x
Login

Or


New to Moslem Lifestyle? Sign up!
x
Forgot Password

Please enter the email address registered on your account


x Have an account? Login
Sign up


Or

x

Stay in the know

The latest news and fabulous ideas straight to your inbox.


Lifestyle   Parenting

Apakah Bintik Merah Gatal Pada Kulit Saat Hamil Berbahaya?


Bintik-Merah-Gatal-Pada-Kulit-Saat-Hamil

Durasi Baca: Hanya 1,5 Menit

Saat sedang hamil, kondisi tubuh pada wanita menjadi lebih rentan dari biasanya. Bahkan, tidak sedikit yang kemudian mengeluhkan kulitnya menjadi lebih sensitif sehingga sangat mudah muncul kondisi yang tak biasa.

Setelah memasuki usia kehamilan yang semakin bertambah, biasanya wanita hamil akan mengalami beberapa gangguan, salah satunya  seperti bintik merah gatal pada kulit saat hamil. Rasa gatal yang sering timbul biasanya menyerang bagian perut, paha, kaki, tangan, leher, serta payudara.

Rasa gatal tersebut merupakan hal normal yang nantinya akan hilang sendirinya bila sudah melahirkan.

Namun, hal ini juga tidak dapat dianggap sepele dan dibiarkan jika rasa gatal semakin menggila sehingga mengganggu aktivitas kita.

Tidak semua ibu hamil akan mengalami gatal-gatal pada kulitnya. Oleh karena itu, banyak beberapa ibu hamil yang terkejut ketika mengalami rasa gatal-gatal tersebut, terutama jika baru pertama kali merasakan kehamilan. Maka, penting bagi kita memperhatikan untuk mengetahui penyebab serta cara mengatasinya.

Ketahui Penyebab Bintik Merah Gatal Pada Kulit Saat Hamil

Bintik merah gatal pada kulit saat hamil sering terjadi, bahkan akan terus berlangsung hingga waktu melahirkan tiba. Namun, ada baiknya jika kita mengetahui terlebih dahulu penyebab terjadinya gangguan rasa gatal tersebut seperti:

Perut Mengembang: Rasa gatal ini disebabkan oleh rahim yang tumbuh dan mengembang semakin besar, sehingga Kulit yang mengembang dan membentang tadi akan kekurangan kelembapan, mengering, serta timbul rasa gatal.

Perubahan Hormon: Saat sedang hamil, para wanita biasanya akan mengalami perubahan hormon dalam tubuhnya. Perubahan hormonal tersebut seperti kenaikan kadar estrogen yang merupakan penyebab lain dari sensasi gatal pada perut kita.

Bintik-bintik merah yang disertai gatal ini merupakan salah satu bagian dari ruam kulit. Nah, timbulnya ruam pada kulit ini memiliki banyak penyebab:

Perbedaan berdasarkan ciri-cirinya:

  • Ukuran bintik dan lokasi
  • Rata dengan permukaan kulit atau timbul
  • Bintik hilang dengan penekanan atau tidak
  • Adanya gatal, rasa perih, atau nanah

Cara Mengatasi Bintik Merah Gatal Pada Kulit Saat Hamil yang Harus Kita Ketahui

Umumnya, menghilangkan rasa gatal adalah dengan menggaruk area kulit yang terasa gatal. Namun, sebaiknya hati-hati jika ingin menggaruk. Pasikan tidak menggaruk terlalu kencang dan menekan yang dapat menyebabkan iritasi kulit dan membuat kondisi kulit menjadi semakin parah.

Meskipun rasa gatal semakin menjadi, sebaiknya kita tetap menahannya dan melakukan beberapa tips yang dapat membantu mengurangi rasa gatal saat hamil seperti berikut:

  • Saat hamil semakin membesarnya perut akan mengakibatkan kulit mengalami pemuaian. Bahkan kulit akan terlihat kering dan kusam.

Jadi, pastikan kita menghindari mandi dengan air panas karena dapat menyebabkan kulit menjadi semakin kering. Jika memang diperlukan mandi air hangat, pastikan suhu air suam-suam yang sedikit dingin.

  • Gunakan sabun dengan PH rendah yang tidak menggunakan wewangian, seperti sabun yang biasa digunakan untuk bayi.
  • Setelah selesai mandi, keringkan atau lap kulit hingga bersih. Perhatikan agar tidak menyeka kulit dengan cara digosok, tapi hanya dengan ditepuk-tepuk saja. Pastikan memilih handuk dengan bahan yang lembut.
  • Berikan perawatan kulit dengan mengoleskan lotion atau minyak zaitun ke seluruh bagian tubuh, terutama pada bagian tubuh yang terasa gatal.

Nah, minyak zaitun atau lotion ini dapat membantu kita mengurangi dan mencegah terjadinya guratan bekas garukan pada kulit.

  • Ibu hamil biasanya akan sering merasakan panas dan memproduksi keringat lebih banyak dari biasanya. Agar terasa lebih nyaman, gunakan pakaian yang longgar dengan bahan yang mudah menyerap keringat.

Baca Juga:


Penggunaan pakaian yang longgar ini dapat membantu kita untuk mengurangi gesekan kain dengan kulit yang dapat menyebabkan rasa gatal serta iritasi.

  • Jika udara terasa panas dan kulit terasa gatal, kita dapat mengompresnya dengan menggunakan es atau air dingin dan diamkan hingga rasa gatal itu menghilang.
  • Pastikan mengonsumsi air putih serta buah-buahan dan sayuran yang cukup setiap harinya. Bahan-bahan tersebut sangat baik untuk menjaga kelembapan dan kesehatan kulit dari dalam. Bahkan, keuntungannya bukan hanya sehat untuk kulit ibu hamil saja, tapi juga sehat untuk sang janin.

Rasa gatal tersebut biasanya akan berangsur hilang setelah kita melahirkan. Namun pada sebagian kasus, rasa gatal selama kehamilan mungkin saja sebagai indikasi adanya penyakit-penyakit kronis lain yang memiliki risiko membahayakan janin seperti:

beberapa-kondisi-saat-hamil

Intrahepatic Cholestasis Of Pregnancy (ICP)

Hal ini biasa terjadi pada dua atau tiga trimester awal kehamilan. Penyebab adalah adanya gangguan pada organ hati.

Cairan empedu yang seharusnya mengalir menuju hati tersumbat dan berkumpul di dalam kulit sehingga menyebabkan rasa gatal pada kulit Ibu hamil.

Pada kasus ini biasanya gatal akan menyerang area telapak tangan dan kaki terlebih dahulu, namun sebagian lainnya dapat terjadi dibagian tubuh lainnya.

Rasa gatal ini dapat menjadi semakin menjadi-jadi di waktu malam hari. Jika Sobat merasakan gejala gatal seperti ini sebaiknya segera periksakan ke ke dokter atau bidan.

Penyakit ini termasuk berbahaya dan dapat mempengaruhi kesehatan janin, bahkan dapat menyebabkan kematian janin dalam kandungan.

Pruritic Urticarial Papules And Plaques Of Pregnancy (PUPPP)

Penyakit ini biasanya terjadi saat usia kandungan berada pada trimester ketiga kehamilan. Namun PUPPP juga dapat muncul pada awal masa kehamilan, bahkan pada kasus tertentu PUPPP muncul setelah satu-dua minggu masa melahirkan.

Munculnya rasa gatal di area tertentu yang sangat hebat merupakan awal gejala PUPPP. Biasanya area pertama yang menjadi sasaran adalah di sekitar dada, di mana kulit perut mulai merenggang seiring berkembangnya janin dalam kandungan.

Semakin lama PUPPP ini juga dapat menyebar hingga keseluruh bagian tubuh. Namun, tidak perlu khawatir karena penyakit ini tidak mempunyai risiko fatal bagi janin.

Pemphigoid Gestationis

Pemphigoid Gestationis atau Herpes Gestationis biasanya terjadi pada trimester kedua atau ketiga kehamilan. Gejala herpes gestationis hampir menyerupai PUPPP di mana terdapat area-area gatal yang menyerupai sarang lebah.

Namun bedanya, herpes gestationis biasa muncul hanya di area sekitar pusar yang lama-kelamaan menyebabkan kulit menjadi melepuh.

Harus kita ketahui, bahwa herpes gestationis lebih berbahaya dibandingkan PUPPP. Risiko yang mungkin akan dihadapi bila ibu hamil mengalami herpes gestationis yaitu adanya kemungkinan bayi lahir secara prematur, terganggunya perkembangan janin dalam kandungan, hingga menyebabkan kematian janin dalam kandungan ibu.

Jadi tetaplah waspada dan bergegas menemui dokter bila rasa  gatal yang Sobat derita tidak kunjung sembuh.

Jangan pernah menganggap sepele gejala-gejala yang timbul pada masa kehamilan, karena bisa jadi itu pertanda adanya sebuah penyakit yang dapat mengancam janin, terutama seperti bintik merah gatal pada kulit saat hamil.

 

Fifi Jacob



Buat Tulisan
Banyak Dampak Negatif dari Sifat Takabur, Harus Dihindari
Previous
Banyak Dampak Negatif dari Sifat Takabur, Harus Dihindari
Tak Punya Waktu Luang, Begini 3 Cara Mempercantik Diri Dengan Cepat
Next
Tak Punya Waktu Luang, Begini 3 Cara Mempercantik Diri Dengan Cepat
Related Articles
Back to
top