x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   Parenting

Broken Home Tidak Selalu Melahirkan Broken Child


broken-home

(Source: Freepik)

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Broken home sering kali diasosiakan dengan kondisi di mana rumah tidak lagi hangat karena kedua orang tua bercerai.

Namun, anggapan seperti itu tidak sepenuhnya benar.

Pasalnya, banyak sekali pasangan yang tetap bersama namun tidak membawa kehangatan dan kasih sayang di dalam rumah.

Hal ini biasa terjadi apabila pasangan sering kali bertengkar atau jarang ada di rumah karena kesibukan masing-masing.

Jika sudah begini, yang menjadi korban adalah anak.

Anak akan memiliki luka-luka kecil di dalam diri mereka yang dapat memengaruhi hubungan mereka ketika dewasa.

Selain itu, anak juga memiliki masalah dalam berhadapan dengan emosi mereka.

Mungkin kita adalah salah satu anak yang terlahir di keluarga yang broken home. Tapi ketahuilah tidak selamanya keluarga yang broken home melahirkan broken child.

Kita memang tidak bisa merubah masa lalu kita, kita dilahirkan oleh siapa, tapi tentu kita bisa menentukan masa depan kita. Perlu diingat juga, bahwa siapapun orang tua kita tidak akan pernah bisa merepresentasikan masa depan kita.


Baca Juga:


Memang tidak mudah untuk melepaskan jeratan broken home. Namun, kamu bisa menerapkan langkah kecil di bawah ini untuk bisa mengeluarkanmu dari bayang - bayang broken home.

Broken home, Maafkan untuk Melepaskan

Langkah utama yang bisa kita lakukan adalah memaafkan orang tua kita. Coba ingat lagi, kejadian apa yang membuat hati kita tidak nyaman yang disebabkan oleh orang tua kita.

Terimalah hal tersebut karena apapun yang terjadi dalam hidup kita tentu atas seizin Allah Subhanallahu Wa Ta’ala dan tentu itu adalah baik bagi kita meski menyakitkan sekalipun.

Ketika kita sudah bisa memaafkan dan menerima, kita akan mampu untuk memaafkan apa yang terjadi pada hidup kita, termasuk perasaan kita sekalipun.

broken-home-adalah

(Source: Freepik)

Cari Hikmah dari Broken home

Setiap kejadian yang terjadi di hidup kita tentu memiliki tujuan tersendiri.

Mungkin kejadian tersebut merupakan pesan dari Allah untuk kita agar kita bisa mengambil pelajaran, begitu juga dengan terlahir dari keluarga broken home.

Mungkin kita bisa diam sejenak dan merenungi, apa hikmah yang bisa diambil? Apakah kita jadi lebih mengetahui diri kita sendiri? Batasan kita? Apa kita jadi lebih memahami kebutuhan kita?

Siapkan Diri untuk Langkah Terakhir

Apabila kita sudah siap, cobalah untuk bilang, “Aku sudah memaafkan ayah dan ibu”. Bisa secara diungkapkan dengan langsung maupun melalui media seperti surat yang ditambahkan dengan penjelasan.

Jika kita terlalu malu untuk mengungkapkan, ucapkanlah kalimat tersebut ke diri kita sendiri karena sesungguhnya ketika kita memaafkan adalah untuk melepaskan beban kita sendiri, melepaskan luka yang mungkin sudah lama diam di dalam diri.

Ketika kita memaafkan itu berarti kita sudah siap melangkah tanpa baying – bayang broken home lagi.

Memang proses untuk memaafkan tidak mudah dan merupakan perjalanan yang panjang. Mungkin kita bisa memulai dari langkah yang kecil dulu, yaitu percaya bahwa tidak semua anak yang terlahir dari keluarga broken home akan memiliki masa depan yang suram.

Kita di masa depan adalah kita yang sudah berhasil melewati kejadian tidak menyenangkan. Jadi, bersyukurlah karena Allah memberikan cobaan yang membuat kualitas diri kita lebih baik.

Widya Manoch



Buat Tulisan
Memasuki Usia Rentan Galau, Ini Cara Mengatasi Quarter Life Crisis
Previous
Memasuki Usia Rentan Galau, Ini Cara Mengatasi Quarter Life Crisis
Resep Ayam Goreng Korea Asli yang Enak dan Bikin Nagih
Next
Resep Ayam Goreng Korea Asli yang Enak dan Bikin Nagih
Related Articles
Back to
top