x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Datangnya Burung Ababil Saat Penyerangan Abrahah pada Ka’bah


Burung-abail

(sumber: islami.co)

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Mungkin kamu sudah pernah mendengar soal kisah penyerangan yang satu ini, yaitu pasukan gajah yang hendak menghancurkan Ka’bah lalu dihentikan sekelompok burung ababil.

Tapi mungkin juga kamu belum pernah mendengarnya. Disebutkan dalam surat Al-Fiil ayat 1-5,

“Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka’bah) itu sia-sia? Dan Dia mengirimkan kapada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).”

Burung Ababil yang membawa batu panas

Dilansir dari laman rumaysho, ada beberapa hal yang perlu kita ketahui dari kisah rencana penyerangan Ka’bah.

Peristiwa ini terjadi pada bulan Muharram yang bertepatan dengan akhir Februari atau awal bulan Maret tahun 571 Miladiyah, atau sekitar 1,5 bulan sebelum kelahiran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kala itu, Abrahah mempersiapkan pasukannya untuk melanjutkan perjalanan menuju Mekkah. Penyerbuan ini bertujuan untuk menghancurkan Ka’bah dan memindahkan qiblat kegiatan keagamaan ke Yaman.

Mereka berniat mengurangi peranan Quraisy dalam kancah perdagangan internasional antara Yaman dan Syam sehingga dapat memindahkan peranan tersebut ke orang-orang Yaman, lalu diharapkan seterusnya beralih tangan ke Habasyah, aliansi Romawi saat itu.

Abrahah memang dikenal sebagai panglima yang sangat ditakuti karena kekuatannya. Akan tetapi, Allah dengan mudah menciptakan pasukan udara yang punya kekuatan melampaui para manusia sombong tersebut.

Cerita-burung-ababil-dalam-Islam

(sumber: pinterest)

Tidak butuh waktu lama, datanglah pasukan burung ababil (burung yang datang berkelompok) yang membawa batu-batu di moncong mereka.

Burung yang datang adalah burung yang terpencar-pencar, dalam artian datang kelompok demi kelompok.

Inilah yang dimaksud ‘thoiron ababil’ sebagaimana kata Ibnu Taimiyah. Burung-burung itu membawa batu untuk mempertahankan Ka’bah.


Baca Juga:


Batu yang dikisahkan berasal dari lumpur (thin) yang dibentuk jadi batu, seperti tafsiran Ibnu ‘Abbas. Ada juga tafsir yang mengungkapkan bahwa batu tersebut adalah batu yang dibakar (matbukh).

Burung ababil membawa batu tersebut untuk melempari pasukan gajah, hingga mereka hancur seperti daun-daun yang dimakan dan diinjak-injak oleh hewan. Betapa nyata pertolongan Allah dari kejahatan pasukan gajah tersebut. Tipu daya mereka pun akhirnya sirna.

Kelahiran Rasulullah di Tahun Gajah

Terdapat hadits yang menunjukkan bahwa Rasulullah dilahirkan pada tahun gajah, yaitu hadits dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata,

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dilahirkan pada tahun gajah.” (HR. Ath Thohawi dalam Musykilul Atsar no. 5211, Al Hakim dalam mustadroknya no. 4180, Ath Thobroni dalam Al Kabir no. 12432.)

Selain itu, ada kesepakatan (ijma’) para ulama yang mendukung bahwa Rasulullah dilahirkan pada tahun gajah seperti dikatakan oleh Ibnul Mundzir, yang berkata berkata,

“Tidak ragu lagi dari seorang ulama kita bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam dilahirkan pada tahun gajah. Kemudian beliau diangkat jadi Rasul setelah 40 tahun dari tahun gajah.” (As Silsilah Ash Shahihah pada hadits no. 3152, 7: 434.)

Kesombongan dan kekuasaan hanya milik Allah.

Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah tidak akan mampu menandingi kekuasaan tersebut, sehingga manusia tidak ada yang layak untuk menyombongkan diri.

Hikmah ini jugalah yang bisa kita ambil dari kisah burung ababil yang menghabisi pasukan Abrahah ya, Moslem Fellas!

Danur K Atsari



Buat Tulisan
Pengidap Penyakit Ini Boleh Tidak Berpuasa, Apakah Kamu Termasuk?
Previous
Pengidap Penyakit Ini Boleh Tidak Berpuasa, Apakah Kamu Termasuk?
6 Tips Mudah Mencegah Sariawan saat Puasa
Next
6 Tips Mudah Mencegah Sariawan saat Puasa
Related Articles
Back to
top