x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   Parenting
Gejala dan Perawatan Depresi pada Anak yang Perlu Diketahui

Depresi-pada-anak

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Depresi adalah gangguan psikologi yang ditandai dengan perasaan sedih secara terus-menerus.

Sama halnya dengan orang dewasa, anak-anak juga bisa mengalaminya. Nah, untuk memahami gejala dan perawatan depresi pada anak, simak ulasan berikut.

Depresi pada anak dapat membatasi kemampuannya untuk beraktivitas secara normal.

Penyebabnya bisa terjadi karena beberapa faktor, seperti bullying di sekolah, trauma, pelecehan seksual, perceraian orang tua, kematian orang yang dicintai, atau gangguan kesehatan, seperti bipolar, autisme, kecemasan, atau ADHD.

Gejala Umum Depresi pada Anak

Kondisi anak depresi masih sering tidak disadari.

Hal ini dikarenakan anak belum mampu menyampaikan perasaannya dengan baik.

Selain itu, kebayakan orang tua beranggapan bahwa perubahan emosi pada anak merupakan hal normal yang terjadi pada masa pertumbuhannya.

Orang tua perlu cermat dengan perubahan emosi yang terjadi pada anak. Bisa saja, perubahan tersebut merupakan gejala depresi.

Gejala depresi pada anak bisa dibedakan menjadi dua, gejala fisik dan gejala mental.

Terdapat beberapa gejala fisik depresi pada anak yang harus dikenali, seperti mengeluh sakit perut, mengeluh sakit kepala, merasa khawatir, merasa cemas, mudah tersinggung, melakukan perilaku yang berulang-ulang, dan mondar-mandir secara berlebihan.

Selain gejala fisik, berikut adalah beberapa gejala mental depresi pada anak:

  • Memiliki kecenderungan untuk mengamuk.
  • Merasa sedih bahkan putus asa.
  • Berkurangnya kemampuan untuk melakukan kegiatan di rumah dan di sekolah, seperti tidak mampu menyelesaikan tugas sekolah.
  • Kesulitan dalam interaksi sosial pada teman sebayanya, bahkan pada keluarga.
  • Melakukan penolakan dan mengkritik.
  • Memiliki nafsu makan meningkat atau sebaliknya.
  • Memiliki kesulitan berkonsentrasi.
  • Mengalami kesulitan tidur atau terlalu banyak tidur.
  • Memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri.
  • Memiliki rasa bersalah yang luar biasa dan menganggap jika dirinya tidak berharga.

Tidak semua anak yang depresi mengalami gejala-gejala di atas. Beberapa anak yang depresi masih dapat berinteraksi baik dengan lingkungannya, namun memiliki perubahan yang signifikan pada kegiatan sosialnya.

Penyebab-utama-depresi-pada-anak


Baca Juga:


Perawatan Anak yang Depresi

Depresi pada anak perlu mendapatkan perhatian khusus, mengingat hal ini akan berdampak pada perkembangan anak.

Jika si kecil memiliki gejala-gejala depresi yang telah berlangsung selama dua minggu, kamu harus membawanya segera pergi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Jika terbukti si kecil mengalami depresi, mintalah bantuan pakar kesehatan mental anak, seperti psikiater atau psikoterapis. Motode terapi untuk anak di bawah 10 tahun adalah terapi bermain, dan psikoterapi seperti terapi perilaku

Selain perawatan dengan terapis, peran orang tua juga harus dilibatkan dalam proses pemulihannya. Anak yang depresi akibat bullying di sekolah harus mendapatkan rasa aman dan nyaman di rumah.

Saat anak menceritakan apa yang ia alami di sekolah, dengarkan dengan tenang dan sabar. Yakini anak bahwa kamu selalu ada untuk mendukungnya menghadapi masalah ini.

Kamu perlu membicarakan masalah ini dengan pihak sekolah seperti guru atau konselor (BK) agar dapat memantau dan mengambil langkah yang tepat untuk mencegah masalah bullying di sekolah.

Selain itu, kamu harus menghindari berdebat di depan si kecil. Ia bisa merasa khawatir ketika melihat orang tuanya berselisih paham.

Sebaiknya, tutuplah pintu kamar atau pergi ke suatu tempat saat sedang beragumen dengan pasangan guna menghindari anak mendengar perbincangan orang tuanya.

Pastikan juga anak mendapatkan makanan bergizi, cukup tidur, berolahraga, dan melakukan hobi. Hal ini akan memberikan efek positif pada suasana hati.

Sobat Moslem, ketika si kecil mengalami depresi, mudah bagi orang tua menjadi frustasi. Cobalah untuk tetap sabar dan mengerti dengan kondisi anak, karena hubungan positif dengan orang tua dapat membantu menyembuhkan depresi pada anak.



Buat Tulisan
Anjuran Menghemat Air Seperti yang Dilakukan Rasulullah
Previous
Anjuran Menghemat Air Seperti yang Dilakukan Rasulullah
Kenali Berbagai Jenis Salep untuk Luka Terbuka
Next
Kenali Berbagai Jenis Salep untuk Luka Terbuka
Related Articles
Back to
top