x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Travel Religi   Wisata Religi

Jejak Penyebaran Agama Islam Hingga Tradisi di Desa Majasto


Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Sukoharjo merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Tengah. Sukoharjo punya banyak tempat wisata, diantaranya ada wisata air yang lebih terkenal dikalangan pecinta liburan.

Selain wisata airnya, ada salah satu tempat wisata yang juga bisa dijadikan sebagai peninggalan jejak penyebaran agama Islam.

Kabarnya, Makam Ki Ageng Sutawijaya merupakan peninggalan sejarah yang jadi jejak adanya penyebaran Islam di Desa Majasto. Berada di sebuah bukit batu yang makamnya hanya memiliki kedalaman yang dangkal, tidak membuat makam menimbulkan bau tidak sedap.


Baca juga:


Makam ini juga dikenal dengan nama Makam Bumi Arum Majasto. Saat ini makam dijadikan tempat pemakaman umum. Setiap hari libur pasti banyak dikunjungi oleh orang-orang yang ingin berziarah.

Di Desa Majasto ada seorang wali yang bernama Ki Ageng Sutowijoyo yang juga merupakan murid Sunan Kalijaga. Bermula dari pertemuan dengan Sunan Kalijaga saat dirinya melarikan diri dari kerajaan berakhir dengan ditugaskannya untuk menyebarkan agama Islam di bukit Maja Asto yang kini menjadi tempat pemakamannya.

Ia membangun masjid yang juga ada di daerah tersebut dan menjadi peninggalan bersejarah. Sebuah peninggalan yang menjadi bukti dari adanya jejak penyebaran agama Islam di sana.

Ada sebuah prasasti di gapura masjid yang diperkirakan sesuai dengan tahun pembangunannya yaitu pada tahun 1587-1653 Masehi.

Bahkan, pembangunan masjid ini dijadikan sebagai tempat untuk melakukan dakwah memberikan pengetahuan tentang Islam kepada penduduk desa.

Meskipun berlangsung secara perlahan, selain hanya ada sedikit penduduk yang memeluk agama Islam juga karena keterbatasan pengetahuan mereka tentang Islam sebelumnya.

Dakwah yang dilakukannya adalah dengan selalu mengingatkan untuk menjadi orang yang menegakkan keadilan dengan amar ma’ruf nahi munkar.

Makam ini masih terus melakukan pengajian bagi masyarakat dan juga para melakukan upacara tradisi Sadranan. Tradisi Sadranan merupakan salah satu tradisi yang dilakukan membersihkan makam dan melakukan doa bersama untuk mereka yang telah meninggal dan dimakamkan.

Tradisi ini biasa dilakukan dengan para peziarah dan juga sanak keluarga serta kerabat yang ditinggalkan.

Jadi, jika kita sedang berada di Sukoharjo atau baru ingin berkunjung jangan lupa untuk mampir sebentar ke Desa Majasto. Beruntung bisa melihat dan mengetahui peninggalan bersejarah yang menjadi jejak dari penyebaran agama yang Rahmatan Lil ‘alamin..

Annisa Nurul Haqiqie



Buat Tulisan
Masjid Raya Baiturrahim, Destinasi Wisata Muslim Murah yang Menakjubkan
Previous
Masjid Raya Baiturrahim, Destinasi Wisata Muslim Murah yang Menakjubkan
Mau Tampil dengan Fashion Hijab Formal Casual? Kamu Wajib Punya 5 Item Ini
Next
Mau Tampil dengan Fashion Hijab Formal Casual? Kamu Wajib Punya 5 Item Ini
Related Articles
Back to
top