x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Fakta Kerang Abalon, Si Seafood yang Mahal


Fakta-kerang-abalon

Sumber: tuoihaisan.com

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Abalon atau yang sering juga disebut siput di balik batu merupakan salah satu jenis kerang yang memiliki harga sangat mahal.

Mengapa bisa kerang jenis ini menjadi sangat mahal? Inilah fakta kerang abalon yang perlu kamu ketahui.

Fakta Kerang Abalon, Alasan Mengapa Harganya Mahal

Abalon merupakan spesies kerang-kerangan (moluska) dari famili Haliotidae dan termasuk hewan herbivora karena mengonsumsi tumbuh-tumbuhan dan biasa mencari makan saat suasana gelap. Ada beberapa jenis abalon yang dapat dikonsumsi, seperti alga merah, hijau dan cokelat.

Abalon tidak hanya menjadi hidangan istimewa di Indonesia, tapi juga dibeberapa negara lain.

Di dalam budaya China, mengonsumsi abalon atau ‘baoyu’ bahkan dianggap dapat membawa keberuntungan. Maka tidak heran, abalon menjadi salah satu hidangan wajib saat perayaan Tahun Baru China.

Tekstur abalon sangat kenyal seperti permen karet, seafood ini juga kaya akan protein dan serat, mengandung berbagai macam vitamin serta mineral.

Harga abalon harganya ditaksir bisa mencapai 337 ribu rupiah per kilogram. Sebenarnya, kenapa sih harga seafood yang satu ini menjadi sangat mahal? Berikut ini faktanya:

Kerang

Sumber: tuoihaisan.com

1. Abalon dipanen menggunakan tangan

Cara memanen abalon tidak seperti biasanya para nelayan memanen ikan atau hewan laut lainnya.

Abalon dipanen menggunakan tangan dan secara individual. Oleh sebab itu, rasio keberhasilan dalam memanen abalon bisa sangat rendah.


Baca Juga:


Bahkan untuk mengambil abalon, mereka harus menyelam sangat dalam. Hal itu dikarenakan abalon memiliki cangkang yang sangat berat sehingga akan sulit terlihat di permukaan laut yang dangkal. Dibutuhkan penyelam yang andal untuk bisa mengambil abalon di dalam laut.

2. Risiko tinggi saat menyelam

Melakukan penyelaman untuk mengambil abalon ialah salah satu pekerjaan yang memiliki risiko tinggi.

Penyelam harus masuk ke dalam air laut yang sifatnya kasar dan kembali ke atas dengan membawa abalon yang cangkangnya bergerigi.

Selain itu, penyelam juga berisiko berhadapan langsung dengan hewan laut lainnya yang buas seperti hiu, ikan pari listrik dan lain sebagainya.

Namun ada penyelam asal Tasmania yang masih setia memanen abalon karena masih banyak yang bersedia membeli abalon dengan harga mahal.

Ragam-fakta-kerang-abalon

Sumber: lintasarti.blogspot.com

3. Kuantitas terbatas

Selain cara memanen abalon yang cukup sulit dan membutuhkan keahlian, ternyata persediaan abalon di laut bisa semakin menurun, lho!

Di saat Tahun Baru China, stok abalon juga cukup terbatas sehingga harganya melambung cungkup tinggi dibandingkan biasanya.

Abalon juga hanya ada di perairan tertentu, yaitu di Australia, Selandia Baru, Jepang, dan sisi barat Amerika Utara.

Selain itu, pemanasan global juga menjadi salah satu penyebab persediaan abalon menurun.

Jenis abalon putih dan hitam termasuk ke dalam daftar yang paling terancam populasinya. Hal itu disebabkan adanya penangkapan abalon secara berlebihan dalam jangka waktu panjang.

Bahkan sejak Desember 2018, ada pembatasan pada jumlah penangkapan abalon. Panen abalon dibatasi selama satu jam dan empat hari berturut-turut.

Jumlah yang ditangkap juga sudah dibatasi, karena satu orang nelayan hanya beloh menangkap 15 abalon.

Nah, itulah beberapa fakta kerang abalon yang perlu kamu ketahui. Jadi, tidak heran jika abalon ini harganya sangat mahal. Tertarik untuk mencobanya?

Dayana Cinthya



Buat Tulisan
Tak Boleh Asal Makan, Ini Camilan untuk Penderita Diabetes
Previous
Tak Boleh Asal Makan, Ini Camilan untuk Penderita Diabetes
Yuk, Cobain 7 Makanan Khas Madura yang Menggugah Selera
Next
Yuk, Cobain 7 Makanan Khas Madura yang Menggugah Selera
Related Articles
Back to
top