x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   Parenting
Seperti Apakah Cara Mengajarkan Anak Berbagi yang Tepat?

Cara-Mengajarkan-Anak-Berbagi

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Banyak hal yang perlu diketahui anak-anak, tentang kasih sayang juga saling berbagi.

Hal ini merupakan sifat yang harus dimiliki si kecil agar kelak dapat membangun hubungan baik dengan orang lain.

Namun, mengajarkan kebaikan pada anak bukanlah yang mudah.

Terlebih jika si kecil sudah bisa menentukan kemauannya. Lalu, bagaimana cara mengajarkan anak berbagi yang tepat? Berikut ulasan selengkapnya.

Terapkan Cara Mengajarkan Anak Berbagi yang Tepat Ini

Melihat si kecil bertengkar dengan temannya bukanlah hal yang aneh.

Terlebih di usianya yang masih sangat kecil, anak-anak memang tidak mudah untuk memberikan apa yang mereka miliki.

Anak-anak cenderung merasa memiliki hak penuh pada suatu benda yang disukainya.

Oleh sebab itu, mereka merasa tidak perlu memberikan atau meminjamkan milikina pada orang lain. Padahal, salah satu syarat menjalin hubungan baik dengan orang lain adalah berbagi.

Jangan khawatir, untuk membuat si kecil mau berbagi kita hanya membutuhkan pelatihan yang tepat. Berikut beberapa cara mengajar anak berbagi yang dapat kita terapkan.

  1. Beri si kecil penjelasan arti berbagi

Setiap mempelajari sesuatu, si kecil membutuhkan penjelasan tentang apa yang mereka kerjakan dan mengapa mereka harus melakukannya.

Sebelum kita mengajarkan mereka untuk berbagi, sebaiknya dimulai dengan membiasakan memberinya pemahaman yang sederhana.

Seperti, menjelaskan bahwa berbagi tak hanya memberikan apa yang dimiliki, tetapi juga dapat diartikan meminjamkan kepada orang lain.

Artinya, sesuatu yang dipinjamkan akan kembali lagi padanya. Dengan pemahaman ini, kemungkinan anak mau meminjamkan mainan secara bergantian dengan teman mainnya.

Bagaimanakah-Cara-Mengajarkan-Anak-Berbagi

  1. Mengajarkan di usia yang tepat

Berbagi juga bagian dari rasa empati, namun anak-anak biasanya belum memiliki rasa empati dengan baik ketika usianya masih di bawah 6 tahun.

Itulah sebabnya, mengajarkan anak untuk berbagi juga perlu mempertimbangkan usianya. Jika diajari sebelum waktunya mereka akan merasa frustasi.


Baca Juga:


Hal ini justru akan memperburuk hubungan kita dengan si kecil, yang mengakibatkan anak semakin sulit untuk diajarkan berbagi.

Jadi, pastikan untuk mengajari si kecil saat usianya menginjak 3 atau ketika anak-anak mulai bermain dengan teman sebayanya.

  1. Tidak memaksa

Mengajarkan kebaikan kepada anak memang penting, tapi tetap saja kita tidak boleh memaksanya.

Kita harus tahu cara menghargai pendapat anak, terlebih jika mereka cukup selektif.

Seperti, hanya akan meminjamkan salah satu mainannya dan bukan semuanya. Jika memang begitu, maka jangan pernah memaksa si kecil untuk berbagi pada temannya.

Di tahap awal, kita dan si kecil dapat menyortir mainan apa saja yang dapat dipinjamkan atau tidak agar tidak menimbulkan pertikaian nantinya.

Lambat laun anak akan mengerti dan tidak  akan merasa khawatir jika barangnya dipinjamkan. Selain itu, rasa empati anak pun akan berkembang dan mereka tidak akan lagi menjadi pemilih dalam berbagi.

Inilah-Cara-Mengajarkan-Anak-Berbagi

  1. Perlihatkan jika berbagi itu menyenangkan

Anak-anak selalu menyukai hal  yang menyenangkan. Jika berbagi dapat kita lakukan dengan cara menyenangkan, si kecil tentu tidak akan menolaknya.

Kita dapat menerapkan permainan ketika mengajarkan anak berbagi, apalagi jika teman-te,annya juga turut  terlibat.

Misalnya dengan cara menggambar dan mewarnai bersama, sediakan satu buah buku gambar dan alat menggambar, minta si kecil dan temannya menggambar di buku yang sama dan saling bertukar alat gambar.

Selain itu, kita dapat mengajak si kecil dan temannya saling mencicipi camilan yang mereka bawa dari rumah.

Sebenarnya, ibu pasti memiliki banyak cara untuk membuat anaknya tubuh menjadi pribadi  yang baik.

Selain menerapkan cara mengajarkan anak berbagi di atas, ada baiknya kita pun memberikan contoh berbagi di depan si  kecil sebagai peniru yang baik.

Fifi Jacob



Buat Tulisan
Tak Mudah Menyerah, Ini Kisah di Balik Kesuksesaan Atina Maulia
Previous
Tak Mudah Menyerah, Ini Kisah di Balik Kesuksesaan Atina Maulia
5 Restoran Halal di Hongkong Wajib Mampir
Next
5 Restoran Halal di Hongkong Wajib Mampir
Related Articles
Back to
top