x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Yuk, Tiru Cara Berdagang Rasulullah Agar Berkah dan Berlimpah


cara-berdagang-rasulullah

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Rasulullah SAW adalah panutan utama bagi umat Islam. Beliau mengajarkan hal-hal kebaikan, salah satunya adalah cara berdagang Rasulullah SAW.

Sekarang, banyak orang yang mulai tertarik dengan dunia perdagangan atau menjadi seorang entrepreuner.

Untuk menjadi seorang entrepreuner, harus ada banyak ilmu yang dikuasai mengenai dunia perdangan.

Selain belajar dari para entrepreuner sukses, kamu bisa belajar menjadi entrepreuner yang sukses dan berkah dari Rasulullah SAW.

Rasulullah SAW sudah berdagang sejak umur 12 tahun bersama pamannya, Abdul Muthalib.

Meskipun Abu Thalib merupakan seorang yang disegani oleh masyarakat Quraisy dan hidup dalam kecukupan, Rasulullah SAW tetap membantu meringankan beban pamannya dengan ikut berdagang. 

Yuk, simak cara berdagang Rasulullah SAW agar kita bisa mengembangkan bisnis dengan baik, lebih sukses, dan diridhoi Allah SWT.

Cara Berdagang Rasulullah SAW Agar Berkah

Sobat Moslem, bila kamu ingin menjadi pedagang yang sukses duna akhirat ikutilah beberapa cara berdagang rasulullah berikut ini.

  1. Diniatkan karena Allah SWT (Lillahi Ta’ala)

Sesungguhnya amal perbuatan tergantung pada niat, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan yang ia niatkan. Barangsiapa yang berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya maka ia akan mendapat pahala hijrah menuju Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang ingin diperolehnya atau karena wanita yang ingin dinikahinya, maka ia mendapatkan hal sesuai dengan apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Landasan utama Rasulullah SAW berdagang adalah atas nita karena Allah SWT, bukan untuk mengumpulkan harta, mencari keuntungan, atau memikat wanita.

Beliau mulai berdagang bersama pamannya Abu Thalib hingga ke negeri Syam (Suriah).

Ketika usianya menginjak 15-17 tahun, Rasulullah telah berdagang secara mandiri dan berhasil memperluas bisnisnya hingga ke-17 negara.

Sampai-sampai Beliau disebut sebagai khalifah (pemimpin) dagang. Setelah itu, Beliau menikah dengan Khadijah dan usaha dagangnya menjadi semakin sukses.

Seperti itulah buah dari sebuah niat yang tulus. Segala sesuatu yang diniatkan untuk mencari ridho Allah, pasti akan memudahkannya. Maka itu, awali usaha dengan niat karena Allah SWT.

  1. Bersikap jujur

Rasulullah SAW dikenal akan kejujurannya, termasuk dalam berdagang. Beliau tidak pernah mengurangi takaran timbangan dan selalu mengatakan kondisi barang yang sebenarnya, baik itu kelebihan atau kekurangannya.


Baca Juga:


Tak jarang, Rasulullah SAW melebihkan timbangan untuk menyenangkan konsumennya. Karena kejujurannya itu, Beliau dianugerahi julukan Al-Amin, yakni seseorang yang dapat dipercaya.

Moslem-lifestyle-cara-berdagang-ala-rasulullah

Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan, dan timbanglah dengan timbangan yang lurus. Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi ini dengan membuat kerusakan.” (QS. Asy-Syuaraa : 181-183).

  1. Saling menguntungkan kedua belah pihak

Rasulullah SAW berdagang mengutamakan prinsip saling menguntungkan serta suka sama suka antar penjual dan pembeli.

Kondisi dan kualitan barang dagangan tidak ada yang ditutupi dan harus mencapai kesepakatan bersama.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Janganlah dua orang yang berjual-beli berpisah ketika mengadakan perniagaan kecuali atas dasar suka-sama suka.” (HR. Ahmad).

Sesungguhnya perniagaan itu hanyalah perniagaan yang didasari oleh rasa suka sama suka.” (HR. Ibnu Majah).

  1. Mengambil keuntungan sewajarnya

Sering kali, pedagang menjual barangnya dengan harga yang jauh lebih mahal dari harga aslinya.

Mereka berusaha mengambil untung sebanyak mungkin tanpa memikirkan kondisi konsumennya.

Hal ini tidak pernah dilakukan Rasulullah SAW. Selain menyalahi agama, menjual barang dengan harga yang terlalu tinggi juga akan membuat dagangan kita kurang laku.

Rasulullah SAW selalu mengambil keuntungan yang sewajarnya. Bahkan jika ditanya oleh pembeli tentang modal, Beliau akan memberitahukan dengan jujur.

Dapat disimpulkan, berdagang bukan hanya semata-mata mengejar keuntungan duniawi saja, tapi juga keberkahan dari Allah SWT.

Allah Ta’ala berfirman,

Barangsiapa yang menghendaki keuntungan akhirat, akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya, dan barangsiapa yang menghendaki keuntungan dunia, Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu kebahagiaan pun di akhirat.” (QS. Asy-Syuraa : 20).

Sobat, kesuksesan Rasulullah SAW dalam berwirausaha tidak hanya sekadar dalam bentuk materi, namun juga berberkahan rezeki yang diperoleh dan mengikat erat tali persaudaraan antar Muslim. Semoga bermanfaat!

Dayana Cinthya



Buat Tulisan
Tak Sulit, Begini 5 Cara Mengatasi Kesepian
Previous
Tak Sulit, Begini 5 Cara Mengatasi Kesepian
7 Cara agar Daging Empuk Pakai Bahan Alami Dapur
Next
7 Cara agar Daging Empuk Pakai Bahan Alami Dapur
Related Articles
Back to
top