x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Depresi Selama Pandemi COVID-19? Tenang, Selalu Ada Harapan Kok


Depresi selama pandemi

Sumber: Pinterest

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Belakangan ini kabar duka datang dari industri perfilman Bollywood yang harus kehilangan beberapa aktor dan aktris ternamanya dengan cara bunuh diri.

Salah satunya yakni aktor Sushant Singh Rajput (34) yang ditemukan tewas gantung diri di apartemennya, menurut Hindustan Times.

Kematian Rajput pada hari Minggu (14/6) terjadi tak lama setelah bunuh dirinya mantan manajer Rajput, Disha Salian, beberapa hari sebelumnya.

Melansir dari Timesnoenews.com, aktor utama di film Box Office berjudul Chhichhore (2019) diduga mengalami depresi selama enam bulan belakangan ini.

Dari pemeriksaan, Dokter pun memberikan obat anti-depresan yang harus diminum setiap hari. Hal seperti depresi selama pandemi sebenarnya perlu mendapat perhatian tersendiri, bukan hanya pada selebriti tapi terutama orang-orang biasa.

Depresi Selama Pandemi COVID-19, Bangun Benteng Dirimu

National Insitute for Mental Health menyebutkan bahwa depresi adalah gangguan suasana hati yang umum tetapi serius.

Kondisi untuk bisa didiagnosis menderita depresi atau tidak, gejalanya harus ada setidaknya dua minggu. Depresi bisa menyebabkan gejala parah yang memengaruhi perasaan, pikiran, dan berdampak pada rutinitas kegiatan sehari-hari, seperti tidur, makan, atau bekerja.

Kali ini Moslem Lifestyle akan membagikan cara menghindari depresi selama pandemi COVID-19. Berikut ulasannya!

1. Temukan Harapan Dalam Sujud dan Al-Qur’an

Seorang muslim dan muslimah harus menyadari bahwa Islam adalah harapan. Saat Allah memberikan sebuah cobaan dan kesulitan pada dirimu, itu berarti Allah tahu bahwa kamu bisa melaluinya.

Saat kesulitan menerpamu, Allah ingin kamu membangun kembali hubungan kepada Allah lewat sujud dan Al-Qur’an.

Saat kita memperbaiki hubungan dengan Allah, melampiaskan kesedihan dan depresi kepada Allah, maka Allah pasti akan membantu kamu, Moslem Fellas.

Tenangkan juga hati dan pikiranmu dengan membaca Al-Qur’an. Sejatinya Al-Qur’an adalah as-Syifa (penyembuh) yang dapat mengobati rasa sumpek, sesak di dada dan kacaunya pikiranmu, apapun masalah yang kamu hadapi.

Ingat, tidak ada masalah yang permanen, semua akan berlalu. Ketenangan datang hanya dari Allah, bukan yang lain. Let’s get closer to Allah, and everything will be fine.

Harapan dalam Al Quran

Sumber: Unsplash

2. Membuat dan Pertahankan Rutinitas

Selama pandemi, berbagai rutinitas kita pun ikut berubah total. Perubahan ini bisa jadi membuat kamu stres hingga berujung depresi.

Dalam Health Matters, Robert Leahy, Ph.D., seorang Psikolog di Weill Cornell Medical Center dan profesor klinis psikologi dalam psikiatri di Weill Cornell Medicine, mengatakan banyak orang kehilangan rutinitas biasa mereka, pembagian waktu menjadi tidak terstruktur, sehingga menyebabkan seseorang merenung dan menjadi pasif.

Ini adalah faktor risiko tinggi bagi seseorang untuk depresi. Dalam jurnal Personality and Social Psychology Bulletin, menjalani kehidupan dengan rutinitas berkaitan dengan makna hidup yang lebih tinggi, lho.

Maka dari itu, kamu disarankan mengatur waktu dengan menyusun jadwal harian. Di malam hari, kamu bisa periksa hal yang telah kamu lakukan, dan buat tugas untuk hari berikutnya.

3. Senantiasa Produktif di Masa Senggang

Hindari melamun dan tidak melakukan apapun. Kamu bisa memanfaatkan waktu senggang dengan lebih produktif untuk menghindari depresi selama pandemi COVID-19.

Kamu bisa menghafal ayat Al-Qur’an, berdzikir dan mengingat kekuasaan Allah, menonton atau mendengarkan ceramah agama, berolahraga, menulis tentang diri kamu, membaca buku, memasak, dan lainnya.

Pasalnya, saat seseorang mengisolasi diri dan menjadi pasif, risikonya akan cenderung untuk merenung dan berpikir seperti: “Mengapa ini terjadi? Aku nggak tahan, aku nggak kuat”.

Produktif

Sumber: Pinterest

4. Tetap Menjalin Hubungan dengan Orang Lain

Meskipun tidak bisa bertemu tatap muka dengan teman dan kerabat, jangan jadikan hal ini sebagai halangan, ya.


Baca Juga:


Berhubungan dengan orang terdekat bisa menjadi cara menghindari depresi, Moslem Fellas. Kamu bisa membuat daftar teman, termasuk mereka yang belum pernah dihubungi dalam waktu lama dan atur waktu dan jadwalkan kumpul-kumpul virtual dengan platform online yang tersedia.

Tetap terhubung dengan teman dan orang tercinta, dan berbagi kisah dalam kondisi yang sama-sama terisolasi di rumah dapat mengurangi perasaan tertekan yang mungkin sedang kamu alami, lho.

Menjalin hubungan dengan orang lain

Sumber: elements.envato.com

5. Bangun Sudut Pandang Baru

Sedih di masa-masa sulit itu wajar. Menangislah. Tetapi ingat, hal ini dapat menjadi kesempatan bagi kamu untuk menghasilkan sudut pandang baru, Moslem Fellas.

Jadikan kesedihan ini menjadi ‘bahan bakar’ semangat baru untuk kamu. Jadikan kesedihan ini menjadi momentum perbaikan diri dan membangun sudut pandang baru.

Sedih adalah emosi yang Allah berikan kepada setiap hamba-Nya. Tapi, berlarut-larut dalam kesedihan juga tidaklah baik sebab pasti Allah juga memberikan.

Bangun sudut pandang baru

Sumber: Unsplash

Depresi selama pandemi COVID-19 ini bisa kamu hindari dan obati dengan senantiasa mendekatkan diri pada Allah, meminta bantuan dan senantiasa pasrah dengan-Nya. Allah adalah Sebaik-baiknya Perencana. Selalu yakinkanlah dirimu, Moslem Fellas!

Nadya Maysyarah



Buat Tulisan
Gejala Batu Empedu, Sering Disangka Mag Padahal Lebih Berbahaya!
Previous
Gejala Batu Empedu, Sering Disangka Mag Padahal Lebih Berbahaya!
Digunakan Sejak Zaman Mesir Kuno, Ini 10 Manfaat Madu untuk Kecantikan
Next
Digunakan Sejak Zaman Mesir Kuno, Ini 10 Manfaat Madu untuk Kecantikan
Related Articles
Back to
top