x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Sumber Dosa Jariyah yang Memberatkan Timbangan Keburukan di Akhirat


dosa-jariyah

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Kita sering mendengar istilah sedekah jariyah, yaitu sedekah yang pahalanya akan terus mengalir meski telah meninggal dunia.

Amal jariyah merupakan bentuk sedekah yang pahalanya akan terus mengalir, meskipun kita telah meninggal dunia.

Namun, selain amal jariyah terdapat pula dosa rariyah yang sifatnya sama dengan amal jariyah.

Apabila melakukan dosa jariyah, dosanya akan terus mengalir walaupun kita sudah meninggal dunia.

Dalam Al-Quran Allah SWT berfirman,

Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (Qs. Yasin : 12).

Siapa pun yang melakukan amal sesuai dengan perintah Allah SWT, akan dicatat sebagai amal baik yang menghasilkan pahala.

Begitu sebaliknya, jika yang dikerjakan adalah larangan-Nya akan dicatat amal buruk yang akan memberatkan di akhirat nantinya.

Lantas, apa sajakah sumber dosa jariyah? Untuk lebih jelasnya, berikut ulasannya.

  1. Mempelopori perbuatan maksiat

Dalam hadis dari Jarir Bin Abdillah RA, Rasulullah SAW bersabda,

Siapa yang mempelopori satu kebiasaan yang buruk dalam islam, maka dia mendapatkan dosa keburukan itu, dan dosa setiap orang yang melakukan keburukan itu karena ulahnya, tanpa dikurangi sedikitpun dosa mereka.” (HR. Muslim).

Di waktu lain, Rasulullah SAW juga bersabda,

Orang ini tidak mengajak lingkungan sekitarnya untuk melakukan maksiat yang sama. Orang ini juga tidak memotivasi orang lain untuk melakukan perbuatan dosa seperti yang dia lakukan. Namun orang ini melakukan maksiat itu di hadapan banyak orang, sehingga ada yang menirunya atau menyebarkannya.

Berdasarkan hadis di atas, siapa saja yang mempelopori maksiat dosanya akan ditanggung oleh dirinya.


Baca Juga:


Karena itulah, anak adam yang pertama kali melakukan pembunuhan, dialah yang dilimpahi tanggung jawab atas semua kasus pembunuhan karena kedzaliman yang terjadi di alam ini. Rasulullah SAW bersabda,

Tidak ada satu jiwa yang terbunuh secara dzalim, melainkan anak adam yang pertama kali membunuh akan mendapatkan dosa karena pertumpahan darah itu.” (HR. Bukhari 3157, Muslim 4473 dan yang lainnya).

Bisa disimpulkan, dosa jariyah bisa saja mengalir kepada orang-orang yang pertama kali membuat celana ketat bagi wanita, rok mini, pakaian terbuka, video vulgar, game vulgar, dan lain sebagainya.

Moslem-lifestyle-bentuk-dosa-jariyah

  1. Mengajak Melakukan Maksiat

Walaupun bukan sebagai pelopor, bagi orang yang juga mengajak orang lainnya melakukan maksiat, termasuk sebagai orang yang sedang memupuk dosa jariyah.

Allah SWT berfirman tentang cerita bagaimana kondisi orang kafir di akhirat kelak, di mana mereka akan menanggung kekufurannya, serta dosa-dosa yang mereka sesatkan.

Mereka akan memikul dosa-dosanya dengan penuh pada hari kiamat, dan berikut dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun (bahwa mereka disesatkan).” (Qs. an-Nahl : 25)

Dilain waktu Imam Mujahid mengatakan,

Mereka menanggung dosa mereka sendiri dan dosa orang lain yang mengikutinya. Dan mereka sama sekali tidak diberi keringanan adzab karena dosa orang yang mengikutinya.” (Tafsir Ibn Katsir, 4/566).

Ayat ini, memiliki makna sama dengan hadis dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda,

Siapa yang mengajak kepada kesesatan, dia mendapatkan dosa, seperti dosa orang yang mengikutinya, tidak dikurangi sedikitpun.” (HR. Ahmad 9398, Muslim 6980, dan yang lainnya).

Sobat Moslem, sebagai Muslimin sebaiknya kita selalu menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya agar ditempatkan di sisi Allah SWT. Aamiin.



Buat Tulisan
Jangan Asal Simpan, Begini Cara Menyimpan ASI Perah yang Benar
Previous
Jangan Asal Simpan, Begini Cara Menyimpan ASI Perah yang Benar
Mengapa Mudah Sekali Lelah Saat Hamil?
Next
Mengapa Mudah Sekali Lelah Saat Hamil?
Related Articles
Back to
top