x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Ssstt, Ini Tips Curhat Di Media Sosial agar Tidak Timbul Masalah


curhat-di-media-sosial

Sumber: kfiam640.iheart.com

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Bagi kebanyakan orang, media sosial adalah sarana utama mereka untuk berkomunikasi dengan teman dan keluarga.

Sebuah penelitian baru-baru ini oleh Pew Research Center menemukan bahwa 8 dari 10 orang Amerika memiliki profil Facebook dan 32% memiliki akun Instagram, 24% memiliki akun Twitter.

Termasuk juga angka di Indonesia yang tidak kalah banyaknya. Curhat di media sosial memang sudah menjadi sebuah fenomena yang tidak bisa dihindari.

Berbagi suka dan duka hidup kita dengan teman dekat, keluarga, hingga orang-orang yang sama sekali tidak kita kenal.

Tips Curhat Di Media Sosial, Hindari Nyinyir!

Nah, ketika kita memiliki dorongan untuk curhat di media sosial atau posting informasi yang bersifat pribadi atau sensitif, baik itu tentang diri kita atau kehidupan kita, maka banyak hal yang harus dipertimbangkan, lho.

Pada akhirnya, kita juga berhak untuk mengemukakan pendapat, dan di lain sisi kita juga perlu untuk memupuk hubungan baik kepada orang lain baik di kehidupan nyata maupun di dunia maya. Berikut beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:

1. Hindari posting ketika kamu merasa emosional

Kita semua pernah berkata dan melakukan sesuatu ketika dalam kemarahan yang kemudian kita sesali dan berharap bisa menarik perkataan maupun perbuatan tersebut kembali.

Nah, nyatanya hal-hal seperti ini jauh lebih sulit ditarik kembali ketika dipublikasikan secara online. Jejak digital tidak dapat ditutupi, Moslem Fellas.

Saat kamu sedang menghadapi konflik personal, emosi pasti akan memanas. Nah, keinginan tinggi untuk curhat di media sosial, membagi keluh kesah di lini masa sebaiknya tidak dituruti, Moslem Fellas.

Sebaliknya, kamu mengontrol emosi terlebih dahulu, berpikir secara jernih. Jauhkan handphone dari jangkauanmu. Tenangkan diri, bila perlu coba ngobrol dengan orang terdekatmu saja.

Merasa emosional

Sumber: unsplash

2. Gunakan pesan pribadi untuk menyelesaikan konflik

Jika kamu memiliki konflik dengan seseorang yang juga memiliki sosial media, sangat tidak disarankan curhat di media sosial tentang permasalahan tersebut, ya.

Ucapan kamu yang bisa jadi menyakitkan dan menghina, pada akhirnya membuat seseorang merasa terluka, defensif, dan disalahpahami.

Alih-alih masalah terselesaikan, justru hal ini akan memancing keributan lain. Tak hanya menjadi masalah kamu dan si dia, tapi juga mengundang orang lain untuk ikut campur dan akhirnya masalah semakin memanas.


Baca Juga:


Kalau kamu merasa ingin menyelesaikan konflik lewat chatting, maka sebaiknya lakukan secara personal.

Manfaatkan fitur direct message (DM) bisa juga dilakukan, hal ini akan lebih nyaman untuk kamu dan dia. Bila perlu, duduk dan berbicara langsung secara dewasa, agar permasalahan dapat terpecahkan.

3. Persiapkan Diri untuk Tanggapan Negatif

Sebelum terlibat dalam wacana publik, tanyakan pada diri sendiri: "Apakah saya siap untuk menerima rentetan tanggapan negatif?" Jika kamu berpikir umpan balik negatif dan komentar akan membuat kamu merasa kesal atau marah, maka urungkan posting.

Sebaliknya, pertimbangkan menelepon atau mengirim chat ke teman untuk membicarakan perasaan kamu.

4. Lindungi Privasimu

Penting untuk diingat bahwa jejaring sosial dan komentar yang kita buat akan sangat mudah untuk ditemukan.

Sudah rahasia umum bagi perusahaan atau universitas untuk mencari profil media sosial calon pelamar atau pelajar, lho.  

Dalam kasus ini, bukan hanya hubungan kita yang menderita, tetapi juga terbuangnya kesempatan karena terlalu banyak berbagi di sosial media.

Biasakan untuk hanya berbagi informasi pribadi dan sensitif secara langsung atau melalui telepon kepada orang yang terpercaya, ya.

Batasan curhat di media sosial

Sumber: unsplash

5. Ada Efek Kelebihan Media Sosial dan Ketergantungan Internet

Penggunaan internet kompulsif didefinisikan sebagai penggunaan internet yang berlebihan sehingga sulit mempertahankan tanggung jawab harian atau fungsi sehari-hari secara normal.

Penggunaan internet secara berlebihan ternyata berpengaruh terhadap kesejahteraan emosional kita, lho.

Beberapa gejala yang terkait dengan kondisi ini yakni, konsentrasi yang buruk, shutdown emosional, dan gejala penarikan diri dari kehidupan sosial.

Menyadari konsekuensi buruk dari terlalu banyak menghabiskan waktu untuk menggunakan sosial media adalah bagian penting dari menumbuhkan keseimbangan yang sehat antara kehidupan maya dan kehidupan nyata.

Ingatlah beberapa tips curhat di media sosial tersebut agar tidak menimbulkan masalah, ya! Be wise, Moslem Fellas!

Nadya Maysyarah



Buat Tulisan
Penggunaan Hand Sanitizer, Benarkah Aman dan Ampuh Membunuh Kuman?
Previous
Penggunaan Hand Sanitizer, Benarkah Aman dan Ampuh Membunuh Kuman?
Hindari 3 Perkara dalam Pertengkaran Rumah Tangga yang Merugikan
Next
Hindari 3 Perkara dalam Pertengkaran Rumah Tangga yang Merugikan
Related Articles
Back to
top