x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   Parenting

Tak Semata Penyakit, Ini Ciri dan Faktor Penyebab Anak Hiperaktif


Faktor-penyebab-anak-hiperaktif

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Menurut para ahli, pengertian anak hiperaktif adalah seorang anak yang mempunyai tingkat aktivitas berlebihan dibandingkan keaktifan anak lain pada umumnya.

Sebenarnya, keaktifan tersebut hal yang normal dimiliki seorang anak. Sayangnya, terlalu aktif terkadang bisa memengaruhi dan mengganggu kinerja si kecil di sekolah, perilakunya di rumah, maupun hubungan sosialnya.

Namun, janganlah sampai salah menafsirkan tingkah laku atau keaktifan buah hati.

Tak jarang perbuatannya tersebut menunjukkan sebuah respon atas hal yang mengganggunya, khususnya bila anak masih berusia balita. Faktor penyebab anak hiperaktif ada banyak dan perlu diperhatikan kedua orangtua.

Faktor Penyebab Anak Hiperaktif yang Banyak Terjadi

Orangtua sangat perlu memperhatikan tingkah laku si kecil dengan baik sambil mencari informasi soal faktor penyebab anak hiperaktif.

Melalui cara inilah kita akan mengetahui apakah si kecil memang hiperaktif atau sekedar aktif seperti teman sebayanya.

Kita dapat membedakan buah hati hiperaktif atau tidak dengan mengetahui tanda-tandanya, yaitu:

Berbagai-faktor-penyebab-seseorang-hiperaktif

  • Tidak bisa tetap diam dalam situasi yang mengharuskannya duduk tenang.
  • Berlarian atau memanjat secara berlebihan.
  • Berbicara terus menerus tanpa henti.
  • Selalu merasa gelisah dan berusaha menyentuh atau mengetuk sesuatu di dekatnya.
  • Perhatiannya mudah terdistraksi.
  • Sulit berkonsentrasi dan fokus.
  • Tidak gampang lelah.
  • Menyukai hal-hal atraktif dan menantang.
  • Sulit mengikuti aturan atau perintah.

Baca Juga:


Sebagian orangtua mengira anak yang hiperaktif disebabkan kecenderungan ADHD (gangguan peningkatan aktivitas motoriK), padahal gangguan itu bukanlah penyebab satu-satunya. Kondisi lain juga bisa menyebabkan anak kita bergerak dan berbicara terlalu banyak, misalnya:

  • Gangguan kecemasan

Kondisi kecemasan bisa membuat buah hati gelisah, tidak fokus, dan panik. Perasaan yang muncul secara tiba-tiba ini terkadang disertai gejala nyeri dada, detak jantung tidak teratur, dan banjir keringat.

Anak belum memahami konsep cemas dan gelisah, ia pun berusaha untuk melakukan sesuatu demi menghilangkan perasaan tidak nyaman tersebut.

Salah satu caranya ialah dengan banyak bergerak, yang selanjutnya menjadikan ia terlihat hiperaktif.

  • Hipertiroid

Biasanya gangguan ini muncul pada penderita berusia 20-40 tahun, tapi tidak menutup kemungkinan muncul pada anak di bawah 5 tahun.

Sekitar 95 persen hipertiroid yang terjadi pada anak diakibatkan oleh penyakit grave, yaitu gangguan autoimun yang menyerang tubuh.

Hipertiroid dapat membuat jantung berdetak lebih cepat, tangan gemetaran (tremor), nafsu makan meningkat tapi berat badan menurun, sulit berkonsentrasi, dan gelisah.

Ini-dia-faktor-penyebab-anak-menjadi-hiperaktif

  • Gangguan telinga bagian dalam

Dilansir dari laman Kompas, sebuah penelitian diadakan oleh Albert Einstein College of Medicine di New York menemukan bahwa gangguan pada telinga bagian dalam bisa menjadi pemicunya.

Gangguan ini dapat memengaruhi perubahan molekular pada otak, sehingga menyebabkan gangguan perilaku.

Pasalnya, telinga bagian dalam terdiri dari dua struktur, yaitu koklea dan sistem vestibular yang berperan dalam keseimbangan.

Saat terjadi kerusakan, bisa menjadikan abnormalitas pada area otak tengah yang mengontrol gerakan.

  • Masalah sensorik

Normalnya, manusia mengandalkan beberapa indra mereka untuk beraktivitas sehari-hari.

Jika ada salah satu indra atau lebih yang bermasalah, pesan sensorik yang dikirim ke otak akan tidak tepat pula.

Pada akhirnya, hal tersebut akan menyebabkan masalah sensorik pada buah hati.

Umumnya masalah sensorik ini dibagi menjadi dua, yaitu hipersensitivitas dan hiposensitivitas.

Anak dengan hipersensitivitas akan merasa segala hal di sekitarnya terlalu menstimulasi dan mengganggunya.  

Sementara anak dengan hiposensitivitas akan kekurangan stimulan, sehingga tidak memiliki kepekaan pada tujuh indranya.

Faktor penyebab anak hiperaktif ada berbagai hal dan harus bisa dibedakan dengan kondisi ADHD.

Selama diberikan arahan yang tepat untuk menyalurkan semangat dan fokusnya, anak tetap bisa membuat keputusan dengan baik dan kepala dingin sesuai usianya. Selalu konsultasikan dengan dokter soal tumbuh kembang anak.

Danur K Atsari



Buat Tulisan
5 Tips Menangani Anak Hiperaktif Tanpa Pengobatan
Previous
5 Tips Menangani Anak Hiperaktif Tanpa Pengobatan
Anjuran Menghemat Air Seperti yang Dilakukan Rasulullah
Next
Anjuran Menghemat Air Seperti yang Dilakukan Rasulullah
Related Articles
Back to
top