x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

4 Langkah Semakin Dekat Dengan Rasul di Surga


Dekat dengan rasul di surga

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Walaupun jarak waktu yang tidak kurang dari 15 abad menjadi pemisah antara kehidupan kita kini dengan kehidupan di masa Nabi Muhammad SAW, tapi beliau tidak menutup pintu dan kesempatan bagi siapa saja untuk memperoleh kedudukan yang dekat dengan beliau pada hari kiamat.

Beberapa hal tentu perlu kita lakukan untuk meraih posisi dekat dengan Rasul di Surga kelak.

Dekat dengan Rasul di surga kelak

Pertama, perbanyaklah membaca shalawat. Amalan yang ini suatu amalan yang istimewa.

Keistimewaan itu nampak dari keikutsertaan Allah dan para Malaikat-Nya untuk turut membacanya. Nabi pun bersabda,

“Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali shalawat dengan penuh ikhlas dari lubuk hatinya, ada empat keistimewaan pada orang tersebut. Pertama, Allah memberikan sepuluh rahmat. Kedua, mengangkat derajatnya hingga sepuluh derajat. Ketiga, menuliskan sepuluh kebaikan untuknya, dan Keempat menghapus sepuluh dosa keburukannya.” (HR. Bukhari, Nasa`i dan Al Bazzar).

Bila kita banyak membaca shalawat, kesempatan untuk mendapatkan tempat terhormat, bersanding, dan duduk di dekat Rasululah pada hari kiamat lebih terbuka lebar.

Kedua, mengasuh dan mengasihi anak-anak yatim.

Berbuat baik terhadap anak yatim piatu bukanlah sekadar ikut membantu menyelesaikan lapar dan dahaga sosialnya.

Namun, di sisi lain perbuatan itu merasuk ke dalam batin, membuat hati tentram, serta mendamaikan perasaan orang yang memberi perhatian kepada mereka.

Nantinya amalan ini melahirkan anugerah di hari akhir, yaitu tempat duduk yang dekat dengan Rasulullah SAW.

Hal ini dikuatkan oleh sabda Beliau,

“Aku dan orang yang mengurus anak yatim di surga bagaikan ini (beliau mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengahnya lalu merenggangkannya).” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).

Lakukan dengan cara mengasuh, mengasihi, dan memberikan perhatian serta bantuan semampu kita pada mereka.


Baca Juga:


Ketiga, menjadi pemimpin yang adil, arif, dan bijaksana. Pemimpin yang ideal berarti pemimpin yang adil dan keadilan ini nantinya akan dibalas dengan beragam jaminan.

Di antaranya yaitu ia akan mendapatkan naungan Allah pada hari kiamat.

Selain itu, kedudukan seorang pemimpin yang bijaksana adalah memperoleh kedekatan posisi dengan Allah sekaligus Rasul-Nya. Rasulullah SAW pun pernah bersabda,

Cara agar dekat dengan rasul di surga

“Sesungguhnya hamba yang paling dicintai Allah pada hari kiamat dan tempat duduknya dekat dengan-Nya adalah imam (pemimpin) yang adil.” (HR. Turmudzi). Berdasarkan sebuah kisah, salah satu ulama yaitu Sayidina Hasan Al Bashri, menasihati Umar bin Abdul Aziz yang diangkat menjadi khalifah seperti ini, “Anggaplah rakyat seperti ayahmu, saudaramu, dan anakmu. Berbaktilah pada mereka seperti engkau berbakti pada ayahmu, peliharalah hubungan baik dengan mereka seperti dengan saudaramu, dan sayangilah mereka seperti engkau menyayangi anakmu.”

Keempat, mempunyai perangai mulia. Selain ketiga hal di atas, menghiasi diri dengan keluhuran akhlak juga dapat menjadi jembatan menuju posisi yang dekat dengan Nabi.

Islam menjadikan akhlak sebagai ukuran kesempurnaan agama seseorang.

Hal ini berarti seorang muslim yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, harus menunjukkan akhlak baik dalam kesehariannya.

Baik sedang di rumah, di jalan, saat makan dan minum, di kantor, di mana pun harus tetap mendahulukan akhlak.

Nabi menegaskan dalam sabdanya yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dan Ibnu Asakir,

“Orang yang paling aku cintai dan yang paling dekat kedudukannya denganku di surga adalah orang yang paling baik akhlaknya. Orang yang paling aku benci adalah orang-orang yang pongah, sombong, dan takabur.”

Marilah kita introspeksi, apakah selama ini diri kita sudah benar-benar menedalani akhlak Nabi?

Ataukah kita melupakan ajaran-ajaran yang telah dicontohkan oleh beliau selama hayatnya?

Semoga kita bisa menjadi bagian dari orang-orang dekat dengan Rasul di Surga kelak. Aaamiin.

Danur K Atsari



Buat Tulisan
3 Dampak Buruk Makan Jeroan Terlalu Sering
Previous
3 Dampak Buruk Makan Jeroan Terlalu Sering
5 Makanan Olahan Karamel Lezat Lumer di Mulut
Next
5 Makanan Olahan Karamel Lezat Lumer di Mulut
Related Articles
Back to
top