x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   Parenting

Mengapa Bisa Terjadi Bintik Merah Pada Bayi?


Bintik-merah-pada-bayi

Durasi Baca: Hanya 1,5 Menit

Beberapa keluhan ruam pada kulit bayi diakibatkan karena badan panas dan ditandai dengan kulit memerah karena bintik.

Sebagai orang tua, penting untuk kita mewaspadai bentuk merah pada bayi yang mungkin saja diakibatkan oleh serangan penyakit berbahaya, seperti demam berdarah yang kerap dianggap biasa dan akhirnya terlambat untuk melakukan pengobatan yang merenggut nyawa.

Harus kita ketahui, bintik  merah pada kulit bayi menjadi salah satu pertanda awal adanya sebuah serangan penyakit  dari dalam tubuh.

Tubuh bayi akan memberikan reaksi yang berbeda-beda seperti pada panas badan berlebih sehingga menyebabkan warna memerah pada permukaan kulit bayi.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mewaspadai bintik merah pada bayi dengan cermat dan respon yang cepat untuk mengetahui sumber penyakit sebenarnya.

Mengapa Timbul Bintik Merah Pada Bayi ?

Sebagian ibu muda biasanya akan merasa panik dan khawatir saat mendapati bintik-bintik merah yang timbul di wajah dan tubuh bayinya. Tidak seperti kondisi kulit orang dewasa yang tebal, kulit bayi yang masih tipis serta sensitif lebih rentan terhadap alergi, iritasi, dan infeksi.

Timbulnya bintik-bintik merah di wajah dan tubuh bayi ini sangat kompleks dan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Faktor dari dalam tubuh misalnya faktor keturunan. Sedangkan faktor luar misalnya cuaca yang panas, lingkungan lembap, banyak debu, dan lain sebagainya.

Lalu, Apa Saja Penyebab Bintik Merah Pada Bayi?

Memang, bintik merang biasa terjadi pada kulit bayi. Akan tetapi, perlu diperhatikan pula beberapa hal yang menjadi tanda bahwa kondisi menjadi serius bila bintik merah berubah bentuk menjadi vesikula (benjolan). Biasanya, benjolan tersebut berisi cairan buram kekuningan atau bintik merah yang nantinya akan berubah menjadi ungu (petechiae).

Seperti yang telah kita ketahui, salah satu gangguan kesehatan yang sering diderita bayi adalah demam. Biasanya demam juga dapat disertai dengan gejala lainnya, seperti timbulnya bercak merah pada seluruh badan bayi kita.

Sebagian dari kita beranggapan bahwa terjadi demam yang disertai dengan bercak merah, ini merupakan penyakit campak.

Padahal, tidak semua demam yang disertai dengan bercak merah merupakan penyakit campak. Meskipun beberapa tenaga medis sering kali menyimpulkan dan mengimbau penyakit campak yang lebih dari satu kali terjadi pada bayi. Padahal, seharusnya penyakit campak ini hanya dialami satu kali seumur hidup.

Nah, untuk mengetahui lebih lanjut, ada baiknya Sobat  menyimak beberapa kemungkinan penyebab bintik merah pada bayi sebagai berikut:

DBD

Termasuk salah satu penyakit yang mematikan bila telat ditangani, DBD merupakan penyakit yang ditimbulkan dari nyamuk aedes aegypti.

Salah satu tanda-tanda terjadinya penyakit DBD ini timbulnya bercak merah pada hari ke 1-4 yang juga mirip seperti campak. Bercak merah yang disertai demam ini akan hilang pada hari ke 5-7.

Rubella

Penyakit ini dikenal juga dengan nama campak Jerman. Rubella merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan dapat menginfeksi tubuh melalui hidung dan tenggorokan.

Penyakit ini lebih mudah menular pada anak-anak dibandingkan orang dewasa. Bahkan, virus rubella ini juga dapat ditularkan oleh ibu hamil kepada janinnya.

Oleh sebab itu, penting sekali untuk mencegah penyebarannya dengan melakukan pemeriksaan tes rubella sebelum merencanakan kehamilan.

Exantema Subitum

Penyakit kelainan yang terjadi akibat infeksi virus yang mirip dengan campak. Perbedaannya, jika pada penyakit campak bercak merah akan timbul dengan disertai demam

Sedangkan pada exantema subitum demam akan terjadi pada 1-3 hari baru kemudian timbul bercak kemerahan. Kelainan ini sering kali dialami oleh bayi yang menderita alergi.

penyebab-bintik-merah-pada-bayi

Infeksi Mononukleoss

Penyakit ini disebabkan oleh virus dan ditandai dengan deman yang disertai nyeri pada tenggorokan serta pembesaran kelenjar getah bening.

Virus yang menyebabkan infeksi mononukleoss ini adalah virus epstein Barr dan dapat menyerang anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.

Sindrom Kawasaki

Penyakit ini disertai dengan demam dan bercak merah yang dapat terjadi pada bayi. Bahkan, penyakit ini juga tidak boleh disepelekan karena dapat mempengaruhi beberapa organ.

Seperti pada kulit, kelenjar getah bening, selaput lendir, dan juga dinding pembuluh darah. Terlebih, efek yang paling serius pada jantung lebih berisiko pada anak-anak.


Baca Juga:


Allergic Drug Eruption

Reaksi alergi pada kulit yang terjadi diakibatkan dari pemberian obat dengan cara yang sistematik. Ketika dilakukan pemeriksaan fisik pada seluruh tubuh tampak papul eritematous diskret, sehingga diperlukan adanya pengobatan melalui terapi sistematik.

Jika Bintik Merah Pada Bayi Hanyalah Alergi, Begini Cara Atasinya.

Cara yang sangat efektif untuk mengatasi alergi dengan menjauhkan bayi dari sumber alergi tersebut.

Hal ini dapat dilihat dari kesehariannya. Misalnya, bila anak alergi terhadap debu maka jauhkan bayi agar tidak terpapar zat-zat yang dapat menyebabkan alergi tersebut. Sebisa mungkin untuk selalu menjaga kebersihan rumah agar bebas dari debu dan tungau.

Jika bayi alergi terhadap bahan-bahan tertentu pada produk perawatan bayi, segera hentikan pemakaiannya dan ganti dengan produk perawatan lainnya yang sekiranya lebih lembut dan aman untuk kulit bayi.

Nah, untuk mengetahui apakah bayi alergi atau tidak perhatikanlah reaksi yang muncul pada kulit bayi setelah pemakaian. Bila memang kesulitan, kita juga dapat mengonsultasikannya pada dokter.

Bukan hanya faktor lingkungan dan produk saja bayi juga dapat alergi terhadap makanan tertentu. Kita perlu jeli untuk mengetahui makanan apa saja yang dapat menimbulkan reaksi alergi pada kulit bayi.

Biasanya, bayi berusia 6 bulan ke atas sudah dapat diberi makanan padat. Kita harus padai dalam memilah makanan yang akan diberi kepada bayi. Terlebih jika dalam keluarga memang ada riwayat alergi, maka kemungkinan besar bayi akan mengalaminya juga.

Nah, untuk mengetahuinya kita dapat melihat reaksi atau tanda yang mungkin timbul selama kurang lebih 3 hari setelah mengonsumsi makanan tersebut.

Misalnya, kita memberikannya telur. Coba perhatikan, apakah ada gejala-gejala alergi yang mungkin timbul selama 3 hari ke depan. Gejala itu dapat berupa bintik-bintik merah di kulit, gatal-gatal atau gangguan pencernaan.

Bila memang ternyata bayi alergi terhadap telur, maka sebaiknya kita menunda untuk memberikan telur kepada bayi. Tunggu hingga usianya agak besar, karena alergi telur biasanya akan hilang dengan sendirinya. Begitupun dengan jenis makanan yang lainnya.

Jika sudah terlanjur mengalami Bintik Merah Pada Bayi, berikan pengobatan seperti obat oles yang mengandung steroid rendah, namun hal ini harus sesuai dengan anjuran dokter.

Berbeda dengan penyakit, alergi tidak dapat disembuhkan dengan mengonsumsi obat-obatan. Alergi hanya akan hilang bila sumber penyebabnya disingkirkan atau dihindari.

Sebaiknya, optimalkan pemberian ASI ekslusif kepada sang bayi karena ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi yang cukup efektif mencegah dan meringankan gangguan alergi.

Jadi, sebagai orangtua perhatikanlah hal kecil sekalipun saat merawat bayi ya agar si kecil tetap terlindung dari berbagai penyakit.

Fifi Jacob



Buat Tulisan
Cara Memiliki Sifat Pemaaf Agar Hati Bersih dan Jiwa Tenang
Previous
Cara Memiliki Sifat Pemaaf Agar Hati Bersih dan Jiwa Tenang
Coba Cara Bikin Pizza di Rumah dengan Berbagai Kreasi Sesuai Selera, Yuk!
Next
Coba Cara Bikin Pizza di Rumah dengan Berbagai Kreasi Sesuai Selera, Yuk!
Related Articles
Back to
top