x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Fakta Tentang Ular dalam Islam yang Penting Kamu Tahu


Fakta tentang ular

Sumber: medium.com

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Ular merupakan binatang melata dan berdarah dingin dan termasuk binatang yang berbahaya, bahkan mematikan.

Hewan reptil ini memiliki senjata berupa bisa, yakni racun yang terdapat pada bagian mulut ular yang dapat melumpuhkan manusia hingga merenggut nyawa.

Tapi, sudahkah kamu tahu fakta tentang ular dalam Islam? Nyatanya hewan satu ini sudah disebutkan beberapa kali dalam kitab suci Al-Qur’an, lho.

Fakta tentang Ular, Bolehkah Membunuh Ular?

Ular merupakan hewan yang sangat berbahaya untuk keselamatan manusia, oleh sebab itu Rasulullah menyuruh kita untuk membunuh ular. Fakta tentang ular yang satu ini berdasarkan sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam,

“Lima (hewan) perusak yang boleh dibunuh di luar tanah suci dan di tanah suci (Mekah) yaitu: ular, burung gagak berwarna belang, tikus, serigala, anjing gila, dan elang.”

Selain ular, tikus, kecoa, dan binatang sejenis merupakan perkara yang dibolehkan karena binatang tersebut mengganggu.

Imam Nawawi telah menjelaskan bahwa hikmah dijulukinya sebagian binatang fasiq adalah dikarenakan binatang-binatang tersebut menyelisihi keumumam binatang melata lainnya, dalam hal kehalalan atau larangan membunuhnya, atau kebiasannya yang mengganggu manusia.

Maka, ular memang diperbolehkan dibunuh apalagi keberadaannya memang sangat meresahkan manusia. Nah, keharusan mengusir dan memperingatkan ular yang ada di rumah sebelum membunuhnya memang penting diketahui, ya.

Namun, dua jenis ular, yaitu ular yang pendek ekornya dan yang berbisa yang ada dua garis di punggungnya, diperbolehkan langsung dibunuh.

Fakta tentang Ular, Bolehkah Memakan Daging Ular?

Banyak beredar olahan daging ular di beberapa tempat makan di tanah air. Namun ternyata, daging ular adalah haram untuk dikonsumsi. Berdasarkan firman Allah,

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan.” (Qs. Al Maidah: 3)

Ragam fakta tentang ular

Sumber: www.usinenouvelle.com

Fakta tentang Ular, Bolehkah Menggunakan Tas yang Terbuat Dari Kulit Ular?

Pada kulit binatang yang halal dimakan dan telah disembelih maka boleh dimanfaatkan, seperti untuk bahan sepatu, sabuk, dan semacamnya. Tentu penggunaan benda ini termasuk pemanfaatan yang Allah bolehkan untuk kita. Namun, untuk kulit hewan yang haram, atau hewan yang mati tidak disembelih, atau hewan yang diperselisihkan kehalalannya, seperti binatang buas, para ulama pendapat tentang hukum memanfaatkan kulitnya.

“Sesungguhnya bila Allah telah mengharamkan atas suatu kaum untuk memakan sesuatu, pasti Ia mengharamkan pula atas mereka hasil penjualannya.” (Riwayat Ahmad, Abu Dawud dan dinyatakan sebagai hadits shohih oleh Ibnu Hibban)


Baca Juga:


Disebutkan dalam riwayat Abu Daud dan Tirmidzi, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kulit binatang buas.

Demikian pula, diriwayatkan Abu Daud dan Nasa’i bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang memakai kulit binatang buas dan menunggangi binatang buas, Moslem Fellas.

Hadits-hadits ini menunjukkan bahwa kulit binatang buas tidak boleh dimanfaatkan. Kita dilarang memanfaatkan kulit binatang yang tidak boleh dimakan, (meskipun) kulit binatang tersebut sudah dalam keadaan kering.

Berdasarkan keumuman hadist, kulit hewan yang haram dimakan juga tidak bisa suci dengan disembelih atau disamak, Moslem Fellas.

Fakta tentang Ular, Bolehkah Memelihara Ular?

Ular memiliki warna kulit yang beragam sehingga membuat banyak orang tertarik untuk memeliharanya. Namun, ulama sepakat bahwa ular tidak boleh dipelihara, ya. Dalam Hasyiyah al-Qalyubi dan Umairah – ulama madzhab Syafii – dinyatakan,

“Binatang yang dianjurkan dibunuh, haram untuk dipelihara. Karena adanya perintah untuk membunuhnya, menggugurkan kemuliaannya, dan dilarang memeliharanya…” (Hasyiyah al-Qalyubi wa Umairah, 16/157). Haram bagi mukallaf (orang yang mendapat beban syariat) untuk memelihara beberapa binatang, seperti anjing bagi yang tidak membutuhkannya, demikian pula lima binatang pengganggu lainnya, seperti elang, tikus, gagak abqa’, dan ular. (al-Mantsur fi al-Qawaid, 3/80).

Tak perlu ragu lagi, deh, karena akhirnya kamu tahu beberapa fakta tentang ular tersebut, khususnya melalui pandangan Islam. Jaga diri baik-baik, ya, Moslem Fellas!

Nadya Maysyarah



Buat Tulisan
Inilah Manfaat Lada Hitam untuk Diet dan Kelancaran Darah
Previous
Inilah Manfaat Lada Hitam untuk Diet dan Kelancaran Darah
Jangan Bingung, Begini Cara Membantu Anak Tuli Tidur dengan Nyenyak
Next
Jangan Bingung, Begini Cara Membantu Anak Tuli Tidur dengan Nyenyak
Related Articles
Back to
top