x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   FYI

Inilah Biografi Abu Hurairah, Periwayat Hadits Termasyhur Dalam Islam


Biografi-Abu-Hurairah

Durasi Baca: Hanya 1 Menit

Hadits merupakan salah satu pedoman umat Islam dan merupakan sunnah yang berasal dari perkataan atau ucapan Nabi Muhammad Shalallahu alayhi wassalam.

Tapi, tahukah kamu siapa yang mengumpulkan hadits atau perkataan Rasulullah dan akhirnya dapat kita baca di buku-buku hadits shahih.

Ada sosok yang sangat berjasa sebagai periwayat hadits beratus tahun yang lalu, yakni Abu Hurairah. Berikut ini sekilas biografi Abu Hurairah.

Biografi Abu Hurairah Sang Periwayat Hadits

Sang periwayat hadits ini dipanggil Abu Hurairah (bapak para anak kucing) sebenarnya memiliki nama lahir Abdu Syam bin Shakr al-Azdi.

Biografi Abu Hurairah dimulai dari tempat kelahirannya di Ad Daus, Yaman pada tahun 542 M (28 tahun setelah kelahiran Rasulullah).

Abu Hurairah hijrah ke Madinah pada masa antara perjanjian Hudaibiyah dengan perang Khaibar, Muharram tahun ke-7 Hijrah.

Pada saat itu Abu Hurairah memasuki usia 31 tahun sedangkan Rasulullah berusia 59 tahun. Abu Hurairah datang dari kota yang sedari dulu selalu menolak dakwah Rasulullah.

Kisah ini diabadikan dalam Surah Ad-Dhuha, di mana Rasulullah diusir dari Thaif (desa di Ad-Daus) dan dilempari kotoran oleh penduduk desa.

Namun, Rasulullah meminta kepada Allah agar kelak ada dari penduduk Thaif yang akan menjadi pembesar Islam, dan lahirlah Abu Hurairah.

“Dari mana engkau?”, Abu Hurairah menjawab, “Aku berasal dari Ad Daus”, Rasulullah mengatakan, “Sungguh aku dulu tidak menyangka ada kebaikan di  Daus” [HR. Ibnu Saad,dan AbuDawud At-Thayalisi]. Saat bertemu dengan Rasulullah, Abu Hurairah langsung dibaiat dan masuk Islam. Beliaupun dihadiahkan Rasulullah sebuah nama yang indah, yaitu Abdurrahman bin Shakhr al-Azdi.

Mengetahui-Biografi-Abu-Hurairah

Belajar Ilmu Agama

Saat memeluk Islam, Abu Hurairah merasa tertinggal dengan para sahabat lainnya yang memiliki ilmu yang jauh lebih banyak dari dirinya.


Baca Juga:


Demi mengejar ketertinggalannya, Abu Hurairah belajar langsung dari Rasulullah dan juga mengambil ilmu dari Abu bakar, Umar bin Khaththab, Ubay bin Ka’ab Usamah bin Zaid, ‘Aisyah binti Abu Bakar, dan lainnya. Tak pernah terbayangkan oleh beliau untuk menjadi seorang periwayat hadits.

Ditinggal Pergi Rasulullah Selamanya

Baru 4 tahun kebersamaan Abu Hurairah dengan Rasulullah dan memeluk agama Islam, Abu Hurairah pun ditinggal Rasulullah untuk selama-lamanya.

Abu Hurairah yang merasa waktu kebersamaan beliau begitu singkat dengan Rasul, merasa sangat terpukul.

Namun, pasca kepergian Rasulullah, Abu Hurairah tak berhenti belajar. Ia bahkan semakin bersemangat hingga memutuskan untuk mengumpulkan segala perkataan Rasulullah dari orang-orang terdekat, dan menjadi seorang periwayat hadits.

Mengenal-Biografi-Abu-Hurairah

Sang Rawiyatul Islam

Abu Hurairah mendapat gelar sebagai “Rawiyatul Islam” atau perawi agama Islam karena beliau meriwayatkan hadits yang sangat banyak. Bahkan menjadi periwayat hadits dengan jumlah hadits terbanyak dari seluruh sahabat, yakni sebanyak 5.374 hadits.

Kegigihan Abu Hurairah dalam menuntut ilmu membuat ia mendulang ilmu yang lebih banyak dibandingkan sahabat lainnya bahkan tak seorangpun melebihi ilmu beliau.

Abu Hurairah pun menjadi menara ilmu yang dituju oleh para sahabat dan para tabi’in. Imam Bukhari mengungkapkan, “Jumlah murid beliau (Abu Hurairah) melebihi 800 orang”

Rasulullah pernah memuji Abu Hurairah,

“Sungguh aku telah mengira wahai Abu Hurairah, bahwa tidak akan ada seorangpun yang mendahuluimu untuk bertanya tentanghal tersebut karena semangatmu dalam mempelajari ilmu hadits. Orang yang paling berbahagia dengan syafaatku kelak pada hari kiamat adalah orang yang mengucapkan kalimat tauhid, tulus ikhlas dari dirinya” [HR. Bukhari no. 99]

Wafat Abu Hurairah

Setelah berpuluh tahun mengeluarkan banyak pengorbanan dan khidmat terhadap agama Islam, Abu Hurairah jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia di usia 78 tahun (57 Hijriah) di Madinah. Jenazah Abu Hurairah disemayamkan Baqi’.

Warisan Abu Hurairah bukanlah dalam bentuk harta, emas dan berlian, tapi warisan yang ia hadiahkan untuk umat adalah ribuan hadits yang ia kumpulkan bertahun-tahun lamanya.

Semoga biografi Abu Hurairah ini dapat menginspirasi kita untuk tidak pernah berhenti menuntut ilmu agama dan tak pernah bosan untuk meminta rahmat-Nya.



Buat Tulisan
5 Tips Dekorasi Ruang Shalat di Rumah, Mudah Tanpa Ribet!
Previous
5 Tips Dekorasi Ruang Shalat di Rumah, Mudah Tanpa Ribet!
Lakukan 5 Hal Ini Demi Terlepas Dampak Buruk Main Instagram Berlebihan
Next
Lakukan 5 Hal Ini Demi Terlepas Dampak Buruk Main Instagram Berlebihan
Related Articles
Back to
top