x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Cerita Nabi Yunus Ditelan Paus Saat Sempat Meninggalkan Kaumnya


Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Nabi Yunus merupakan seorang nabi yang ditugaskan oleh Allah SWT untuk menyebarkan dakwah kepada orang Assyiria di Ninawa, Iraq. Nabi Yunus sendiri ialah putra dari Matta keturunan Benyamin bin Ya'qub bin Ishaq bin Ibrahim.

Kaum Ninawa termasuk salah satu kaum yang bersifat keras kepala, penyembah berhala, bahkan suka melakukan kejahatan. Cerita Nabi Yunus bermula ketika Beliau semakin putus asa telah berulang-ulang kali memperingatkan kaum Ninawa tapi tidak diindahkan.

Kaum Niwana yang Tidak Peduli Ajaran Nabi Yunus

Kaum yang ditugaskan pada Nabi Yunus ini tetap tidak mau berubah dengan alasan sang nabi bukan berasal dari kaum mereka. Tercatat dua orang pengikutnya, yakni bernama Rubil yang memiliki sifat yang alim dan bijaksana, serta Tanukh dengan sifat sederhana dan tenang.

Berbagai ajakan Nabi Yunus semata menyembah Allah SWT tersebut sangat baru dan belum pernah didengar oleh kaum Ninawa. Itulah alasan terbesar kaum tersebut tidak dapat menerimanya untuk menggantikan ajaran dan kepercayaan warisan nenek moyang.

Terlebih lagi, Nabi Yunus merupakan orang asing yang bukan dari keturunan mereka. Kondisi ini yang membuat Nabi Yunus semakin berputus asa, sampai harus beranggapan bahwa tak ada lagi kaum Ninawa dapat beriman kepada Allah SWT.

Cerita Nabi Yunus yang Ditelan Paus

Suatu hari, Nabi Yunus sudah bersiap hendak pergi meninggalkan kaum Ninawa dan mengingatkan kaum Ninawa untuk segera bertobat karena akan datang azab jika mereka tidak segera bertobat.

Setelah pergi dari kaum Ninawa, sebenarnya keadaan Nabi Yunus menjadi tidak menentu. Beliau pun mengembara tanpa tujuan dengan putus asa dan merasa berdosa.

Hingga akhirnya sampai di tepi pantai dan memutuskan untuk menumpang sebuah kapal yang hendak menyebrangi laut. Ketika kapal itu tengah berlayar, tiba-tiba terjadilah badai besar hingga menjadikan kapal berguncang hebat, dan para penumpang sepakat untuk mengurangi beban dengan membuang salah satu di antara mereka ke laut.

Undian pertama hingga yang ketiga nama yang keluar adalah nama Nabi Yunus. Beliau tersadar bahwa semua itu adalah kehendak Allah, maka ia segera menjatuhkan diri ke laut.

Allah mewahyukan kepada Nun (paus) untuk menelan Nabi Yunus secara utuh. Di dalam perut mamalia raksasa tersebut, beliau bertaubat dan meminta ampun kepada Allah dan pertolongan-Nya.


Baca juga:


Para ulama berselisih tentang berapa lama Nabi Yunus tinggal di dalam perut hewan tersebut. Ada pendapat menurut Qatadah, selama tiga hari.

Menurut Abu Ja’far ash-Shaadiq, tujuh hari, sementara menurut Abu Malik, selama empat puluh hari. Seorang mujahid berkata dari asy-Sya’bi, “Ia ditelan di waktu dhuha dan dimuntahkan di waktu sore.”

Allah mendengar doa Nabi Yunus dan memerintahkan paus itu untuk mendamparkan Nabi Yunus di tepi pantai. Atas seizin Allah pula di samping Nabi Yunus tumbuh pohon labu, agar beliau yang kurus serta lemah dapat memakan buahnya sehingga memiliki tenaga kembali. Perlahan setelah Nabi Yunus pulih, Allah SWT memerintahkan kembali dia ke kaum Ninawa.

Nabi Yunus sangat terkejut, sebab saat kembali ia melihat perubahan penduduk Ninawa yang telah beriman kepada Allah SWT.

Ternyata sesaat ketika Nabi Yunus pergi, azab yang diancamkan ternyata terjadi dan membuat kaum tersebut bertaubat. Selanjutnya, Nabi Yunus mengajari kaum Ninawa kitab tauhid dan menyempurnakan iman mereka. Dalam Alquran telah tertulis,

"Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih. Lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup pada mereka hingga waktu yang tertentu" (QS As-Saffat: 147-148).

Allah SWT sesungguhnya adalah Dzat yang Maha Penyayang dan Pemberi Ampun, cerita Nabi Yunus tersebut memberikan hikmah bahwa orang-orang yang dengan ikhlas mengharapkan ridha-Nya maka pasti diberikan pertolongan. Bahkan, nabi pernah kecewa dan meninggalkan kaumnya, tapi jika Allah sudah merencanakan maka pasti akan terjadi.

Danur K Atsari



Buat Tulisan
5 Tarian Daerah Khas Indonesia yang Telah Diakui Dunia
Previous
5 Tarian Daerah Khas Indonesia yang Telah Diakui Dunia
Umroh Tanpa Travel? Bisa, Umroh Backpacker Namanya
Next
Umroh Tanpa Travel? Bisa, Umroh Backpacker Namanya
Related Articles
Back to
top