x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Kisah Cinta Fatimah Az Zahra dan Ali bin Abi Thalib yang Banyak Hikmahnya


Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Kisah cinta Fatimah Az Zahra dan Ali bin Abi Thalib adalah salah satu kisah cinta yang terdapat banyak hikmah dan pelajaran yang bisa diambil.

Fatimah Az Zahra merupakan putri kesayangan Rasulullah SAW yang dijamin masuk ke surganya Allah SWT. Fatimah di didik menjadi anak yang mempunyai sifat yang baik dan taat.

Beranjak dewasa, banyak sahabat-sahabat Rasulullah SAW yang ingin meminang Fatimah, seperti Abu Bakar dan Umar bin Khatab. Namun Rasulullah SAW memilih salah seorang sahabatnya yang lain, yaitu Ali bin Abi Thalib.

Ali bin Abi Thalib dikenal miskin. Hidupnya dihabiskan untuk berdakwah dijalan Allah SWT. selain itu, Ali juga dikenal sebagai sosok yang gagah berani.

Pada sata Ali bin Abi Thalib datang menemui Rasulullah SAW, Ali tak langsung menyampaikan niatnya. Dari hadis riwayat Ummu Salamah, diceritakan proses lamaran tersebut.

Ketika itu kulihat wajah Rasulullah nampak berseri-seri. Sambil tersenyum baginda berkata kepada Ali bin Abi Talib, Wahai Ali, apakah engkau mempunyai suatu bekal mas kawin?”

Demi Allah. Engkau sendiri mengetahui bagaimana keadaanku, tak ada sesuatu tentang diriku yang tidak engkau ketahui. Aku tidak mempunyai apa-apa selain sebuah baju besi, sebilah pedang, dan seekor unta,” jawab Ali bin Abi Talib.

Tentang pedangmu itu,” kata Rasulullah menanggapi jawaban Ali bin Abi Talib, “Engkau tetap memerlukannya untuk meneruskan perjuangan di jalan Allah. Dan untamu itu engkau juga perlu untuk keperluan mengambil air bagi keluargamu dan juga engkau memerlukannya dalam perjalanan jauh. Oleh karena itu, aku hendak menikahkan engkau hanya atas dasar mas kawin sebuah baju besi saja. Aku puas menerima barang itu dari tanganmu. Wahai Ali, engkau wajib bergembira, sebab Allah sebenarnya sudah lebih dahulu menikahkan engkau di langit sebelum aku menikahkan engkau di bumi.” Demikianlah riwayat yang diceritakan Ummu Salamah RA.

Kehidupan Fatimah setelah menikah begitu sederhana karena Ali bin Abi Thalib memang bukan berasal dari keluarga kaya.

Bahkan Rasulullah SAW sangat terharu melihat tangan Fatimah yang kasar karena harus menepung gandum untuk membantu suaminya.

Ada beberapa hikmah yang bisa kita ambil dari kisah cinta Fatimah dan Ali bin Abi Tahlib. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut.

Kesederhanaan. Dari kisah di atas, Ali bin Abi Thalib adalah pemuda miskin yang menghabiskan hidupnya hanya untuk berdakwah.

Rasulullah SAW menyetujui Ali bin Abi Thalib meminang putri kesayangannya dengan mahar hanya baju besi yang dahulu pernah diberikan oleh Rasulullah SAW.

Keteguhan Hati. Fatimah Az Zahra sebelum dilamar oleh Ali Bin Abi Thalib juga sempat dilamar oleh sahabat terdekat Rasulullah SAW lainnya. Sehingga, hal ini pernah membuat hati Ali Bin Abi Thalib menjadi sedih.


Baca Juga:


Namun, ketika mendengar bahwa lamaran-lamaran tersebut ditolak, maka Ali Bin Abi Thalib merasa mempunyai kesempatan untuk menemui Rasulullah SAW dan melamar putri kesayangannya.

Kalau diimplementasikan dalam kehidupan sekarang ini, keteguhan hati Ali ini bisa menjadi cara untuk mendapatkan jodoh sesuai dengan ajaran Islam.

Tak Ada Percintaan Sebelum Pernikahan. Sebelum menikah, Fatimah Az Zahra dan Ali Bin Abi Thalib tidak pernah mengutarakan cinta antara satu dengan yang lainnya.

Namun, pada zaman sekarang ini banyak yang sudah mengumbar kata-kata sayang dan cinta padahal belum memiliki ikatan yang halal.

Dari kisah cinta Fatimah Az Zahra dan Ali Bin Abi Thalib ini bisa diberi kesimpulan bahwa memang tidak ada percintaan sebelum pernikahan. Kalau pun ada cinta sebelum pernikahan itu hanyalah hawa nafsu semata.

Bukan berarti dengan melakukan pacaran, seorang laki-laki dan perempuan bisa saling mengenal satu sama lain. Namun, Islam mengajarkan taaruf yang artinya saling mengenal satu sama lain antara perempuan dan laki-laki dan tidak melanggar syariat agama.

Rasulullah SAW bersabda,

Wahai sekalian pemuda, siapa diantara kalian telah mempunyai kemampuan, maka hendaklah ia menikah, karena menikah itu dapat menundukkan pandangan, dan juga lebih bisa menjaga kemaluan. Namun, siapa yang belum mampu, hendaklah ia berpuasa, sebab hal itu dapat meredakan nafsunya.”

Sobat Moslem, demikianlah hikmah dari kisah cinta Fatimah Az Zahra dan Ali bin Abi Thalib. Semoga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan memantaskan diri karena jodohmu adalah cerminan dirimu.



Buat Tulisan
Tiga Bentuk Cinta Dalam Islam, Cinta Kepada Allah Paling Utama
Previous
Tiga Bentuk Cinta Dalam Islam, Cinta Kepada Allah Paling Utama
Kewajiban Anak Terhadap Orang Tua Dalam Islam, Harus Dilakukan
Next
Kewajiban Anak Terhadap Orang Tua Dalam Islam, Harus Dilakukan
Related Articles
Back to
top