x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Pengidap Penyakit Ini Boleh Tidak Berpuasa, Apakah Kamu Termasuk?


Boleh-tidak-berpuasa

Sumber: Jacob Lund Photography

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Bulan Ramadan telah tiba. Puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi muslim, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi jasmani dan rohani yang sehat.

Namun, karena alasan kesehatan, beberapa orang boleh tidak berpuasa selama bulan Ramadan, hal ini disebut udzhur syar’i.

Hal ini dikarenakan kondisi atau gangguan kesehatan tertentu dikategorikan berisiko tinggi apabila orang tersebut menjalani puasa sehari penuh.

Boleh Tidak Berpuasa Jika Kamu Pengidap Penyakit Ini

Jika seseorang tetap berpuasa meski sedang mengalami kondisi kesehatan yang tidak baik, bisa saja kondisi kesehatan akan memburuk atau memperlama penyembuhan penyakit.

Dilansir dari Halodoc, inilah beberapa kondisi atau pengidap penyakit yang boleh tidak berpuasa:

1. Pengidap Gangguan Pencernaan Akut

Gangguan pencernaan akut seperti kenaikan asam lambung sering dialami banyak orang saat berpuasa.

Walaupun puasa dapat mengurangi jumlah asam yang dihasilkan, tapi kondisi ini membuat bau makanan kadang membuat otak memerintahkan perut untuk menghasilkan banyak asam.

Itulah pernyebab terjadinya peningkatan asam lambung, perut jadi mulas, dan mual, sehingga menjadi masalah bagi sebagian orang saat berpuasa.

Apabila masalah pencernaan yang kamu alami cukup parah (hingga muntah dan berkeringat dingin) sehingga membutuhkan pengobatan rutin, sebaiknya kamu tidak berpuasa.

Bagi orang dengan kondisi ini, puasa dikhawatirkan dapat memicu atau memperparah gangguan pencernaan.

2. Migrain atau Vertigo yang Sulit Dikendalikan

Gangguan migrain atau vertigo saat berpuasa sering menjadi akibat dari dehidrasi dan kelaparan, tidur yang tidak cukup, hingga beraktivitas terlalu lama di bawah terik matahari tanpa perlindungan.

Jika kamu masih bisa mengendalikan sakit kepala dengan penyesuaian gaya hidup yang tepat, seperti memperbanyak minum saat sahur dan berbuka dan mengusahakan cukup istirahat, mungkin kamu masih bisa berpuasa.

Namun, jika sakit kepala yang kamu alami tidak terkontrol, kamu diperbolehkan untuk tidak berpuasa.

Kadang, kondisi ini bisa semakin parah pada beberapa orang jika mereka tidak makan atau minum obat tepat waktu, Moslem Fellas.

Masalah-saat-puasa

Sumber: Regional Neurological Associates

3. Orang yang Harus Cuci Darah atau Menerima Donor

Pengidap penyakit yang diperbolehkan tidak berpuasa selanjutnya yakni mereka yang mengharuskan mendapat transfusi darah atau donor dari orang lain.

Begitu juga dengan mereka yang membutuhkan cuci darah rutin akibat suatu penyakit atau kerusakan pada ginjal.


Baca Juga:


Misalnya pengidap ginjal kronis, jika tetap melaksanakan puasa, akan berisiko tinggi untuk mengalami dehidrasi dan hiperviskositas yang menyebabkan kerusakan fungsi ginjal dan trombosis vaskular.

4. Pengidap Gangguan Pernapasan Akut

Jika seseorang mengalami gangguan pernapasan akut seperti asma akut atau penyakit paru obstruksi kronis (PPOK) yang membutuhkan pengobatan rutin dan tepat waktu, maka ia boleh tidak berpuasa.

Namun, pengidap asma ringan masih boleh menjalankan ibadah puasa dan menggunakan inhaler atau alat pernapasan kapanpun diperlukan selama puasa.

Inhaler asma tidak diklasifikasikan sebagai makanan atau minuman, sehingga diperbolehkan selama puasa, Moslem Fellas.

Gangguan-pernapasan

Sumber: NPR

5. Pengidap Diabetes Tak Terkontrol

Orang yang mengalami diabetes tipe 1 yang tidak terkontrol serta ibu hamil dengan gestasional diabetes juga dianjurkan tidak berpuasa, lho.

Pasalnya, pada pengidap diabetes tipe 1, pankreas tidak sanggup memproduksi insulin pada tubuh. Jika tidak ada insulin dalam tubuh, maka dapat memicu berbagai risiko kesehatan jika kamu tetap berpuasa.

Diabetes yang tidak terkontrol juga dapat berisiko meningkatkan gula darah mendadak (hiperglikemia) saat berpuasa, apalagi banyak orang yang berbuka lalu mengonsumsi makanan dengan jumlah yang banyak.

Nah, kelima pengidap penyakit yang boleh tidak berpuasa tersebut boleh mengganti (qadha) puasa Ramadan di hari lainnya setelah bulan Ramadan. Jika di hari-hari selanjutnya orang tersebut tetap tidak mampu mengganti puasanya, maka ia wajib membayar fidyah.

Nadya Maysyarah



Buat Tulisan
5 Bahaya Sering Mengonsumsi Makanan Cepat Saji Saat #DiRumahAja
Previous
5 Bahaya Sering Mengonsumsi Makanan Cepat Saji Saat #DiRumahAja
Datangnya Burung Ababil Saat Penyerangan Abrahah pada Ka’bah
Next
Datangnya Burung Ababil Saat Penyerangan Abrahah pada Ka’bah
Related Articles
Back to
top