintahkan untuk menjauh dari penyakit menular. Sehingga tidak boleh mengatakan, “si A tertular penyakit dari si B”. Pendapat ini dikuatkan oleh Ibnu Hajar Al Asqalani.

Apakah-hadits-tentang-penyakit-menular

Sumber: Google.com

3. Penetapan adanya penyakit menular khusus

Para ulama menyimpulkan bahwa adanya penyakit menular khusus pada penyakit kusta atau yang semisal dengan penyakit kusta (penyakit menular). Sedangkan penyakit lain tidak ada yang menular. Ini pendapat yang dikuatkan oleh Al Baqilani.

Nah, pendapat mengenai hadits tentang penyakit menular yang kuat adalah pendapat pertama. Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berkata,

“Makna hadits di atas, Dzat yang menjadikan penyakit pertama kali kepada si A adalah Dzat yang menjadikan penyakit pada si B (yaitu Allah). Dan Nabi shallallahu’alaihi wa sallam menjelaskan bahwa bercampur dengan orang yang sakit merupakan sebab adanya perpindahan penyakit dengan izin Allah”.

Semoga kita dapat memaknai hadits tentang penyakit menular secara bijak, Moslem Fellas. Menjaga kesehatan dan berusaha untuk tidak tertular penyakir menular merupakan bentuk ikhtiar kita. Semoga Allah senantiasa melindungi kita.

Nadya Maysyarah



Buat Tulisan
5 Destinasi Liburan Negara Salju di Asia Lebih Dekat dan Terjangkau
Previous
5 Destinasi Liburan Negara Salju di Asia Lebih Dekat dan Terjangkau
5 Barang Bermanfaat Saat Liburan, Unik dan Nggak Makan Banyak Tempat
Next
5 Barang Bermanfaat Saat Liburan, Unik dan Nggak Makan Banyak Tempat
Related Articles
Back to
top