x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Cara Menagih Hutang dan Aturan Hutang Piutang dalam Islam


Tidak pernah ada ruginya untuk membantu orang lain, terlebih dengan tujuan meringankan beban orang tersebut. Karena, Allah tidak pernah menutup mata akan amalan baik hambaNYA.

Terkadang, kita tahu bahwa memberikan hutang kepada orang lain dalam tempo pendek sama sekali tidak mengurangi  nilai harta kita. Tapi, pada umumnya kita merasa cemas jika sudah saatnya tiba dibayar, namun belum juga terbayar. Sehingga kita repot mencari cara menagih hutang agar tetap menjaga perasaannya.

Sebelum menagih, ada beberapa aturan dalam cara menagih hutang

Agama Islam memberikan aturan dalam masalah perhutangan agar kita yang memberikan hutang tidak terjebak dalam kesalahan dan dosa besar yang akan membuat amalan kita hanya sia-sia. Dosa itu termasuk dalam dosa riba dan kedzaliman. Karena biasanya riba dan tindakan kedzaliman atau kekerasan dapat terjadi dalam masalah perhutangan.


 Baca Juga:


Pertama, melakukan pencatatan dalam transaksi perhutangan. Apalagi jika tingkat kepercayaan kita kurang sempurna. Ini dilakukan untuk menghindari bahaya dari lupa dan pertikaian.

Allah berfirman,

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu’amalah[179] tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar.” (QS. al-Baqarah: 282)

Kedua, memberikan penundaan waktu pembayaran ketika orang yang berhutang mengalami kesulitan dalam melakukan pelunasan. Atau jika memang kita tidak terlalu membutuhkannya, menyedekahkannya akan sangat lebih baik..

Allah berfirman,

“Jika (orang yang berhutang itu) dalam kesulitan, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan  menyedekahkan (sebagian atau semua hutang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu  mengetahui.” (QS. al-Baqarah: 280)

Ketiga, memberikan hutang berarti kita sudah melakukan transaksi sosial. Perbuatan baik pasti akan ada balasan pahalanya. Karena itu, saat kita memberikan hutang kepada orang lain dilarang mengambil keuntungan terhadap hutang yang di berikan, apapun bentuknya selama hutang itu belum dilunasi.

Rasulullah bersabda,

“Apabila kamu mengutangi orang lain, kemudian orang yang diutangi memberikan fasilitas kepadamu dengan membawakan jerami, gandum, atau pakan ternak maka janganlah menerimanya, karena itu riba.” (HR. Bukhari 3814).

Keempat, Jika kita memberi hutang, kita hendaknya siap menerima resiko penurunan nilai mata uang. Para ulama sepakat “orang yang memberi hutang hanya berhak meminta pengembalian sebesar uang yang dia berikan” tanpa memperhatikan keadaan penurunan nilai mata uang.

Kelima, jika uang yang dulu tidak berlaku, semisal hutang dengan uang dimasa silam dan tidak berlaku lagi. Maka, wajib dilakukan pembayaran dengan mata uang yang senilai dengan mata uang yang sudah tidak berlaku tersebut dengan emas atau perak.

Keenam, Diperbolehkan menerima pembayaran hutang dalam bentuk yang lain, misalnya hutang uang dibayar dengan emas, atau hutang rupiah dibayar dengan dollar, atau semacamnya tapi dengan syarat,

  1. Kesepakatan beda jenis pembayaran ini tidak dilakukan pada saat hutang, namun baru disepakati pada saat pelunasan.
  2. Menggunakan standar harga dalam waktu pelunasan, dan bukan harga waktu hutang.

Ketujuh, menerima pembayaran lebih dalam pelunasan hutang, ini diperbolehkan hanya saja adanya kelebihan dalam pelunasan hutang harus dengan syarat,

  1. Tidak ada kesepakatan melebihkan di awal
  2. Dilakukan murni atas inisiatif orang yang berhutang
  3. Bukan menjadi tradisi masyarakat setempat

Tetapi, jika keberadaan tambahan ini diberikan karena ada kesepakatan di awal, atau permintaan dari pihak yang menghutangi (kreditor), ataupun karena masyarakat setempat memiliki kebiasaan bahwa setiap hutang harus bayar lebih, maka tambahan semacam ini terhitung riba.

Jika kita memiliki rezeki lebih dan banyak orang disekitar kita membutuhkan bantuan, jangan pernah takut untuk melakukan kebaikan. Jika kita ingin melakukan penagihan, jangan lupa untuk memperhatikan beberapa cara menagih hutang diatas ya Sobat Moslem.

Fifi Jacob



Buat Tulisan
Tambahkan Resep Capcay Kamu dengan Bahan Pelengkap Ini
Previous
Tambahkan Resep Capcay Kamu dengan Bahan Pelengkap Ini
Bagaimana hukum menggunakan cat kuku dalam pandangan Islam?
Next
Bagaimana hukum menggunakan cat kuku dalam pandangan Islam?
Related Articles
Back to
top