x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Cara Menanam Cabai Rawit Paling Tepat


Cara-Menanam-Cabai-Rawit

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Kamu perlu mengetahui cara menanam cabai rawit agar tidak perlu membelinya lagi. Cabai termasuk salah satu bumbu yang hampir ada di semua masakan Indonesia. Maka tak heran, banyak orang yang mengeluh ketika harga cabai rawit naik.

Sebetulnya, cabai memiliki beragam jenis tapi masyarakat lebih mengenal cabai rawit dan cabai merah besar.

Ada beberapa jenis cabai yaitu cabai kathur, cabai keriting, cabai jelapeno, cabai gendot, dan juga paprika.

Cara Menanam Cabai Rawit, Manfaat Cabai Rawit

Banyaknya cabai rawit yang digunakan pastinya untuk menambahkan rasa pedas pada suatu masakan.

Rasa pedas yang ada pada cabai rawit bukan banyak akan menambah rasa nikmat pada makanan, tapi juga dianggap bisa menambah nafsu makan, lho!

Perbedaan cabai rawit dengan cabai yang lainnya terletak pada ukuran dan rasanya yang biasanya lebih pedas.

Cabai rawit, memang dianggap penting untuk menambah cita rasa pada beberapa masakan, maka tak heran jika beberapa orang sampai menanam cabai rawit di pot atau polybag di rumah.

Di antara kamu mungkin masih ada yang belum mengetahui cara menanam cabai rawit di pot atau polybag.

Ternyata cara menanam cabai rawit di rumah ini cukup mudah untuk dilakukan dan tidak mengharuskan kamu memiliki lahan yang luas.

Sebelum mengetahui lebih lanjut mengenai cara menanam cabai rawit di pot atau polybag, ada beberapa hal mengenai cabai rawit yang juga harus kamu ketahui.

Cara-menanam-cabai-rawit-paling-tepat

Bukan hanya di Indonesia, ternyata cabai rawit juga banyak tumbuh subur dan dijadikan sebagai bumbu masakan di beberapa negara Asia Tenggara seperti India.

Makanan pedas yang terkenal di India adalah vindalooyang yakni kari daging panas yang dibumbui rempah-rempah seperti adas, biji mostar, cabai kering, ketumbar dan juga jahe.

Cabai rawit yang masih berwarna hijau akan berubah warna menjadi merah saat sudah matang.

Memang kecil, tapi ternyata jenis buah dan tumbuhan yang masuk dalam genus Capsicum ini juga dianggap memiliki tingkat kepedasan yang tinggi. Cabai rawit memiliki tingkat kepedasan antara 50.000 – 100.000 di skala Scoville.

Selain capsaicin, cabai rawit juga memiliki kandungan beberapa nutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh.

Di dalam cabai rawit ada kandungan vitamin A, B6, C, E dan K, kemudian kandungan zat besi dan kalium.

Inilah-cara-menanam-cabai-rawit

Cara Menanam Cabai Rawit di Rumah

Sayangnya, beberapa tahun belakangan ini harga cabai di Indonesia sering mengalami fluktuasi atau harga yang naik dan turun. Bahkan di beberapa daerah ada yang mengalami kelangkaan cabai rawit.

Nah, tidak perlu khawatir untuk mengatasi masalah kelangkaan cabai rawit tersebut bisa dengan cara menanam sendiri cabai rawit di rumah, lho!

Lahan yang dibutuhkan juga tidak perlu luas, karena kamu bisa menanam cabai rawit di dalam pot atau polybag.


Baca Juga:


Langkah pertama sebelum kamu menanam cabai rawit ialah dengan memilih bibit cabai rawit yang kualitasnya baik dan benar.

Kamu bisa mencoba menanam cabai di rumah, dengan menggunakan cabai dari dapur atau cabai rawit yang sudah tua.

Bisa juga dengan membeli bibit cabai rawit yang ada di toko pertanian atau pasar bunga. Namun, umumnya harga bibit itu akan jauh lebih mahal.

Langkah selanjutnya yang harus kamu lakukan ialah dengan melakukan seleksi benih, kamu hanya perlu merendam biji cabai di dalam air.

Buanglah biji cabai yang terapung dan melayang di dalam air dan pilih biji yang tenggelam. Setelah itu, jemur biji cabai rawit hingga mengering.

Jika kamu sudah memiliki benih yang bagus untuk ditanaman, berikut ini adalah cara menyemai benih cabai rawit agar lebih cepat tumbuh, yaitu:

  1. Siapkan media semai yang terdiri dari campuran tanah dan pupuk kandang. Bisa juga menggunakan kompos dengan perbandingan 3 : 1.Ploybag-kecil
  2. Aduk media semai hingga benar-benar rata, kemudian diamkan di tempat yang teduh dan terlindung dari hujan selama kurang lebih satu minggu.
  3. Setelah satu minggu, rendamlah benih cabai rawit yang sudah kamu buat sebelumnya ke dalam air hangat selama tiga jam. Bisa juga ditambhakan ZPT (Zat Pengatur Tumbuh) ke dalam air tersebut untuk merangsang kecambah tumbuh. ZPT bisa juga diganti dengna air bawang merah.
  4. Masukkan media semai ke dalam polybag kecil dan siram hingga basah. Setelah itu, kamu bisa mulai masukkan 1 benih cabai rawit untuk masing-masing polybag dengan menambahkan lubang sedalam 1-15 cm.
  5. Letakkan polybag yang sudah ditanami benih di tempat yang lebih teduh. Untuk pemeliharaannnya kamu bisa menyiram 1-2 kali sehari. Dalam waktu 7-10 hari umumnya benih sudah tumbuh kecambah.
  6. Setelah dua hari tumbuh kecambah, bibit mulai diperkenalkan dengan sinar matahari secara bertahap agar tidak merusak kondisi bibit dan tumbuh tidak sempurna.
  7. Jika sudah memasuki usia 25-20 hari atau kira-kira tumbuh 6-8 daun, kamu bisa mulai memindahkannya ke pot atau polybag yang lebih besar.

Menanam-di-polybag-yang-lebih-besar

Dengan menerapkan cara menanam cabai rawit sendiri di rumah, tentu kamu tidak perlu kesulitan lagi untuk mendapatkan cabai rawit walaupun harganya sedang mahal di pasaran. Memetik cabai hasil menanam sendiri pasti akan lebih puas rasanya.



Buat Tulisan
5 Cara Memasak Sayur Pare agar Tidak Terasa Pahit
Previous
5 Cara Memasak Sayur Pare agar Tidak Terasa Pahit
Nama Bayi Laki-Laki Dalam Al-Qur’an untuk Referensi
Next
Nama Bayi Laki-Laki Dalam Al-Qur’an untuk Referensi
Related Articles
Back to
top