x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   Parenting

Terapkan Cara Ayah Dekat Dengan Anak yang Sederhana Ini


Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Umumnya, anak akan lebih dekat dengan ibunya. Namun apakah seorang yang ayah yang lebih sering menghabiskan waktunya di luar rumah dapat dekat dengan anak? Jawabannya tentu bisa. Lantas, bagaimana cara ayah dekat dengan anak?

Tugas seorang ayah bukan hanya mencari nafkah bagi keluarganya. Seorang ayah idealnya bisa menjadi panutan bagi anak-anaknya.

Bila anaknya laki-laki, ayah diharapkan bisa membentuk karakter sekaligus bisa menjadi figur laki-laki pertama yang dikenal anak perempuannya.

Banyak ayah yang sulit untuk dekat dengan anaknya. Untuk itu, hubungan ayah dan anak harus dibina dengan baik sejak dini.

Jika tidak, dikhawatirkan bisa mempengaruhi perilaku anak ketika ia sudah beranjak dewasa.

Karena terbatasnya waktu ayah untuk dapat menghabiskan waktu bersama sang anak, maka ada beberapa cara ayah dekat dengan anak ditengah kesibukannya mencari nafkah. Yuk, disimak.

Ayah Harus Sering Berinteraksi Dengan Anak. Sesibuk apapun di kantor, ayah harus bisa menyediakan waktu khusus untuk anaknya.

 Apabila biasanya ayah hanya menyediakan waktu di akhir pekan maka sediakan juga waktu di hari lain dengan mengambil cuti.

Melakukan berbagai kegiatan bersama bisa mendekatkan keduanya, seperti bermain bola, bersepeda, memancing, mengunjungi suatu tempat, makan di restoran, dan ke toko buku.

Setelah pulang kerja, sempatkan waktu untuk mengobrol dengan anak. Dengan terus berinteraksi setiap hari, maka ayah dan anak bisa lebih mengenal satu sama lain.

Ayah Harus Bentuk Ikatan yang Kuat Dengan Anak. Hubungan yang baik antara ayah dan anak laki-laki bisa membuat anaknya tidak emosional dan mampu mengenali perasaannya dengan baik. Sedangkan untuk anak perempuan, ia bisa memiliki rasa percaya diri dan mandiri yang tinggi.

Ayah bisa mencegah anak-anaknya mengalami masalah kesehatan mental. Kesehatan mental anak yang buruk biasanya dipengaruhi oleh buruknya cara orangtuanya mendidik.

Karena orangtua adalah sosok utama yang bisa menentukan bagaimana tumbuh kembang seorang anak.

Ayah Harus Menunjukan Sikap yang Baik. Anak biasanya suka meniru apa yang dilakukan oleh ayahnya.

Anak akan mengamati bagaimana fisik ayah dan juga bagaimana ayah melakukan berbagai hal, seperti bekerja dan hobi.


Baca Juga:


Anak bisa mengidentifikasi apa yang dimiliki dan dilakukan ayahnya. Jadi, ia akan mulai berpikir, merasa, dan bersikap seperti ayahnya.

Untuk itu, ayah harus bisa memberi contoh yang baik kepada anaknya. Ketika anak dinilai berhasil meniru apa yang dilakukan ayahnya, maka ia akan diberi pujian. Dengan begitu, anak akan terus melakukan hal itu.

Ayah Harus Beri Dukungan dan Pujian. Setiap pilihan anak atau prestasi anak atau kelebihan anak asalkan tidak menyimpang, sebaiknya didukung dan diberi pujian. Tak ada salahnya jika ayah menjadi sosok yang demokratis bagi anak.

Jangan pernah memaksakan kehendak karena tidak ada kekuatan yang lebih besar untuk seorang anak daripada dukungan ayahnya.

Pemberian pujian dan dukungan bukan hanya dengan hadiah tetapi cukup dengan pujian kata-kata disertai belaian dan ciuman di pipi anak.

Ayah Jangan Terlalu Keras Dan Memaksa. Pada anak tertentu yang keras kepala dan emosi tinggi sering kali pendekatan yang keras dan memaksa berdampak tidak baik pada anak. Bukannya anak menurut, tetapi sebaliknya justru anak suka menentang.

Saat ingin memberikan pengertian pada anak atau memberikan larangan pada anak, harus dilakukan dengan pelan dan kasih sayang serta disertai penjelasan yang masuk akal nalar anak.

Tetapi bila ayah melarang dan merahi anak dan memaksa anak tanpa penjelasan dan alasan yang rasional, maka sering kali pada anak tertentu membuat anak lebih suka menentang dan memusuhi ayahnya.

Ibu Harus Terlibat Untuk Mendekatkan Anak Dengan Ayah. Hubungan yang paling baik antara anak dan orang tua sebenarnya adalah dekat dengan ayah dan ibu.

Namun, ibu yang biasanya lebih berperan dalam memenuhi kebutuhan dasar sang anak sejak kecil.

Ayah yang biasanya bertugas mencari nafkah di luar rumah, menjadikan ibu berperan lebih banyak dalam merawat anak di rumah. Ibu harus membantu agar hubungan ayah dan anak bisa terjalin dengan baik.

Ayah harus diajari cara menghadapi anak. Ibu bisa memberikan waktu agar ayah dan anak bisa menghabiskan waktu bersama. Ayah harus terbiasa terlibat dalam komunikasi agar kehadirannya bisa dirasakan oleh anak.

Sobat, seperti itulah cara sederhana yang bisa diterapkan ayah disela-sela kesibukannya agar lebih dekat dengan anak. Selamat mencoba!

Dayana Cinthya



Buat Tulisan
Bahaya Hutang Menurut Islam yang Harus Diwaspadai
Previous
Bahaya Hutang Menurut Islam yang Harus Diwaspadai
Cara Membangun Rasa Percaya Diri Anak Ternyata Tak Sulit, Lho!
Next
Cara Membangun Rasa Percaya Diri Anak Ternyata Tak Sulit, Lho!
Related Articles
Back to
top