x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Inspiring People   Figure

Mengenal KH. Hasyim Asyari, Tokoh di Balik Dunia Islam di Indonesia


Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Siapa yang tak kenal sosok KH. Hasyim Asyari? Umat Islam Indonesia pasti tahu bahwa Beliau adalah tokoh di balik dunia Islam di Indonesia dan pendiri dari Nahdlatul Ulama.

Tapi seperti apa sosoknya? Beliau lahir lebih dari satu abad silam, tepatnya lahir di Demak, 10 April 1875.

Pada tahun 1899, KH. Hasyim Asyari mulai merintis pesantren Tebuireng di Jombang.

Desa Tebuireng merupakan daerah hitam yang dihuni oleh para penjahat, perampok, penjudi, pencuri dan preman.

Usaha KH. Hasyim Asyari untuk meneguhkan Islam di Indonesia pada saat penjajahan Belanda di tahun 1937, dibuktikan dengan ikut dalam organisasi Majelis Islam A’la Indonesia demi menentang Undang-Undang perkawinan dari Belanda yang tidak sesuai dengan syariat Islam.

Ketika penjajahan Jepang tahun 1942-19-45, KH. Hasyim Asyari mengeluarkan fatwa haram hukumnya melakukan seikeirei atau membungkuk ke arah Isatana kaisar Jepang.

Beliau juga menolak berbagai propaganda Jepang melalui lagu Kimigayo yang diajarkan di sekolah-sekolah.

Ketika Jepang membentuk tentara PETA (Pembela Tanah Air), beliau mengirim santri dan putranya, Abdul Kholiq untuk membentuk PETA di Jombang.

Hikmahnya, lahirlah laskar Hizbullah dan Sabilillah. Sehingga pesantren Tebuireng di Jombang menjadi basis perjuangan laskar Hizbullah-Sabilillah demi memperjuangkan kemerdekaan NKRI.

Ketika proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945, KH. Hasyim Asyari merupakan tokoh Islam pertama yang menyatakan bahwa NKRI syah secara Fiqh Islam.

Pada tanggal 14 September 1945, KH. Hasym Asyari mengumpulkan para ulama dalam rapat terbatas di pesantren Tebuireng dan membahas Fatwa Jihad yang menjadi dasar Resolusi Jihad.

Pola pikir yang sangat baik dari KH. Hasyim Asyari, memperoleh dukungan para Kyai diseluruh tanah Jawa dan Madura.


Baca Juga:


Hasyim Asyari yang saat itu menjadi ‘kiblat’ para Kyai, berhasil menyatukan mereka melalui Nahdlatul Ulama pada tanggal 31 Januari 2018, di Jombang Jawa Timur.

Nahdlatul ulama sebagai suatu ikatan ulama seluruh Indonesia dan mengajarkan berjihad untuk keyakinan dengan sistem berorganisasi. 

Beliau melihat perjuangan yang dilakukan sendiri-sendiri akan lebih besar membuka kesempatan musuh untuk menghancurkannya.

Baik penjajah atau mereka yang ingin memadamkan sinar dan syi’ar Islam di Indonesia, untuk mengadu domba antar sesama.

Beliau meninggal pada 27 Juli 1947 di Jombang, karena terkena pendarahan otak.

Peninggalan yang sangat berharga adalah sejumlah kitab yang beliau tulis disela-sela kehidupan beliau.

Seperti mendidik santri, mengayomi ribuan umat, membela, dan memperjuangkan bumi pertiwi dari penjajahan.

Peninggalan-peninggalan tersebut menjadi bukti penting bahwa KH. Hasyim Asyari adalah salah satu tokoh yang mengajarkan nilai-nilai nasionalisme.

Itu dia salah satu tokoh di balik dunia Islam di Indonesia. Semoga bermanfaat!

 

Dayana Cinthya



Buat Tulisan
Ide Oleh-Oleh Khas Hongkong yang Gak Pasaran
Previous
Ide Oleh-Oleh Khas Hongkong yang Gak Pasaran
5 Macam Referensi Fashion 2018 untuk Hijabers
Next
5 Macam Referensi Fashion 2018 untuk Hijabers
Related Articles
Back to
top