x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Cara Menyimpan Sikat Gigi yang Benar Agar Tak Jadi Sarang Kuman


cara-menyimpan-sikat-gigi

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Tahukah kamu, bila penyimpanan sikat gigi yang tak benar bisa menjadi sarang kuman dan juga penyakit. Lantas, seperti apakah cara menyimpan sikat gigi yang benar?

Sikat gigi modern yang kini telah dilengkapi dengan helm pelindung ternyata tidak selalu sebersih yang kita lihat.

Selain itu, tempat-tempat kita menempatkan sikat gigi layaknya kamar mandi ataupun wastafel juga berpotensi memiliki banyak kuman maupun bakteri, apalagi jika kamar mandi disatukan dengan toilet.

Penelitian yang dilakukan pada University of Manchester, Inggris, menunjukkan fakta bahwa dalam sikat gigi ada potensi sekitar 10 juta bakteri yang bisa ditemukan.

Beberapa bakteri bahkan termasuk dalam bakteri e.Coli dan staphylococcus yang bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan tubuh. 

Lantas, bagaimana cara menyimpan sikat gigi yang benar? Yuk, simak ulasan berikut ini.

Cara Menyimpan Sikat Gigi agar Tak Jadi Sarang Kuman Penyakit

  1. Jangan menyimpan sikat gigi di dekat toilet

Jika selama ini kamu meletakkan sikat gigi di dekat wastafel atau toilet, besar kemungkinan sikat gigi akan terkena zat-zat sisa kotoran, sabun, dan air kotor yang mengandung banyak kuman penyakit.

Jadi saat membilas (flush) toilet, air toilet dapat terciprat hingga sejauh 2 meter ke segala arah.

Menurut Charles Gerba, Ph.D., seorang profesor dan ahli mikrobiologi dan ilmu lingkungan di University of Arizona College of Public Health, bakteri dan virus (E.coli, S. aureus, dan bakteri lainnya) dari toilet dapat menempel di seluruh permukaan kamar mandi, termasuk di sela-sela bulu sikat gigi dan mengendap dalam beberapa waktu.

Ini sama halnya bila kamu sering menyimpan sikat gigi di dekat wastafel. Cipratan air wastafel yang mungkin telah bercampur dengan sisa-sisa sabun atau air kotor dapat berpindah dengan mudah ke bulu sikat gigi.

  1. Pisahkan sikat gigi kamu dari sikat gigi orang lain

Faktanya, rongga mulut adalah rumah bagi ratusan jenis mikroorganisme yang berbeda, mulai dari bakteri alami maupun bakteri dari luar yang mungkin membahayakan kesehatan tubuh.

Setiap kali kamu menggosok gigi, maka sikat gigi tersebut sudah menjadi perantara penularan mikroorganisme kepada orang lain.

Maka dari itu, salah satu cara menyimpan sikat gigi yang benar adalah dengan memisahkan sikat gigi kamu dari sikat gigi orang lain.

Mencampurkan beberapa sikat gigi dapat membuat permukaan bulu sikat saling menempel dan menyebabkan kontaminasi silang.

Bahaya ini sama halnya bila kamu berbagi sikat gigi, alias menggunakan satu sikat gigi yang sama dengan orang lain.

seperti-ini-cara-menyimpan-sikat-gigi-yang-tepat

  1. Letakkan sikat gigi di tempat terbuka

Demi menjaga bulu sikat gigi dari kontaminasi bakteri yang ada di dalam toilet, biasanya tidak sedikit orang yang terbiasa untuk meletakkan sikat gigi di dalam lemari, wadah tertutup atau menutup bulu sikat gigi dengan penutup.

Ternyata, kebiasaan ini kurang baik. Pasalnya, menyimpan sikat gigi di dalam wadah tertutup atau sengaja menutup ujungnya akan membuat bulu sikat gigi menjadi lembap.


Baca Juga:


Lingkungan lembap adalah lingkungan yang paling disukai bakteri untuk tumbuh lebih cepat. Akibatnya, sikat gigi kamu justru menjadi sarang bakteri.

Sebaiknya letakkan sikat gigi di cangkir atau gantungkan di tempat terbuka agar sirkulasi udaranya berjalan dengan baik.

  1. Posisikan sikat gigi menghadap ke atas

Sikat gigi sebaiknya diletakkan menghadap ke atas atau dalam posisi tegak, yaitu bulu sikat gigi di atas dan gagang sikat gigi berada di bawah.

Cara ini berfungsi untuk memberikan kesempatan bagi bulu sikat gigi agar bisa ‘bernapas’ dan mendapatkan sirkulasi udara yang baik di sela-selanya.

Selain itu, hal ini juga bermanfaat untuk mengalirkan sisa-sisa air di sela-sela bulu sikat gigi sehingga kelembapan pada bulu sikat gigi menjadi terjaga. Jadi, hal ini bisa mencegah tumbuhnya bakteri pada sikat gigi.

  1. Rutin ganti sikat gigi

Pastikan untuk rutin mengganti sikat gigi setiap 3 sampai 4 bulan sekali. Namun, jika kamu menemukan bulu sikat gigi sudah melebar sebelum tiga bulan, maka kamu tetap wajib menggantinya dengan sikat gigi yang baru.

Jika kamu sedang terkena flu, demam, batuk, sakit tenggorokan, sariawan, atau masalah mulut lainnya, segera ganti sikat gigi kamu setelah sembuh.

Pasalnya, saat kamu menyikat gigi ketika sedang sakit, virus-virus yang ada akan menempel di bulu sikat gigi dan bisa membuat penyakit kambuh lagi.

Sobat, seperti itulah cara merawat sikat gigi yang baik dengan benar. Yuk, dipraktikan!



Buat Tulisan
5 Amalan Sebelum Tidur yang Diajarkan Rasulullah
Previous
5 Amalan Sebelum Tidur yang Diajarkan Rasulullah
Begini Cara Menanggapi Anak dengan Masalah di Sekolah
Next
Begini Cara Menanggapi Anak dengan Masalah di Sekolah
Related Articles
Back to
top