x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Firman dan Hadits Tentang Kejujuran, Perilaku yang Membawa Kebaikan


Hadits-tentang-kejujuran

Sumber: Google.com

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Sesungguhnya perilaku jujur adalah perilaku yang teramat mulia. Namun begitu miris jika kita melihat belakangan ini, kejujuran seperti suatu hal yang mahal jarang ditemukan.

Entah itu dalam hal pekerjaan seperti korupsi uang dan waktu, maupun dalam kebiasaan sehari-hari seperti perilaku pura-pura tidak tahu.

Sebagai seorang muslim yang meyakini bahwa Allah mengetahui segalanya, bahkan hingga ke lubuk terdalam hati manusia, tidaklah pantas kita berbohong.

Telah disebutkan dalam Alquran dan hadits tentang kejujuran yang seharusnya ditaati, apa sajakah itu?

Hadits Tentang Kejujuran yang Penting Bagi Kehidupan

Jujur artinya berkata yang benar dan sesuai antara lisan dengan apa yang ada dalam hati. Kalau secara bahasa, jujur artinya perkataan yang sesuai dengan realita dan hakikat sebenarnya.

Allah shubhanahu wa ta’ala telah memerintahkan untuk berlaku jujur, di antaranya dalam firman,

“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.” (QS. At Taubah: 119).

Begitu pula dalam firman,

“Tetapi jikalau mereka berlaku jujur pada Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” (QS. Muhammad: 21).

Sementara dalam hadits tentang kejujuran, dari sahabat ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu mengungkapkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Firman-dan-hadits-tentang-kejujuran

Sumber: Google.com

“Hendaklah kalian senantiasa berlaku jujur, karena sesungguhnya kejujuran akan megantarkan pada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan akan mengantarkan pada surga. Jika seseorang senantiasa berlaku jujur dan berusaha untuk jujur, maka dia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Hati-hatilah kalian dari berbuat dusta, karena sesungguhnya dusta akan mengantarkan kepada kejahatan dan kejahatan akan mengantarkan pada neraka. Jika seseorang sukanya berdusta dan berupaya untuk berdusta, maka ia akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta.”


Baca Juga:


Di antara tanda kejujuran ialah tenangnya hati, sedangkan di antara tanda kedustaan adalah kebimbangan hati. Ketahuilah, bahwa kata ‘jujur’ bisa digunakan untuk beberapa makna berikut ini:

  • Jujur dalam perkataan. Setiap hamba Allah harus menjaga kata-katanya, tidak berbicara kecuali hal yang jujur.

    Inilah bentuk kejujuran yang paling jelas dan paling dikenal. Kita hendaknya menjauhi kata-kata bermakna ganda, karena sejatinya ia saudara tiri dari dusta kecuali dalam keadaan darurat dan dituntut demi kemaslahatan.
  • Jujur dalam niat dan keinginan. Hal yang satu ini ialah perilaku yang kembali kepada ikhlas. Apabila amal yang kita kerjakan tercampuri oleh sebagian ambisi jiwa (terhadap dunia), maka kejujuran niatnya batal.

    Bahkan bisa jadi termasuk dusta, sebagaimana dalam hadits tentang tiga orang, yaitu orang berilmu, qari’, dan mujahid. Ketika sang qari’ berkata, “Aku membaca al-Qur’ân karena-Mu.”

    Allah menolaknya dan mengatakan bahwa dia dusta dalam niat dan keinginannya bukan dalam bacaannya, begitu pula kedua temannya yaitu orang yang berilmu dan mujahid.

Kejujuran-dalam-Islam

Sumber: Google.com

  • Jujur dalam tekad dan memenuhinya. Apabila bertekad maka harus ada kejujuran pula dalam memenuhinya. “Bila Allah memberiku harta, maka seluruhnya akan aku sedekahkan.” Ini adalah tekad yang bisa jadi jujur dan bisa tidak. Akan selalu ada hawa nafsu dan hal lain yang menguasai, karena itu Allah berfirman,
    “Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah...” (QS. Al-Ahzab: 23).
  • Jujur dalam amal perbuatan. Termasuk jujur antara batin dan lahirnya sama, serta yang dikerjakan sesuai yang diucapkan.

    Apabila mengajak orang lain berbuat baik, maka sudah seharusnya diri sendiri telah mengerjakannya.
  • Jujur dalam kedudukan-kedudukan agama. Termasuk perilaku dengan derajat tertinggi, seperti jujur dalam takut dan berharap, zuhud dan ridha, cinta dan tawakkal (hanya kepada Allah).

    Jika seseorang berlaku jujur, dan membiasakan diri selalu berperilaku jujur, maka itu akan membawanya kepada kebaikan. Maka kebaikan itu pula yang akan mengantarkan ke Surga.

Kejujuran akan selalu membawa kita dalam kebaikan, yakini perintah dan hadits tentang kejujuran tersebut dan jalani sepenuh hati. Maka ada ridha-Nya yang mengiringi langkah kita, Insya Allah.

Danur K Atsari



Buat Tulisan
Jangan Asal, Ini 5 Cara Mencuci Masker Kain yang Benar
Previous
Jangan Asal, Ini 5 Cara Mencuci Masker Kain yang Benar
5 Ide Usaha Jualan Makanan Online agar Laris Manis
Next
5 Ide Usaha Jualan Makanan Online agar Laris Manis
Related Articles
Back to
top