x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Move On dari Allahumma Laka Shumtu! Ini Do’a Buka Puasa yang Shahih


Berbuka-puasa

Sumber: NUonline

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Saat bulan Ramadan, khususnya saat memasuki waktu berbuka, banyak program televisi yang menayangkan do’a berbuka.

Do’a berbuka ini pun akhirnya menjadi do’a yang dilafazkan oleh muslim di Indonesia. Lalu, apakah shahih do’a berbuka puasa “Allumma laka sumtu”? berikut pembahasan do’a buka puasa yang shahih.

Do’a Buka Puasa yang Benar Sesuai Teladan Rasul

Sudah pada tahu belum, kalau waktu berbuka puasa adalah salah satu waktu terkabulnya do’a, lho. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang terdzolimi.” (HR. Tirmidzi no. 2526 dan Ibnu Hibban 16/396). Waktu berbuka puasa adalah waktu terkabulnya do’a karena ketika itu orang yang berpuasa telah menyelesaikan ibadahnya dalam keadaan tunduk dan merendahkan diri kepada Allah Sang Maha Pencipta.

Doa-berbuka-puasa-yang-benar

Sumber: honestdocs

Do’a berbuka yang beredar di masyarakat yakni, “Allahumma laka sumtu…” telah lama menjadi do’a yang banyak dibacakan muslim di Indonesia saat berbuka. Tapi, ternyata saat berbuka puasa, Rasulullah tidak membaca do’a tersebut, lho. Dari Ibnu Umar bin Khaththab, Rasulullah ketika berbuka beliau membaca do’a berikut ini,

Dzahabadh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah

(artinya: Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah)” (HR. Abu Daud no. 2357. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan). Maka, do’a inilah yang merupakan do’a buka puasa yang shahih, Moslem Fellas.


Baca Juga:


Berbuka

Sumber:umroh.com

Bagaimana hukum do’a “Allahumma laka sumtu”?

Adapun do’a berbuka yang tersebar di tengah-tengah kaum muslimin khususnya di Indonesia yaitu, “Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthortu (artinya: Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa dan kepada-Mu aku berbuka)”. Hadits riwayat di atas dikeluarkan oleh  Imam Abu Daud dalam sunannya no. 2358, dari Mu’adz bin Zuhroh. Mu’adz adalah seorang tabi’in (masa hidupnya setelah para sahabat Nabi), sehingga hadits ini mursal (di atas tabi’in terputus). Hadits mursal merupakan hadits dha’if atau hadits lemah, karena sebab sanad yang terputus. Syaikh Al Albani pun berpendapat bahwasanya hadits tersebut dha’if, Moslem Fellas. Hadits semacam ini juga dikeluarkan oleh Ath-Thabrani dari Anas bin Malik. Namun sanadnya terdapat perawi dha’if yaitu Daud bin Az Zibriqon, dia adalah seorang perawi matruk (yang dituduh berdusta). Berarti dari riwayat ini juga dha’if. Syaikh Al Albani pun mengatakan riwayat tersebut dha’if.

Para ulama lain juga mengatakan bahwa hadits do’a berbuka, “Allahumma laka sumtu..” merupakan hadits dha’if, dan di antara ulama yang mendha’ifkan hadits tersebut adalah Ibnu Qayyim Al Jauziyah. Maka dari itu, yuk kita move on dari do’a “Allahumma laka shumtu …”, sebab do’a tersebut berasal dari hadits dha’if (lemah).

Yuk, mulai hafal do’a berbuka puasa yang shahih yang sesuai dengan apa yang Rasulullah lakukan. Selamat menjalankan ibadah puasa, Moslem Fellas.

Nadya Maysyarah



Buat Tulisan
Berjemur untuk Cegah Corona, Benarkah Ampuh?
Previous
Berjemur untuk Cegah Corona, Benarkah Ampuh?
7 Tips Puasa Saat Hamil agar Ibu dan Bayi Tetap Sehat
Next
7 Tips Puasa Saat Hamil agar Ibu dan Bayi Tetap Sehat
Related Articles
Back to
top