x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Dunia Ini Fana! Hadits Tentang Kematian Ini Patut Kita Renungkan


Hadits-tentang-kematian

 

Sumber: unsplash

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Sebagian orang merasa bahwa mengingat kematian merupakan hal yang akan membuat stres, bahkan tak jarang saat seseorang mengatakan, “Bagaimana kalau besok aku meninggal dunia?”, maka sebagian yang mendengarkan berkata, “Hush! Jangan berpikir seperti itu!”

Kematian merupakan hal yang pasti terjadi kepada setiap makhluk. Hadits tentang kematian ini akan menyadarkan kita bahwa tidak ada yang bisa lari dari kematian.

Hadits Tentang Kematian Yang Patut Kita Renungkan

Rasulullah senantiasa mengingatkan kepada para sahabat agar sadar bahwa dunia ini fana. Suatu saat nanti, ruh akan meninggalkan jasad, dan hanya amal yang menjadi bekal.

1. Mengingat mati adalah ibadah

Mengingat kematian merupakan ibadah yang sangat dianjurkan. Rasulullah bersabda,

“Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan”, yaitu kematian”. (HR. Tirmidzi)

Hadits tentang kematian ini menganjurkan kita untuk senantiasa mengingat kematian, kapanpun dan di manapun, Moslem Fellas.

2. Maut bisa datang kapan saja

Maut kapan saja bisa menghampiri kita, dan tidak akan pernah keliru dalam hitungannya, maka jauhilah perbuatan dosa, Moslem Fellas.

“Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya.” (QS. Al A’raf: 34).

“Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila. datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al Munafiqun: 11)


Baca Juga:


Jangan pernah merasa ‘aman’ dari kematian. Terkadang seseorang manusia keluar dari rumahnya dan kembali dalam keadaan tidak bernyawa.

Seseorang duduk di atas kursi kantornya dan tidak bisa bangun lagi untuk selamanya. Seseorang tidur di atas kasurnya, akan tetapi dia malah dibawa dari kasurnya ke tempat pemandian mayatnya.

Hadits-tentang-kematian-dalam-Islam

Sumber: unsplash

3. Maut Merupakan Ranah Allah

Tidak ada satu makhluk pun yang dapat mengetahui kematian. Maut merupakan ranah Allah, datangnya hanya karena Allah Ta’ala semata.

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari. kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Ali Imran: 185).

“Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Lukman: 34).

4. Mati pertanda ditutupnya pintu amal

“Orang-orang kampung Arab jika datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, mereka bertanya tentang hari kiamat, kapan datangnya, lalu Nabi Muhammad melihat kepada seorang yang paling muda dari mereka, kemudian beliau bersabda: “Jika hidup pemuda ini dan tidak mendapati kematian, maka mulai saat itulah kiamat kalian datang.” (HR. Muslim)

Hadits tentang kematian tersebut mengisyaratkan bahwa kesempatan beramal manusia sangat terbatas. Kematian akan menjadi pintu pemutus amal manusia, dan pintu itu bisa datang kapan saja.

5. Mengingat kematian melapangkan dada

Mengingat mati dapat melapangkan dada kita, Moslem Fellas. Selain itu akan menambah ketinggian frekuensi ibadah. Hal itu diterangkan dalam hadits tentang kematian ini,

“Barangsiapa yang banyak mengingat kematian maka dimuliakan dengan tiga hal: Bersegera taubat, puas hati dan semangat ibadah, dan barangsiapa yang lupa kematian diberikan hukuman dengan tiga hal; menunda taubat, tidak ridha dengan keadaan dan malas ibadah” (Kitab At Tadzkirah fi Ahwal Al Mauta wa Umur Al Akhirah)

Hadits tentang kematian di atas patut menjadi renungan bagi kita untuk menggunakan sebaiknya kesempatan umur, dengan taubat kepada Allah, sehingga ketika kematian datang, kita dalam sebaik-baiknya keadaan yang diinginkan. 

Sadarilah bahwa jika kesenangan duniawi ini fana, maka kepedihan dan kesengsaraan yang kita hadapi pun juga sementara. Siapkan bekal untuk akhirat, Moslem Fellas!

Nadya Maysyarah



Buat Tulisan
Ini Tips Mengelola Keuangan agar Tidak Berhutang, Bebas Hutang Itu Bahagia Yang Hakiki
Previous
Ini Tips Mengelola Keuangan agar Tidak Berhutang, Bebas Hutang Itu Bahagia Yang Hakiki
Tak Hanya Corona, Ini 12 Wabah Mematikan Sepanjang Sejarah
Next
Tak Hanya Corona, Ini 12 Wabah Mematikan Sepanjang Sejarah
Related Articles
Back to
top