x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   Parenting
Penyebab dan Gejala Maloklusi, Kondisi Gigi Anak Bertumpuk

gigi-anak-bertumpuk

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Menjaga kesehatan gigi anak merupakan hal yang krusial untuk dilakukan, orangtua perlu sejak dini mengajarkan tentang kesehatan bagian mulut secara keseluruhan.

Bila menemukan kondisi gigi anak bertumpuk, orangtua perlu hati-hati dan segera memeriksakannya.

Kondisi ini biasa disebut dengan maloklusi, yakni di mana gigi menjadi berdesakan, tumpang tindih, bahkan bengkok.

Dengan mengetahui gejala maloklusi pada anak, kita bisa mendapatkan penanganan yang tepat.

Gigi Anak Bertumpuk, Apa Penyebabnya?

Kondisi maloklusi disebabkan beragam faktor, misalnya ukuran mulut yang terlalu kecil sehingga membuat gigi menjadi berdesakan dan bergeser.

Dalam beberapa kasus lain, maloklusi bisa membuat rahang seseorang tidak sama bahkan menyebabkan tonggos karena tonjolan rahang berlebihan. Berikut dampak yang akan terjadi bila kondisi gigi anak bertumpuk dibiarkan begitu saja.

  • Meningkatkan risiko kerusakan gigi, gigi berlubang, dan radang gusi
  • Membuat proses mengunyah terganggu
  • Menambah tingkat tekanan pada gigi, rahang, dan otot, sehingga risiko gigi patah lebih besar
  • Memengaruhi kepercayaan diri anak saat dewasa

Mengapa-bisa-gigi-anak-bertumpuk

Ada beragam tingkatan maloklusi, perhatikan dengan seksama apabila anak kita memperlihatkan beberapa kondisi di bawah ini:

  • Anak sulit berbicara atau mendadak cadel
  • Perubahan pada wajah
  • Struktur gigi tidak beraturan
  • Sering mengalami tergigit pada bagian dalam pipi atau lidah
  • Merasa tidak nyaman saat mengunyah atau menggigit
  • Memilih bernapas melalui mulut dibanding hidung

Baca Juga:


Umumnya gangguan maloklusi akan terlihat saat kita memeriksakan buah hati ke dokter gigi. Dokter perlu memeriksa dan melakukan X-ray untuk melihat letak gigi, sejajar atau tidak. Berdasarkan tingkat keparahannya, berikut klasifikasi maloklusi yang perlu diketahui:

  • Kelas 1. Termasuk tahap awal dan umum terjadi, gigi atas tumpang tindih dengan barisan gigi bawah. Dalam tahap ini, gigitan normal dan tumpang tindih hanya sedikit.
  • Kelas 2. Diagnosisnya yaitu gigi tonggos dengan keadaan parah (retrognathism retrognatia) yaitu rahang atas dan gigi atas tumpang tindih dengan rahang dan gigi bawah secara signifikan.
  • Kelas 3. Tahap tonggos sudah parah (prognathism) yaitu rahang bawah menjorok ke depan sehingga gigi bawah tumpang tindih dengan rahang dan gigi bagian atas.

Kesehatan-gigi-anak

Faktanya, kondisi gigi berdesakan paling besar dipengaruhi faktor genetik. Namun, ada beberapa kebiasaan dan kondisi medis tertentu yang mampu mengubah bentuk dan struktur rahang, antara lain:

  • Sering menggunakan dot setelah usia 3 tahun
  • Penggunaan botol susu yang berkepanjangan sejak usia dini
  • Kebiasaan mengisap jempol
  • Adanya celah antara bibir dan langit-langit mulut
  • Gigi berbentuk abnormal dan tertekan
  • Kebiasaan menjulurkan lidah
  • Kebiasaan menggigit kuku
  • Mengalami cedera yang mengakibatkan rahang tak sejajar
  • Adanya tumor di area mulut atau rahang
  • Perawatan gigi yang buruk
  • Gangguan jalan napas yang disebabkan alergi atau amandel

Lakukan pengobatan gigi anak bertumpuk khusus ke dokter gigi, ya. Perhatikan selalu kebiasaan makan anak yang sangat memengaruhi kesehatan bagian mulut.

Danur K Atsari



Buat Tulisan
Inilah Sebabnya Olahraga Panahan dalam Islam Dianggap Istimewa
Previous
Inilah Sebabnya Olahraga Panahan dalam Islam Dianggap Istimewa
4 Didikan Penting untuk Mencegah Anak dari Perilaku Bullying
Next
4 Didikan Penting untuk Mencegah Anak dari Perilaku Bullying
Related Articles
Back to
top
gigi-anak-bertumpuk.html