x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Mitos dan Fakta Seputar Cacar Monyet, Apakah Lebih Berbahaya Dari Cacar Biasa?


Cacar monyet

Sumber: National Geographic Indonesia

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Belakangan ini kasus cacar monyet atau Monkeypox menghebohkan publik. Hal ini bermula dari seorang warga negara Nigeria yang dinyatakan positif terinfeksi virus Monkeypox ketika berkunjung ke Singapura pada 28 April 2019.

Sebanyak 23 orang yang melakukan kontak erat dengan warga Nigeria tersebut pun telah dikarantina. Yuk, ketahui fakta seputar cacar monyet ini!

Fakta Seputar Cacar Monyet

Lalu, apa sebenarnya cacar monyet atau Monkeypox ini? Apakah berbahaya? Berikut beberapa mitos dan fakta tentang cacar monyet yang perlu kamu ketahui agar tidak salah informasi.

Menurut dr. Hadianti Adlani, Sp. PD-KPTI, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Konsultan Penyakit Tropik Infeksi, RS Pondok Indah-Bintaro Jaya menjelaskan beberapa mitos dan fakta seputar cacar monyet.

Cacar Monyet Ditularkan oleh Monyet ke Manusia: FAKTA

dr Hadianti menuturkan bahwa cacar monyet dapat ditularkan oleh monyet. Namun, pembawa virus utamanya adalah tikus afrika, dan hewan pengerat seperti tupai atau hewan liar. Menurut data WHO, negara Afrika Tengah dan Barat menjadi daerah endemis cacar monyet ini, Moslem Fellas.

Penyakit ini ditularkan oleh hewan, terutama hewan pengerat yang mengandung virus cacar monyet tersebut. Penularan cacar monyet dari manusia ke manusia mungkin bisa terjadi, tapi sangat terbatas, yakni bisa melalui saluran pernapasan atau lesi pada kulit.

Biasanya penularan cacar monyet ke manusia terjadi karena kontak yang lama, lebih dari tiga puluh menit dengan darah, cairan tubuh, dan lesi kulit atau mukosa penderita cacar monyet.

Sebenarnya, infeksi cacar monyet di Afrika telah ditemukan pada banyak spesies hewan seperti tupai pohon, tikus Gambia, tikus bergaris, dormice, dan hewan primata.

Penyebab timbulnya cacar monyet

Sumber: Kompas

Cacar Monyet Lebih Berbahaya dan Parah dari Cacar Biasa: MITOS

Lalu, apakah cacar monyet lebih berbahaya dari cacar biasa? Dokter Hadianti mengungkapkan bawah cacar monyet lebih ringan dari cacar yang disebabkan oleh smallpox virus, tetapi dapat lebih berat dari cacar air karena varicella virus.


Baca Juga:


Mengutip Surat Edaran Kemenkes RI Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tentang Kewaspadaan Importasi Penyakit Monkeypox, disebutkan bahwa parahnya kasus cacar monyet berkaitan dengan tingkat paparan virus, status kesehatan pasien, dan tingkat keparahan komplikasi.

Hingga kini, kasus kematian akibat cacar monyet pun bervariasi, tetapi kurang dari 10 persen kasus yang dilaporkan sebagian besar di antaranya adalah anak-anak. Kelompok usia yang lebih muda tampaknya lebih rentan terhadap cacar monyet ini, Moslem Fellas.

Bekas Cacar Monyet Tidak Bisa Hilang: FAKTA

Bekas cacar monyet tidak bisa hilang ini juga dituturkan oleh Dr Hadianti. Cacar monyet tidak bisa hilang bila terjadi lesi kulit yang berat dan kerusakannya cukup dalam.

Bekas dari cacar monyet ada yang bisa disamarkan dengan tindakan seperti laser dan injeksi filler, dermabrasi oleh dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin.

Penyebab utama cacar monyet

Sumber: Koran Tempo

Cacar Monyet Sudah Masuk ke Indonesia: MITOS

Per tanggal 18 Juni 2020, Alhamdulillah, cacar monyet belum masuk ke Indonesia.

Meskipun Kementerian Kesehatan Singapura menyebutkan adanya satu kasus konfirmasi Monkeypox (MPX) atau cacar monyet pertama di Singapura, tapi, di Indonesia belum ada laporan kasus cacar monyet yang terjadi.

Namun, tentu Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sudah menerapkan kewaspadaan terhadap pintu masuk penyakit cacar monyet untuk mencegah penyakit ini masuk ke Indonesia.

Cacar Monyet Bisa Dicegah dengan Vaksin Cacar Biasa: FAKTA

Dilansir dari pernyataan resmi WHO, tidak ada perawatan khusus atau vaksin yang tersedia untuk infeksi cacar monyet, tetapi wabah ini dapat dikendalikan.

Akan tetapi, vaksinasi terhadap cacar (smallpox) terbukti 85 persen efektif mencegah cacar monyet. Jadi, cacar monyet dapat dicegah dengan vaksinasi cacar smallpox.

Namun, sayangnya, vaksin ini tidak lagi tersedia untuk masyarakat umum dan dihentikan setelah cacar sudah diberantas secara global, Moslem Fellas. Dr Hadianti juga mengatakan bahwa hingga saat ini, belum ada obat untuk menyembuhkan penderita cacar monyet.

Itulah beberapa fakta seputar cacar monyet. Bagi Moslem Fellas yang sudah pernah terkena cacar biasa, maka tidak akan terkena cacar monyet, hal ini disampaikan oleh Dr Hadianti. Semoga wabah ini tidak masuk ke Indonesia. Stay safe, Moslem Fellas.

Nadya Maysyarah



Buat Tulisan
Gaungkan #AyoHijrahFinansial, Dana Syariah Menawarkan Produk Finansial Halal
Previous
Gaungkan #AyoHijrahFinansial, Dana Syariah Menawarkan Produk Finansial Halal
Tak Hanya Diganjar Pahala, Ini 7 Manfaat Puasa Senin-Kamis Bagi Kesehatan
Next
Tak Hanya Diganjar Pahala, Ini 7 Manfaat Puasa Senin-Kamis Bagi Kesehatan
Related Articles
Back to
top