x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Waspada, Ini Dampak Buruk Perfeksionis Bagi Kesehatan Mental


Dampak-buruk-perfeksionis

(sumber: pinterest)

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Setiap orang ingin menjadi versi terbaik dari dirinya. Bahkan tak jarang seseorang berusaha untuk menjadi perfeksionis di segala hal.

Lalu, apakah setiap berjuang untuk kesempurnaan dalam diri akan membuat seseorang selalu merasa nyaman dengan dirinya?

Ternyata, terus-menerus mengejar kesempurnaan bisa sangat merusak kesehatan mental dan kesejahteraan diri, lho, Moslem Fellas. Ada dampak buruk perfeksionis yang berlebihan bagi kesehatan mental seseorang.

Dampak Buruk Perfeksionis yang Berlebihan

Dilansir dari Halodoc, perfeksionisme didefinisikan sebagai kombinasi standar pribadi yang terlalu tinggi dan evaluasi diri yang terlalu kritis.

Terdapat tiga aspek utama perfeksionisme, di antaranya perfeksionisme berorientasi diri, perfeksionisme berorientasi lain, dan perfeksionisme yang ditentukan secara sosial.

Nyatanya, dampak buruk perfeksionis bagi kesehatan mental dan fisik bukan lagi sebuah hal baru. Bahkan, perfeksionisme dapat melemahkan seseorang.

Dalam perfeksionisme yang ditentukan secara kehidupan sosial, individu percaya bahwa konteks sosial mereka terlalu banyak menuntut, bahwa orang lain menilai mereka dengan keras, dan bahwa mereka harus menunjukkan kesempurnaan untuk mendapatkan penerimaan atau persetujuan.

Perfeksionis berlebihan dapat melahirkan kegelisahan, depresi, dan keinginan bunuh diri. Perfeksionisme memiliki sifat ‘beracun’ yang tampaknya sangat mudah dialami orang, khususnya seseorang yang masih dalam usia muda.

Sementara itu, ‘perfeksionisme berorientasi diri’ dapat terjadi ketika individu mementingkan irasional untuk menjadi seseorang yang sempurna, serta memegang harapan yang tidak realistis dari diri mereka sendiri.

Seseorang juga dapat menghukum diri mereka jika sesuatu tidak sesuai dengan harapan dan target, hingga terjadilah depresi klinis, gangguan makan, dan kematian dini di kalangan mahasiswa dan orang muda.

Perfeksionisme kritis juga dianggap meningkatkan risiko gangguan bipolar, lho. Inilah yang mungkin dapat menjelaskan mengapa orang dengan bipolar juga mengalami kecemasan.

Ragam-dampak-buruk perfeksionis

 (sumber: shutterstock)

Perfeksionisme Hidup dengan Suara Hati yang Keras

Hidup dengan suara perfeksionisme bukanlah hal yang mudah, karena terjadinya ‘kritik batin’ pada diri seseorang secara terus-menerus dan memberitahu bahwa mereka tidak cukup baik, tidak peduli apa yang mereka lakukan atau seberapa keras usaha, dan inilah yang menjadi pergolakan batin bagi mereka yang memiliki perfeksionisme dalam diri.

Suara perfeksionisme dalam diri seseorang juga yang membuat orang tersebut bersikap kritis terhadap diri sendiri dan menganggap ketidaksempurnaan adalah sesuatu yang tidak dapat ditawar.


Baca Juga:


Tak hanya itu, perfeksionisme juga sering mendekati pelecehan terhadap diri sendiri, lho. Kritik batin pada diri dapat membuat orang tersebut bersikap begitu keras pada dirinya.

Perfeksionis

(sumber: shutterstock)

Cara Mengatasi Bahaya Perfeksionisme

Setelah mengetahui dampak buruk tersebut, kamu mungkin akan berusaha untuk mengatasi kritik batin kamu sendiri.

Hal ini tentu tidaklah mudah, tapi ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membungkam suara itu. Kasih sayang dapat membantu melindungi terhadap depresi pada orang dengan kecenderungan perfeksionistik, lho.

Kasih sayang dan praktik kebaikan pada diri secara konsisten dapat mengurangi kekuatan hubungan antara perfeksionisme dan depresi pada remaja maupun dewasa.

Bentuk-bentuk psikoterapi tertentu dapat membantu orang memahami kepercayaan diri mereka yang cenderung keras dan mengubahnya menjadi lebih lembut.

Perlu kamu ketahui juga, bahwa rasa mengasihi diri sendiri dapat dipelajari dan diajarkan, lho. Tidak ada salahnya kamu mengambil waktu sejenak dan mengakui fakta bahwa manusia hanya bisa berencana dan berusaha, setiap keputusan ada pada Allah.

Itulah dampak buruk perfeksionis bagi kesehatan mental dan sedikit penjelasan cara mengatasinya. Ingat, Moslem Fellas, kita adalah makhluk spesial, dari awal kita adalah sang juara.

Referensi:

Medical News Today. Diakses pada 2020. How perfectionism affects your (mental) health

Nadya Maysyarah



Buat Tulisan
5 Ciri-ciri Vagina Sehat, Cek Sendiri Di Sini!
Previous
5 Ciri-ciri Vagina Sehat, Cek Sendiri Di Sini!
Buat yang Malas Mandi, Kamu Melewatkan 5 Manfaat Mandi Pagi Ini!
Next
Buat yang Malas Mandi, Kamu Melewatkan 5 Manfaat Mandi Pagi Ini!
Related Articles
Back to
top