x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Yuk, Terapkan Etika terhadap Diri Sendiri


Etika-terhadap-diri-sendiri

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Dalam Islam, seseorang harus mampu menerapkan etika terhadap diri sendiri.

Sebenarnya, apakah yang dimaksud dengan etika terhadap diri sendiri?

Lalu, seberapa pentingnya bagi kehidupan manusia? Yuk, simak jawabannya pada ulasan berikut ini!

Etika Terhadap Diri Sendiri dalam Islam

Etika adalah suatu norma atau aturan yang digunakan sebagai pedoman seseorang dalam berperilaku.

Penggunaan norma ini sangat berkaitan dengan sifat baik dan sifat buruk yang terdapat di masyarakat. Agama yang dianut oleh seseorang juga mempengaruhi etikanya.

Islam mengajurkan para Muslimin untuk menerapkan etika terhadap diri sendiri. Hal ini karena, tidak ada manusia yang sempurna dan juga tidak bisa lepas dari dosa-dosa yang telah diperbuat.

Oleh karena itu, seorang muslim seharusnya senantiasa berusaha untuk memperbaiki dan menyucikan dirinya dari perbuatan dosa yang mengotori aktivitas dan amal-amal perbuatannya dengan menerapkan etika terhadap diri sendiri.

Dalam memenuhi etika untuk membersihkan dan menyucikan diri sendiri seorang muslim dapat menempuh beberapa cara, yakni:

  1. Taubat

Tak ada manusia yang bisa lepas dari dosa. Maka dari itu, setiap Muslim butuh ampunan dari Allah SWT.

Ampunan dari Allah SWT dapat diperoleh dengan istighfar dan taubat.

Rasulullah yang sudah terjaga dari dosapun tetap beristighfar dan bertaubat. Sebagaimana Rasulullah bersabda,

Demi Allah sesungguhnya aku beristighfar kepada Allah dan bertaubat kepada–Nya dalam satu hari lebih dari 70 kali.” (HR. Bukhari).

Taubat yang dimaksud ialah taubatan nasuha, yakni bertaubat kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan sesungguh-sungguhnya. Tanpa disertai niatan untuk kembali melakukan kesalahan yang sama atau jalan yang salah.

Allah sendiri mencintai orang-orang bertaubat dan memberikan hadiah berupa ampunan dan surga yang kekal bagi mereka.

 “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang suka bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222).

Berbagai-etika-terhadap-diri-diri

  1. Muhasabah

Seorang Muslim yang beretika pada dirinya sendiri hendaknya melakukan muhasabah atau evaluasi diri terhadap semua aktivitas yang telah dilakukan, baik aktivitas dunia maupun aktivitas akhirat.


Baca Juga:


Muhasabah penting dilakukan bagi seorang Muslim sebab dengan itu seorang Muslim dapat melakukan perbaikan diri di mana orientasi dari perbaikan diri ini adalah akhirat. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW,

Orang yang cerdas (sukses) adalah orang yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri, serta beramal untuk kehidupan sesudah kematiannya. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah SWT.” (HR. Tirmidzi).

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah di diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan.” (QS. Al-Hasyr : 18).

  1. Muraqabah

Muraqabah adalah sebuah perasaan di mana Allah SWT senantiasa melihat dan mengawasi setiap aktivitas seorang muslim.

Nilai plus tersendiri bagi setiap muslim yang bisa menghadirkan Allah disetiap aktivitas sehingga setiap aktivitasnya dapat bernilai surga.

Dengan cara seperti itu, setiap Muslim dapat merasakan kebesaran Allah, ketentraman ketika mengingat nama-Nya dan ketika taat kepada-Nya.

  1. Mujahadah

Mujahadah merupakan sebuah istilah yang terbentuk dari asal kata jihad, artinya berjuang dengan sungguh-sungguh menurut syariat Islam.

Ada yang pernah berkata kepada Hasan Al Bashri “Wahai Abu Sa’id jihad apa yang paling afdhol?” Beliau menjawab “Jihadmu melawan hawa nafsumu”.

Sudah seharusnya bagi setiap Muslim memerangi hawa nafsunya karena itulah yang dapat mengakibatkan setiap muslim bermalas-malasan, santai, dan terjerumus dalam syahwat.

Oleh karena itu, seorang Muslim hendaknya istiqomah dalam berjuang memerangi hawa nafsunya. Mudah-mudahan ayat ini dapat menjadi penyemangat bagi kita dalam bermujahadah.

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Ankabut: 69).

Sobat Moslem, itulah beberapa etika terhadap diri sendiri dalam Islam yang perlu diketahui dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari.



Buat Tulisan
5 Olahan Makanan Kayu Manis yang Enak dari Berbagai Negara
Previous
5 Olahan Makanan Kayu Manis yang Enak dari Berbagai Negara
Fakta Tentang Manfaat Kacang Edamame
Next
Fakta Tentang Manfaat Kacang Edamame
Related Articles
Back to
top