x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   Parenting

Cara Mendidik Anak yang Keras Kepala dan Sensitif


Cara-mendidik-anak-yang-keras-kepala

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Ada sifat si kecil yang kerap memaksakan keinginannya, padahal kita sebagai orangtua sudah memberikan alternatif pilihan yang paling tepat?

Mungkin kita menilai buah hati kita seorang yang keras kepala, tapi jangan seketika memberi label sang anak dengan label ‘nakal’ atau ‘suka melawan’. 

Pada dasarnya, anak di rentang usia 2-5 tahun mempunyai sifat cenderung keras kepala sebagai bagian dari fase perkembangan dan pertumbuhan kejiwaan seorang anak.

Diperlukan cara mendidik anak yang keras kepala secara tepat mengenai hal ini, ya.

Cara Mendidik Anak yang Keras Kepala dan Ngotot

Pada fase ini, biasanya anak sudah mulai memiliki kesadaran bahwa dia adalah pribadi yang independen terhadap orang lain. 

Dalam bahasa ilmiah, sikap keras kepala pada anak ini sering dikenal dengan istilah strong willed child.  Lantas, bagaimana seharusnya cara mendidik anak yang keras kepala yang baik?

Berbagai hal bisa menjadi pemicu si kecil keras kepala, antara lain:

  • Kemungkinan anak meniru reaksi keras kepala orangtua atau pernah bertengkar di depan mereka.
  • Kemungkinan orangtua yang terlalu memanjakan anaknya, yaitu ketika semua keinginan anak dipenuhi tanpa syarat.
  • Membiasakan anak untuk selalu patuh secara berlebihan dan meminta mereka untuk selalu mengalah tanpa alasan.
  • Kurangnya kasih sayang dan perhatian kepada anak.

Ini-dia-cara-mendidik-anak-yang-keras-kepala


Baca Juga:


Sejumlah karakteristik anak yang bisa menunjukkan sikap keras kepala, antara lain:

  • Lebih aktif dan kurang sabaran
  • Cenderung impulsif dan kurang mampu mengendalikan keinginannya, sehingga sering bertindak tanpa pikir panjang.
  • Cenderung tidak mau menurut, lebih mudah marah, dan bersikap keras.
  • Cenderung menunjukkan ekspresi yang berlebihan, entah itu saat gembira ataupun sedih.
  • Cenderung lebih sensitif dan mudah tersinggung.

Seperti-ini-cara-mendidik-anak-yang-keras-kepala

Yuk, coba tips menghadapi anak kita yang cenderung keras kepala berikut ini:

  • Anak yang keras kepala biasanya belajar dari pengalaman, sehingga mereka cenderung tidak begitu mau menerima ketika hanya diberi penjelasan kata-kata. Bila kita mengatakan bahwa jangan bermain di dekat kompor karena panas dan berbahaya, justru dia merasa perlu membuktikannya dengan merasakan sensasi panas di dekat kompor.
  • Anak yang keras kepala umumnya lebih menyukai penguasaan yang lebih, sehingga kita tidak perlu terlalu banyak menyuruh dan sebaiknya cukup dengan diingatkan.
  • Biasakan memberikan pilihan kepada anak daripada memerintah, karena perintah cenderung akan ditolak. Dengan pilihan tersebut, anak akan merasa diajak mengambil keputusan sehingga merasa lebih tanggung jawab atas apa yang sudah dipilihnya.
  • Hindari memaksakan keinginan kita kepada mereka karena hal itu justru akan membuat mereka semakin menentang. Sebaiknya jalin komunikasi yang baik dengan sabar.
  • Cobalah untuk memberikan anak kebebasan yang berada dalam batas kewajaran, selama hal yang dilakukan tidak membahayakan mereka.

Cara mendidik anak yang keras kepala memang membutuhkan kesabaran ekstra, tapi orangtua mempunyai peran besar dalam mengarahkannya kepada hal-hal yang positif.  Fasilitasi juga hobi anak sebagai media untuk menyalurkan bakat dan potensi yang mereka miliki, ya.

Danur K Atsari



Buat Tulisan
5 Manfaat Sari Kurma Al Jazira yang Utama
Previous
5 Manfaat Sari Kurma Al Jazira yang Utama
5 Bentuk Dukungan untuk Orang yang Mengalami Depresi
Next
5 Bentuk Dukungan untuk Orang yang Mengalami Depresi
Related Articles
Back to
top